Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 023 - Perasaan berharga Mio

Ketika aku kembali, aku melihat wajah waka-sama yang agak lelah dan wajah Tomo-san yang lemah lembut.

Di ruang dalam ada satu orang yang tidur. Pasti gadis yang kita bawa tidak lama ini.

Ada seorang wanita duduk menghadap kedua orang itu dengan niat bermusuhan yang jelas.

Tomoe-san jika kamu menginterogasi, seorang pria pasti pilihan yang lebih baik untuk waka.

Lalu itu berarti bahwa wanita dengan kain hitam menutupi tubuhnya adalah teman dua orang yang tidak enak itu?

Mereka benar-benar terasa mengerikan. Bahkan ketika saya membiarkan kegelapan memakannya, hal itu sama sekali tidak mengisi perutku.

Mereka bahkan tidak bisa digunakan dalam latihan pisau dan garpuku, aku harus menahan diri dari tingkatku lagi atau aku merasa waka-sama akan marah kepadaku.

Bahkan jika aku mendapatkan hasil interogasi, aku merasa aku tetap akan ditinggalkan.

Aku masih harus banyak belajar tentang masyarakat, aku tidak dapat menangkap emosi halus orang sehingga sulit bagiku untuk melakukan kesepakatan.

Jika aku sembarangan makan, waka-sama dan Tomoe-san hanya akan merasa tidak senang dengan hal itu.

Hanya saja, waka-sama yang tanpa ekspresi belum pernah aku lihatsebelumnya, aku sedikit tertarik dengan hal itu. Dalam arti aku ingin menghindari hal itu terjadi.

Hanya saja, pertukaran seperti apa yang mereka miliki?

“Tomoe, lakukanlah. kamu bisa benar? “(Makoto)

“Ya. Kemungkinan besar “(Tomoe)

Dalam pertukaran singkat itu, Tomoe-san menyelimuti tawanan dengan kabut. Aku tahu ada sedikit gerakan tapi tidak ada perlawanan, tubuhnya mulai goyah dan akhirnya terjatuh di atas tempat tidur.

Apakah itu semacam sihir tidur? Tapi kabut masih belum hilang-desu wa ne.

“Waka, dengan ini bisakah kamu menceritakan dengan ekspresi wajahmu?” (Tomoe)

Tomoe-san memberi isyarat seolah membenarkan sesuatu.

“Sepertinya tidak ada masalah. Bisakah kamu memungkinkan untuk berkomunikasi saat berada dalam kondisi ini? “(Makoto)

Bgaimanapun itu tanpa ekspresi. Ini pertama kalinya aku melihat wajah itu. Aku merasakan niat jahat pada wanita yang membuat waka memiliki wajah seperti itu.

“aku akan menerjemahkan kata-katanya” (Tomoe)

“Aku tidak keberatan. Mari kita mulai “(Makoto)

Tampaknya keduanya tidak menyadari bahwa aku telah kembali. Alasannya mungkin, tekanan kuat yang dimiliki waka-sama. Tidak ada niat membunuh atau kemarahan tapi ada tekanan yang tak dapat dijelaskan.

“Tapi ini tidak berbeda dengan pengakuan dari intelijen. sungguh hambar “(Tomoe)

Untuk bisa memadukan pembicaraan sembrono dalam situasi seperti ini, Tomoe-san benar-benar sesuatu.

“Aku tidak peduli. Ini mungkin bukan hanya untuk sekedar selera tapi ini adalah bagaimana pekerjaan dilakukan. Biarlah ancaman atau obat terlarang itu, aku tidak peduli asalkan dia menumpahkan kacangnya “(Makoto)(TL Note:pembicaraannya terasa rumit)

“… mengerti” (Tomoe)

“Ini sangat membantu karena kamu berada di sini. Aku senang tidak perlu obat untuk membuatnya mengaku. Dan aku tidak tahu bagaimana menyiksa mereka setelah semua “(Makoto)

Dia tidak dingin namun dia tidak hangat.

Itu adalah suara yang terdengar tidak tertarik. Aku pernah mendengar bahwa di dunia waka, orang-orang tidak diizinkan untuk saling membunuh.

Itu sebabnya aku berpikir bahwa waka-sama pasti akan bermasalah saat harus menghadapi masalah kematian tapi …

… Mungkin.

Tidak, tidak peduli apa itu, itu sesuatu yang seharusnya tidak penting bagiku.

Bahkan jika aku tidak menerima perjanjian berkuasa, waka telah mengambil bagian dari jiwaku, aku telah memutuskan untuk mempersembahkan tubuh ini kepadanya.

Kecukupan dan kebahagiaan ini, semua itu adalah hal yang telah diberikan waka-sama kepadaku.

Segala sesuatu yang lain hanyalah hal yang tidak penting.

Ya itu benar. Aku telah menegaskan kembali perasaanku sendiri.

Mereka berdua terus melakukan interogasi.

Dari percakapan mereka, aku bisa mendapatkan bahwa mereka telah melakukan sesuatu dari pengkuannya dan berjalan lancar.

Mereka pasti menanyakan sebagian besar dari kebutuhan mereka. Mereka berdua bernapas dalam-dalam dan kabut menyebar, mereka saling memandang wajah masing-masing.

Ini mungkin saat yang tepat.

“Terima kasih atas kerja kerasmu, apakah kamu sudah selesai?” (Mio)

“Hah? Oh, Mio. Baiklah, bagaimana dengan bagianmu? “(Makoto)

Waka-sama sepertinya terkejut sesaat tapi dia segera kembali ceria dan menanggapiku. Dirinya yang biasa.

“Tentu saja aku sudah selesai. Itu sangat tak menimbulkan selera”(Mio)

Aku melihat sekilas Tomoe-san. Dia tersenyum kecut dan mengucapkan beberapa kata permintaan maaf.

“kamu telah banyak membantuku. Ini telah benar-benar pergi ke rute yang sangat disukai Tomoe “(Makoto)

Tomoe-san?

Jika aku ingat dengan benar, itu adalah ‘kejahatan sempurna’, orang seperti itu. Aku tidak bertanya secara rinci tentang hal itu.

“Tidak, tidak, dengan apa yang terjadi, tidak akan ada penguntit mulai sekarang, nah, sepertinya tidak akan begitu menarik” (Tomoe)

Aku tidak bisa mengerti setengah dari apa yang coba dikatakan Tomoe-san.

Yang aku mengerti adalah bahwa dalam beberapa hari situasi akan teratasi.

“Lalu, apakah itu berarti kita akan mulai bergerak besok?” (Mio)

Ketika dia berbicara tentang penguntit dia pasti mengacu pada wanita berpakaian hitam ini. Maka itu berarti kita selesai malam ini.

Lalu tindakan apa yang kita ambil berikutnya?

Ah ~ dadaku berdenyut-denyut !!

“A-Ara ?! Um waka-sama, ini? “(Mio)

Sementara aku tenggelam dalam fantasiku, aku ditunjukkan secarik kertas.

Mungkinkah itu gambar yang dibuat dengan menggunakan arang? Ada satu perempuan muda tersenyum riang.

Itu digambar dari dada ke atas, mudah untuk melihat wajah tersenyum. Itu dibuat dengan sangat baik.

“Itu kakak perempuan gadis itu” (Makoto)

Waka-sama bercerita tentang arti dari objek ini. Ah ~ begitu. Jadi gadis ini.

Pertama, alasan kami membawa gadis ini ke sini adalah karena dia bertanya tentang kakaknya yang hilang.

Saat itu aku merasa, meski hanya sesaat, kehadiran seseorang yang memantau kami, jadi waka-sama memutuskan untuk membawa gadis itu bersama kami.

Aku tidak punya keinginan untuk menghentikan waka-sama, jika itu sesuatu yang waka-sama telah putuskan maka aku tidak memiliki keluhan.

“Aku punya ide dimana gadis ini berada. Jadi, aku minta maaf tapi aku akan meminta kalian berdua untuk segera mencarinya “(Makoto)

… wa?

U-Uhm. Apakah ini berarti? Bahwa kita tidak akan tidur?

“Wa-Waka ?! Apakah kamu mengatakan bahwa aku akan pergi tanpa makan dan tidur ?! “(Tomoe)

Keberatan Tomoe-san benar-benar akurat-desu!

“Betul. Kalian baik-baik saja bahkan jika kamu tidak tidur setiap hari kan?”(Makoto)

Uh un Tentu, kita bisa dengan mudah pergi beberapa bulan atau bahkan mungkin beberapa tahun tanpa masalah tapi.

Sebagai familiar waka-sama aku ingin hidup seperti bagaimana tuanku hidup.

Juga…

“Itu, um, itu benar tapi …” (Mio)

“Waka, aku ingin tidur! Karena tubuhku berubah seperti ini, aku telah memahami kenyamanan tidur-tanpa ada yang memanggil! “(Tomoe)

Tomoe-san benar-benar berkata sacara langsung. Tapi aku juga sama. Sejak saat aku berubah menjadi manusia, hanya beberapa hari saja, tapi aku pikir aku merasakan kenyamanan tidur.

“Tomoe, aku pikir kamu sudah tahu tentang interogasi dari sekarang tapi tidak ada jaminan bahwa gadis ini baik-baik saja. kamu harus tahu tempat itu, jadi kalau kamu berdua maka sebagian besar masalah bisa ditangani “(Makoto)

“Meskipun ini adalah situasi dimana kita tidak memiliki jaminan, apakah kita harus cepat-desu no?” (Mio)

Aku mengatakan pertanyaan yang ada dalam pikiranku. Tapi sepertinya ini adalah suara ringan karena mata waka-sama hampir tanpa ekspresi sekali lagi.

“Mio, jika mungkin, aku ingin menyelamatkan kakak perempuan gadis ini. Aku akan bertanya kepadamu, jika dia aman, lindungi dia dan bawalah dia ke sini dengan selamat. Sekalipun tidak memungkinkan, cobalah yang terbaik untuk memberi tahu aku secepat mungkin. Oke? “(Makoto)

*Anggukan

Aku diam-diam menyetujui. Rasanya tidak nyaman. Aku tidak ingin waka-sama melihatku dengan mata itu.

Pandangan anorganik yang terasa seperti kehilangan semua minat. Bagiku untuk menjadi eksistensi yang tidak ada artinya baginya, aku tidak ingin hal itu terjadi!

Ketika aku mencari Tomoe-san dengan mataku, aku melihat bahwa dia dengan gugup mengayunkan kepalanya ke atas dan ke bawah.

“Aku minta maaf, besok aku akan pergi ke daerah perdagangan dengan gadis ini jadi jangan khawatir. Untuk saat ini konfirmasikan keamanan gadis itu. Kami tidak memiliki cukup tangan, kita harus menggunakan semua yang kita miliki di tangan “(Makoto)

“Kalau begitu bagaimana keadaannya maka mau bagaimana lagi. Tugas Koumon-sama adalah untuk melindungi orang yang bermasalah dan menunggu laporannya. Mio, ayo pergi “(Tomoe)

Tomoe-san sepertinya sudah memahami. Itu adalah pertukaran yang tidak aku dapatkan.

Tapi aku bersyukur bahwa tempat itu telah tenang sedikit.

Lebih baik waka-sama menjadi ceria. Aku berterima kasih pada Tomoe-san untuk itu.

“Ah, dan juga …” (Tomoe)

Saat kami akan keluar dari pintu, Tomoe-san berbalik.

“Apa itu?” (Makoto)

Aku senang, waka-sama berbicara dengan cara biasa.

“Ketika masalah ini terselesaikan, aku ingin menyebut diriku dengan kata ‘washi’ – desu ga” (Tomoe) (TN: washi seperti cara yang lebih tua untuk memanggil diri sendiri)

Aku merasa waka-sama langsung kehilangan semua ketegangannya.

Aku juga-desu. Hal seperti itu sebaiknya kamu lakukan saja jika kamu mau.

“A-Aku tidak berpikir aku keberatan tapi, lebih seperti, mengapa kamu bertanya?” (Makoto)

Serius-desu.

“Baiklah – cara itu sesuai denganku tapi, seperti yang diharapkan, dari pendirianku, aku seharusnya tidak pergi dengan ‘washi’ atau begitulah pikirku. Aku merasa bahwa ini adalah merek dagang untuk Koumon-sama setelah semua “(Tomoe)

“… Lakukan sesuai keinginanmu” (Makoto)

“Oh! aku berterima kasih untuk itu-desu zo! Lalu !! “(Tomoe)

Santai saja ekspresi wajahnya, Tomoe-san mengungkapkan rasa terima kasihnya dan membuka pintu. Aku mengikutinya dan meninggalkan penginapan. Dia tahu tempat yang harus kita kunjungi jadi aku harus mengikutinya.

Ketika kami berada di luar, aku memiliki satu hal yang ada dalam pikiranku.

Untung itu hanya aku dan dia. Itu juga sangat larut sehingga tidak ada tanda-tanda orang berjalan-jalan.

“Um, Tomoe-san. Waka-sama nampaknya cukup ribut tapi, apakah ada yang terjadi? “(Mio)

“Aku tidak tahu. Berkat kamu percakapan bisa berlanjut, jujur ​​saja, kamu adalah penyelamat. Potret ini, kamu pernah melihatnya juga kan? “(Tomoe)

“Ya, itu onee-san dari gadis yang kita bawa pulang” (Mio)

“Benar juga kalau begitu. Gadis itu sepertinya pandai menggambar sehingga nampaknya dia disuruh membuat gambar kakaknya “(Tomoe)

“Itu cukup mengesankan untuk seseorang seusianya” (Mio)

Kudengar dia baru berumur 10 tahun.

“Umu, tapi sejak saat itu-nan ja. Mata Waka seperti, dirampas dari semua emosinya, tapi mereka membawa tekanan aneh di dalamnya “(Tomoe)

Aku mengingatnya sebentar. Benar, aku belum pernah merasakan tekanan diam seperti itu sebelumnya.

“Mungkin dia kenalan waka?” (Mio)

“Itu pasti tidak mungkin. Waka tidak hanya tidak memiliki teman, ia seharusnya tidak memiliki satupun kenalan-ja “(Tomoe)

Dengan cara berbicara yang terasa seperti itu memiliki makna tersembunyi, Tomoe-san benar-benar menyangkal apa yang aku katakan.

“… Tomoe-san benar-benar tahu banyak tentang waka-sama ya. Meskipun belum lama sejak kamu bertemu dengannya “(Mio)

Dari apa yang dikatakan waka-sama kepadaku, seharusnya baru beberapa hari sebelum bertemu denganku.

“Bisa dibilang begitu. Kasusku agak istimewa “(Tomoe)

“Apakah boleh aku bertanya?” (Mio)

“Ya, aku tidak keberatan. aku bisa mengendalikan ilusi tapi, ini mungkin hasil sampingan dari prosesnya, kemampuan yang sama sekali berbeda dibuat “(Tomoe)

“… dan kesimpulannya adalah?” (Mio)

“Aku bisa melihat kenangan targetku. Dan aku melihat mereka. Itulah yang terjadi “(Tomoe)

“kamu melihat?! Kenangan Waka-sama ?! Seorang wanita yang seharusnya menjadi budak ?! “(Mio)

“Saat itu kami masih musuh. Sama seperti kasusmu “(Tomoe)

Ugh. Saat dia mengatakan itu seperti itu, sepertinya dia benar. Pertemuan kami adalah sebuah serangan tapi.

Sungguh membuat iri, maksudku, tindakan yang tidak sopan.

“Lalu, tentang waka-sama?” (Mio)

“Kamu harus mendengarnya langsung dari waka. Belajar tentang satu sama lain dan membangun kepercayaan “(Tomoe)

“Uh, itu argumen yang bagus tapi tidak adil” (Mio)

“Saat ini aku tidak dapat melihat. Omong-omong aku juga tidak bisa melihat kenanganmu. Meskipun Waka memberiku izin untuk sebagian kenangannya”(Tomoe)

Kenanganku, Apakah aku memiliki kenangan akan waktuku saat aku didorong oleh naluriku?

“Lalu, ada informasi tentang gadis itu di dalam kenangan yang pernah kamu lihat?” (Mio)

Itu benar, seharusnya ada sesuatu di dalam ingatannya.

Tapi Tomoe-san menggelengkan kepalanya secara horisontal.

“Seperti yang diharapkan, aku tidak dapat mengatakannya sebanyak itu. Karena perjanjian tersebut, ada banyak bagian yang sudah disegel. Ada beberapa kenangan yang tidak bisa aku sebutkan, mungkin ada beberapa informasi di dalamnya tapi tidak masalah, yang pasti adalah itu … “(Tomoe)

Tomoe yang sedang berjalan di depan, berbalik.

“Kecuali kita membawa informasi tentang keamanan gadis itu, waka akan tetap berada dalam mood yang keras untuk sementara waktu” (Tomoe)

Itu pasti hal yang penting – desu.

Sejujurnya aku tidak ingin melanjutkan perjalanan dengan suasana seperti itu. Aku ingin menghindari itu semua. Aku mengerti, ketika aku memikirkannya, pasti memang begitu.

“Aku mengerti. Sebelum memikirkan pengucilan yang tidak perlu, pertama-tama kita harus berkonsentrasi pada menyelesaikan misi-desu wa ne “(Mio)

Untuk kepentingan masa depan juga.

Dengan menggunakan teknik yang membiarkanku berbaur dengan lembut ke dalam bayang-bayang, aku melanjutkan misi untuk melanjutkan perjalanan menyenangkan kita.
Load Comments
 
close