Isekai Mahou wa Okureteru! Chapter 002 - Tiba-tiba di Dunia Lain



"Itatata ..." (Suimei)


Suimei mengeluarkan suara sedih pada rasa sakit di bagian bawahnya, yang merupakan harga dari peristiwa yang tiba-tiba dia bahkan tidak bisa bereaksi.

Itu datang entah dari mana. Tentu, dia telah memprediksi bahwa sesuatu akan terjadi, tapi itu terlalu mendadak untuk menyiapkan diri.

Tanahnya keras. Mungkin trotoar atau ubin batu. Jatuh telentang, tulang ekornya sakit. Itu terjadi beberapa saat yang lalu.

Jadi, bagaimana ini bisa terjadi? Aku bahkan tidak perlu mengingatnya, karena itu hanya terjadi beberapa detik yang lalu.

Dalam perjalanan pulang dari sekolah dengan kedua temannya, dia ditarik bersama teman temanya ke dalam sebuah lingkaran sihir teleport yang tiba tiba muncul di jalan.

Dan di tujuan teleportnya, dia tersentak di bagian pantatnya.


(... omong kosong apa ini.) (Suimei)


Suimei telah menjelajahi sihir rahasia di era modern dengan banyaknya gedung pencakar langit. Dia hanya mulai mempelajari sihir sekitar dua belas tahun yang lalu namun dia cukup percaya diri dengan skillnya.

Namun dia sebagai penyihir modern dengan mudahnya terjatuh pada perangkap sihir yang dipersiapkan oleh orang lain ini.

Dia telah merasakan dan bahkan melihat itu, namun dia tidak dapat bereaksi dan mengamati dengan mudahnya. Jika itu bukan kesalahan, lalu apa? Dia merasa malu dan kecewa pada dirinya sendiri. Dengan mata yang masih berkaca kaca dari rasa sakit di pantatnya dan penghinaan itu. Suimei tiba-tiba menghadap ke samping, khawatir tentang teman-temannya yang telah berjalan selain dia–

Di samping dirinya membelai pantatnya, temannya Shana Reiji berjuang dengan rasa sakit yang sama di pantatnya seperti Suimei.



"Hei, Reiji, kau baik-baik saja?" (Suimei)

"Ya, begitulah. Kau?" (Reiji)

"Pantatku sakit. Serius, aku merasa seperti itu telah terbelah menjadi dua..." (Suimei)

"Hahaha, kamu juga, uh ... Tunggu, apa hanya kau di sini, Suimei?" (Reiji)



Untuk sesaat, Reiji tertawa oleh lelucon konyol Suimei. Tapi kemudian, dia yang merasa tidak nyaman melihat tidak adanya teman mereka yang lain Anou Mizuki, seorang yang telah berjalan bersama mereka.

Dia pasti tidak ada di sini. Gadis itu, seorang yang telah berjalan di samping mereka beberapa saat yang lalu, itu tak bisa ditemukan.

Dia melihat sekeliling sebentar. Sekitar ruangan itu tertutup oleh dinding batu dan kecuali sebuah lilin tua, yang memberikan pencahayaan redup, tidak ada. Tidak, terdapat sesuatu: Sebuah pintu kuat dan pola di lantai keras yang mereka duduki, itu lingkaran sihir teleport.


"Y- Yeah, Mizuki tidak di sini…" (Suimei)


Suimei bergumam agak bingung dalam ekspresi kecemasan atas temannya yang hilang. Sementara itu Reiji mulai memutar otak dengan ekspresi yang lebih bingung.


"Kenapa ... dan dimana kita ...?" (Reiji)

"Aku juga tidak tahu. Tapi aku tahu bahwa kita dibawa ke tempat yang diketahui oleh keinginan seorang." (Suimei)

"… apa yang kau maksud dengan itu?" (Reiji)


Reiji tampak ragu pada lingkaran sihir besar di lantai. Suimei mengikutinya dan melihat itu juga. Dengan satu lingkaran besar yang digambar dari lebih dari empat lingkaran dan pola geometris di dalamnya bahkan tidak cocok dengan 4 atau 5 unsur kebaratan, maupun 5 unsur dari china. Dan kata kata yang belum pernah dilihatnya sebelumnya pada lingkaran sihir di tempat ini. Dia bisa bilang bahwa lingkaran itu mirip dengan pemanggilan yang dia kembangkan sendiri, tapi pengetahuan itu hanya terpakai untuknya. Reiji adalah seorang remaja biasa, dia jelas tidak tahu apa apa tentang ini. Suimei mengenalnya sejak SMP dan namun tidak pernah bilang kepadanya bahwa dia adalah seorang penyihir. Oleh karena itu Reiji hanya tahu tentang perasaannya pada subculture seperti manga atau anime.

Dan kecurigaan mulai muncul dalam diri Reiji, dia hanya bisa menebak samar samar bahwa mungkin hal ini adalah alasan untuk situasi mereka saat ini.

"Sangat memungkinkan" (Suimei)

"Uwah..." (Reiji)


Dengan Suimei yang selesai menjelaskan situasi ini, Reiji tiba-tiba membuat tampilan lelah. Ini tentu adalah saat yang tepat untuk wajah seperti itu. Bahkan Suimei sendiri memiliki sentuhan pahit di wajah bingungnya sekarang.


"… Hey, Suimei. Entah bagaimana, perkembangan tiba-tiba ini tampak benar-benar akrab bagiku" (Reiji)

"Aku yakin. Novel dari Mizuki dari hari yang lain memiliki hal yang sama" (Suimei)

"Aku tahu, kan? Itu benar benar menyerupai adegan dimana si MC tiba tiba dipanggil dan disuruh untuk mengalahkan Raja Iblis" (Reiji)

"Ini tidak lucu. Aku tidak bisa tertawa dengan candaan ini" (Suimei)

"Un" <Reiji>


Suimei mengalihkan pandangannya dari Reiji untuk saat ini dan diam-diam mengamati sekitar dengan sihir.

Ini terlalu aneh berakhir dengan perkembangan yang sama dengan sebuah novel. Jadi dia tidak dapat menerima ini, namun jika ini bukan Bumi, maka pasti ada berapa perbedaan di lingkungan.

Sedikit demi sedikt, dia mengumulkan informasi. Grafitasi ini normal dan atmosfir memiliki komposisi yang sama juga. Ini dapat diterima karena perbedaan wilayah.


(Mana begitu banyak disini … Apa karena ruangan ini?) (Suimei)


Memang, sumber untuk kekuatan mistik di udara yang dipanggil Mana sangat banyak di sini. Begitu banyak sampai setara dengan tempat seperti di atas Spirit Vein*, kuil suci atau pusat dari Bumi. Namun, memutuskan bahwa ini adalah dunia yang berbeda hanya berdasarkan pada itu, itu akan melonjak ke arah yang benar benar tidak masuk akal.

Ini mungkin bahwa mereka hanya memilih tempat dengan tingkat kepadatan mana yang tinggi untuk mengaktifkan lingkaran sihir. Sebenarnya, itu adalah penjelasan yang paling masuk akal.

Untuk memulai bersama, Reiji tidak punya cara untuk menyelidiki Mana dan tidak dapat merasakan perubahan di dalamnya. Firasatnya pasti datang dari sesuatu yang lain.


"Reiji, apa yang membuatmu berpikir itu?" (Suimei)

"Aku baru saja mendapatkan firasat yang sangat kuat ini" (Reiji)

"Oh man, apa otakmu mulai mencair, sayangku Reiji?" (Suimei)

"Tidak, ini tidak seperti aku disambar oleh gelombang elektromagnetik aneh. Hanya saja lihat ....." (Reiji)


Sebuah suara tubrukan mengikuti setelah Reiji berkata kata. Dia memukul ringan lantai di luar lingkaran sihir, dimana lantai sihir telah hancur menjadi debu.


"Gak mungkin" (Suimei)


Suimei membuka lebar matanya setelah melihat itu. Bahkan jika Reiji adalah atlet super yang tampan, ini benar-benar berjalan terlalu jauh. Itu tidak mungkin,dibutuhkan tenaga besar untuk menghancurkan batu. Ketukan biasa tak akan bisa melakukan itu. Mungkin jika dia menggunakan penampilan luar biasanya, tapi tidak, itu mengarah ke arah yang berbeda.


"lihat, aku dapat melakukan itu" (Reiji)

"Jangan beri aku itu. Berhenti memberiku ide-ide aneh ... " (Suimei)


Sialan. Sebuah sihir doa yang secara permanen memperkuat tubuhmu yang aman sangat mengesankan ... Pikirannya mengembara ke arah itu, tapi kemudian tiba-tiba ia menyadari bahwa pikirannya bekerja seperti itu dan menganalisis kelebihan dan kekurangan sihir karena ia sendiri adalah seorang magician. . Ada hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu, tapi ia tidak memiliki ketegangan untuk itu.


"jadi, bagaimana denganmu Suimei" (Reiji)

"Tidak..." (Suimei)


Reiji bertanya kepadanya, tapi dia hanya bisa menjawab seperti itu. Bahkan ketika dia mengepalkan tangan atau ditransferkan dengan Mana, itu tidak terasa seperti sedang diperkuat sama sekali. Kemungkinan besar, hanya Reiji yang dipilih untuk posisi pahlawan suci yang mengalahkan kejahatan Raja Iblis. Jika demikian, maka Suimei benar-benar keluar dari tempat di sini.

Dia menjatuhkan bahunya, dengan jelas terperangah, dimana lingkaran sihir di bawah kakinya tiba-tiba mulai berkilau. Ekspresi Reiji menjadi penuh dengan kegelisahan.


“Ini …” (Reiji)

“Aktivasi ini ...! Apa kita akan di teleport lagi atau ... ” (Suimei)

"Diteleport !?" (Reiji)


Reiji dengan cepat bersiap, Suimei juga menempatkan dirinya waspada sambil mendengarkan jawaban akurat Reiji. Kemudian lingkaran sihir yang lebih kecil muncul di udara.


"Ini dia!" (Suimei)

"..!" (Reiji)


Segera bayangan hitam muncul dari lingkaran sihir, Reiji mulai bergerak. Mungkin dia mengidentifikasi apa yang muncul? Gerakannya lincah lebih dari sebelumnya. Ini pasti efek dari penguatan fisiknya.

Jadi Reiji berhasil menangkap Anou Mizuki segera setelah dia melihatnya muncul di udara.


"Mizuki!" (Reiji)

"Fueh? Reiji-kun, bagaimana … ?" (Mizuki)

"Baik untukmu, Mizuki. Reiji benar-benar menyelamatkan pantatmu" (Suimei)


Dan dengan seperti ini, mereka bertiga berkumpul kembali di tempat yang tidak diketahui.
Load Comments
 
close