Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 001 - Berdiri di dunia baru

Saya Misumi Makoto.

Siswa SMA tahun kedua bersekolah di SMA Nakatsuhara setempat.

Klub saya adalah klub panahan, keahlian saya adalah panahan.

Kelas begitu-begitu, rata-rata kekuatan fisik.

Penampilannya, mungkin tidak begitu bagus namun tidak terlalu buruk.

Hobi agak otakuish, meski rentang saya cukup besar sehingga saya biasanya mencoba semua yang saya bisa.

Minat yang tidak akan berubah adalah busur dan drama era.

Bagian yang bagus dalam hidup saya, tampilan saya memanfaatkan busur.

Padahal, saya masih berpikir saya punya profil normal.

Untuk berada di tempat seperti itu pasti tidak cocok untuk saya.
Sebuah tanah kosong berwarna coklat kemerahan sejauh mata memandang.

Ini terlihat seperti tempat-tempat yang pernah saya dengar di kelas saya.

Pada hari itu akan menjadi panas, pada malam hari akan menjadi dingin, tempat semacam itu.

Sejak saya dikirim ke sini saya sudah menghadapi 2 malam.

Saya tidak makan apapun, namun untuk beberapa alasan aneh saya tidak merasa lapar.

Saya telah diberitahu bahwa di dunia lain ini saya dapat menampilkan kemampuan fisik yang melampaui kemampuan manusia jadi mungkin itulah alasannya.

Ah ... kenapa aku di tempat seperti ini?

Jawablah, hasil lelucon oleh dewa.

Saya mengerti, saya sudah mengerti.

Saya tidak tahu berapa kali saya telah bertanya dan menjawab sendiri pertanyaan ini.

Apa yang seharusnya menjadi hari yang normal tanpa terjadi apa-apa.

Dipanggil oleh salah satu Mikos, Tsukuyomi Mikoto, yang kemudian diculik oleh dewi aneh itu dan setelah itu di sinilah aku.

Yang pertama memberi saya kesan menjadi Dewa yang baik, yang kemudian Dewa adalah salah satu yang bahkan tidak ingin saya akui.

Jadi, Dewi yang kemudian, tidak, keberadaannya lebih buruk daripada seekor serangga mengusir saya ke tempat yang tidak diketahui dimana tidak hanya orang tapi bahkan kehadiran hewan pun tidak dapat dirasakan.

Sungguh, saya tidak mengerti apa-apa.

Dalam situasi ini tanpa barang sama sekali, saya berjalan melewati pemandangan gurun yang tak berubah sepanjang hari.

Alih-alih menculik ini lebih dekat dengan pembunuhan.

Tidak bagus, semakin saya memikirkan jalang itu semakin saya depresi.

Lingkungan saya sudah gelap gulita.

Ada cahaya bintang tapi tidak cocok untuk jalan kaki.

Karena tubuh ini sudah terbiasa dengan cahaya listrik, kegelapan di tempat ini menanamkan rasa takut.

Tapi kalaupun saya bilang begitu, tidur tidak ada jalannya.

Saya merasa mengantuk tapi jika saya tidur nyenyak, hal-hal berbahaya bisa mendekati saya.

Bahwa saya tidak bisa melihat apapun tidak berarti tidak ada sama sekali.

Saya mulai merasa tidak enak mengikuti apa yang dikatakan Dewi dan menemukan beberapa orc atau
goblin.

Tempat dimana saya bisa tidur nyenyak. Saya tidak berpikir bahwa tempat seperti itu akan terasa sangat penting bagi saya.

Besok.

Besok pasti

Saya berdoa agar terjadi perubahan.

Jika memungkinkan, tolong beritahu saya berdiskusi dengan seseorang.

Aku bahkan tidak peduli dengan penampilannya, aku juga ingin mencari makanan.

Ha ... semoga pagi bisa segera datang.

Malam yang sangat panjang yang tidak bisa dibandingkan dengan saat saya menonton anime di internet di kamar saya untuk melewatkan waktu.

Hari kedua tinggal di dunia lain, sama seperti yang pertama. Tidak ada yang terjadi

Di bawah bayang-bayang batu aku menggulung lututku dan menunggu pagi hari untuk datang.

Load Comments
 
close