Isekai Mahou wa Okureteru! Chapter 004 - Penolakan Mutlak di Ruang Pemirsa

Setelah kedatangan mereka ke dunia lain melalui pemanggilan, sang putri muncul dengan permintaan untuk menyelamatkan dunia. Dalam suasana yang tak wajar dan terkendali ini, perkembangan ini tampaknya telah tertunda. Baiklah itu memang tak membantu namun pasti sesuatu kebingunan telah menyebar.

Sementara mereka terkejut atas apa yang Putri tanyakan. Putri mulai menanyai mereka dengan ekspresi agak bingung.


"Maaf, aku tahu ini sangat mendadak, namun, yang mana dari kalian yang merupakan Pahlawan?" (Titania)

"Um ..." (Reiji)

"Itu dia ..." (Mizuki)


Dalam pertanyaan ini, Reiji dan Mizuki saling memandang dengan wajah khawatir. Tidak mungkin salah satu dari mereka adalah pahlawan. Awalnya mereka hanya orang normal. Jika mereka bertanya "Apa yang kau maksud dengan pahlawan?", Maka itu akan menjadi setara dengan "Aku jelas bukan pahlawan." Oleh karena itu, tidak akan ada artinya untuk pertanyaan itu, tetapi kurangnya pemahaman tentang apa yang ditanyakan adalah masalah

Suimei, di sisi lain, berencana untuk memperoleh informasi dari orang yang memanggil mereka di sini bertanya


"Boleh aku berbicara?" (Suimei)

"Ya, silahkan" (Titania)

"Kamu memanggil kami untuk mendapatkan pahlawan, apa tidak ada tanda-tanda yang dapat mengidentifikasi seorang pahlawan?" (Suimei)

"Cara mengidentifikasi pahlawan ... kah?" (Titania)

Suimei: "Ya." (Suimei)


Setelah itu, Titania melihat pada Felmenia yang pendiam, yang mengangguk dan menoleh ke mereka bertiga.


"Jika ada hal seperti itu. Pahlawan yang dipanggil oleh upacara, yang dikatakan sebagai pria hebat tanpa batas, untuk menyeberang ke dunia ini, menerima perlindungan ilahi dari unsur-unsur, dan kekuatan besar ini dipertahankan dalam tubuhnya, Apa ada di antaramu dalam situasi yang sama?" (Felmenia)

"Jika itu masalahnya, maka kupikir aku ini. Setelah aku datang ke sini, aku merasakan kekuatan luar biasa yang datang dari dalam diriku" (Reiji)


Reiji menjawab. Para kesatria di sekitar mulai bergumam satu sama lain. Ya, di sini, kekuatan terwujud dalam dirinya. Namun, baik Mizuki dan Suimei berada dalam situasi yang sama dan tidak ada kekuatan yang terungkap.

Jadilah itu karena ...


(Dari elemen huh.....) (Suimei)


Suimei bergumam pada dirinya sendiri karena dia sendiri meragukan motif mereka sebenarnya. Elemen elemen juga terdapat di dunia mereka sendiri, terdapat 4 atau 5 elemen utama seperti tanah, air, api dan udara. Selain elemen tersebut, yang mana memainkan peranan yang penting, yang mungkin juga menjadi bagian dari salah satunya.

Tapi, hanya dengan mendengar nada yang diberikan Felmenia, itu seolah olah meyakinkan bahwa akan terdapat orang yang seperti itu. Landasan keyakinan pada itu adalah sihir. Bahkan jika energi sihir merupakan bagian dari landasan tersebut, itu tetap masih agak aneh. Atau mungkin, sihir di sini seperti yang perempuan itu katakan.

"Kamu pahlawannya, kan?" (Titania)

"Eh ... Ya." (Reiji)


Sementara Suimei berpikir, Titania, seolah olah dia terpesona, telah menatap Reiji. Sebagai seorang Pahlawan, Titania mungkin harus meningkatkan semacam simpati pada Reiji. Selain itu, mengkesampingkan soal wajah Reiji, yang terdapat semacam keagungan. Reiji, seseorang yang sedang bertatap muka dengan Titania kebingungan terhadap perubahan tiba tibanya.

Dan kemudian, Titania tiba-tiba meraih tangan Reiji.


"Pahlawan, tolong, bagaimanapun juga, tolong, bantu kami." (Titania)

"!? Eeeeeh " (Reiji)

"Pu-putri ..." (Felmenia)


Kejadian tiba tiba ini bahkan menyebabkan Felmenia keheranan. Dengan suara yang tak sabar, Dia memanggil Titania.

Ketika Titania menyadari apa yang telah dia lakukan, dengan cepat dia melepaskan tangannya, wajahnya pun mulai memerah.


"Ahh.. maaf, Pahlawan … Apa yang saya baru saja lakukan sungguh kasar … Setelah ini, saya pikir ayah saya akan menjelaskan kepada Anda di ruang pertemuan, jadi kumohon tanggapi itu " (Titania)

"Aku-- Mengerti" (Reiji)

"Kalau begitu, silahkan lewat sini. Aku akan menunjukan jalannya" (Titania)


Dengan perkataan Titania, para prajurit sekali lagi membuka jalan untuk Reiji dan kawan-kawannya.



☆ ★ ☆ ★ ☆ ★



Dengan perkataan Titania, para prajurit sekali lagi membuka jalan untuk Reiji dan kawan-kawannya.

Saat mengikuti para prajurit, mereka bertahap mengunakan jalan itu ketika mereka berjalan. Seperti yang dikatakan Titania Ruang Pertemuan cukup dekat, di suatu tempat dalam istana.

Ketika mereka mengikuti para prajurit, dari jalan berbatu gelap yang diterangi dengan lilin, mereka masuk ke bagian dengan marmer terang.

Di jalan yang mereka lalui begitu jauh tadi, tidak terdapat ornamen indah dan cantik. Di sini dan di sana terdapat susunan karya seni yang belum pernah dilihat sebelumnya, serta melihat jenis jenis baru dari armor. Ini benar benar sebuah dunia baru, dunia pedang dan sihir fantasi. Nah, itu adalah kesan yang diberikan oleh benda benda di sekitarnya. Di sisi lain, terdapat orang yang mengatakan: bahkan benda benda di sini sangat tidak bervariasi.

Para prajurit berjalan dengan langkah yang mengagumkan, seolah olah untuk melindungi mereka. Ketelitian perhatian mereka karena mereka telah berlatih dan bahkan tidak ada satupun dari mereka yang berbicara.

Di samping sang putri adalah seseorang yang tampaknya disebut Coyal Guard(Penjaga Kerajaan). Penampilan kasar para penjaga menimbulkan perasaan yang sama seperti sebuah batu. Dan seolah olah untuk membuat kesan yang baik pada Reiji, Titania berjalan di samping dan terus berbicara padanya. Titania mulai bertanya dengan dari mana Reiji berasal, lalu bertanya berapa umurnya kemudian bertanya tentang apa yang dia sukai.

Namun Mizuki juga berjalan di sampingnya mungkin karena dia mulai gelisah. Meskipun dia bukan kekasih Reiji, namun dia adalah yang paling dekat untuk menjadi kekasihnya. Tentu saja dia, bertujuan untuk posisi itu.

Jika seorang gadis cantik dari posisi sosial tinggi menempel padanya, bagaimana pikiranmu tentang perasaan Mizuki? Bahkan meskipun cukup banyak ekspresi tabah di wajahnya yang ditunjukan, namun terdapat kedongkolan yang dapat terlihat.

Dan ada orang lain, Penyihir Istana Felmenia sedang…..


"Apa ada sesuatu yang salah denganku?" (Suimei)

"... Tidak" (Felmenia)


Sejak awal, hanya Tuhan yang tahu sudah berapa kali, dia mengubah arahnya ke Suimei dan meliriknya sembunyi-sembunyi, namun kemudian menyerah pada rasa ingin tahunya yang bercampur dengan sedikit permusuhan setelah mencegah pandangannya. Dan dia selanjutnya menghadap ke depan seolah tidak terjadi apa apa.

Namun kenyataannya, Suimei mengerang dalam pikirannya sekarang.


(Melakukan pertahanan dengan sihir adalah sebuah kesalahan. Di situasi ini, kemungkinan bahwa mereka telah melihatku dapat menggunakan sihir.) (Suimei)


Dia telah membuat kesalahan setelah kesalahan. Saat ini dia hanya ingin pergi menyembunyikan dirinya dalam sebuah lubang.

Keberadaan penyihir dan sihir harus disembunyikan. Di dunia sebelumnya, saat ini ilmu pengetahuan telah mendominasi, dan tidak peduli sihir apa itu, itu akan dianggap sesat. Ini adalah hal umum di dunia lamanya setelah menekan para penyihir. Namun, di dunia ini, bagaimana perlakuan terhadap sihir menjadi seperti ini? Keberadaan seorang yang menjadi seorang penyihir istana itu bisa berdampingan dengan Sang putri? Yang berada di Tingkat Kerajaan. Namun, untuk status biasa sihir dan penyihir itu belum sepenuhnya jelas.

Ini akan menjadi masalah sederhana untuk mengungkap keberadaan sihir di dunia lamanya, namun itu bodoh. Pertama-tama, itu akan menjadi penolakan pada Mizuki dan Reiji untuk mempelajari hal seperti itu, meskipun jika mereka berteman baik dengannya.

Dalam hal ini, prioritas utama adalah bagaimana menghentikan keterungkapan informasi. Lalu, ini akan menjadi tindakan langsung jika Suimei ingin menyelamatkan teman temannya.


"Kita sudah sampai. Di sini ruang pertemuan ayahku, mari masuk" (Titania)


Di antara pintu masuk dan ruangan itu, mereka tiba di sebuah pintu besar dan Titania meminta mereka untuk masuk ke dalam. Salah satu prajurit dengan cepat memanggil penjaga pintu, seorang yang bergumam sesuatu sebagai balasan.

Tak lama pintu besar perlahan terbuka.


"Apa-!?" (Reiji)

"!? Eeh" (Mizuki)


Reiji dan Mizuki terkejut, pintu yang terbuka tiba tiba membuatnya terkejut. Sambil menahan keterkejutannya Reiji dengan cepat bertanya pada Titania.


"Bagaimana cara membukanya?" (Reiji)

"... Itu dengan sihir. Apa itu sangat mengejutkan?" (Titania)

"Ah ... Di dunia tempat kami tinggal, tidak ada sihir" (Reiji)

"Benarkah? Jadi itu pertama kalinya kau melihatnya?" (Titania)


Titania tersenyum setelah mendengar suara terkesannya.

Di sisi lain, mata Mizuki mulai berkilau.


"... Luar Biasa. Sihir benar-benar ada" (Mizuki)


Mizuki tampaknya tertarik pada sihir. Dia adalah seorang gadis yang suka cerita yang melibatkan sihir.


Dan Suimei, tentu saja, menyadari penggunaan sihir. Meskipun dia tidak mengerti apa yang diucapkan penjaga, komposisi mantra, perluasan formula sihir, tugas mantra, hasil, dan doa sihir, dia telah memperhatikan segalanya.


(Angin, eh) (Suimei)


Apa yang membuka pintu adalah sihir sederhana. Pesonanya tiga bagian panjang, dan sihir adalah atribut angin dan hanya memiliki satu atribut perpindahan fisik. Namun-


(Meskipun itu hanya untuk membuka pintu, mengapa penggunaan atribut tunggal memakan waktu begitu lama? Tidak peduli berapa banyak mantra dari tingkat yang digunakan, menggunakan mantra tiga bagian untuk elemen tunggal terlalu tidak praktis ...) (Suimei)


Suimei sepertinya satu-satunya orang yang terkejut oleh sihir yang tidak sempurna itu.

Semua yang diperlukan, bahkan untuk membuka pintu yang tidak biasa itu, adalah sihir sederhana. Dengan mengubah energi sihir menjadi keadaan optimal, itu hanya perlu untuk membangun formula sihir minimum yang mungkin, dan hasil yang sama akan terjadi.

Meskipun hanya itu yang diperlukan, penjaga bahkan bertindak lebih jauh dengan menerapkan kekuatan atribut angin, dan karena itu Suimei tidak memahaminya. Tidak hanya akan meningkatkan panjang pesona, tetapi juga akan meningkatkan kekuatan magis yang dibutuhkan.

Dengan kata lain, itu sama sekali tidak praktis. Adalah akal sehat bahwa mantra tidak akan membutuhkan bahkan bernyanyi. Jika itu adalah Suimei, dia hanya perlu menggerakkan satu jari, dan pintunya akan terbuka "dengan sendirinya" darinya dengan cara yang sebelumnya.

Siapa di dunia yang bisa berinvestasi begitu banyak dalam membuka pintu sedemikian rupa? Bagi Suimei, itu tidak bisa dipahami.


(Yah, kukira itu hanyalah sesuatu yang dilakukan penjaga...) (Suimei)


Suimei merasionalisasi pikiran seperti ini, mengatakan bahwa penjaga hanya ingin menggunakan atribut angin untuk membuka dan menutup pintu.

Sementara Suimei memikirkan hal-hal itu, Titania tiba-tiba berbicara.


"Suimei-sama tidak terkejut dengan sihir?" (Titania)


(Sialan.) (Suimei)


"Eh? Oh, aku tidak benar-benar dapat terkejut dalam banyak hal … Hahaha" (Suimei)

"Oh, begitu? Tapi, jika tingkat ini tidak bisa mengejutkanmu, apa kau tahu, jika kau melihat latihan penyihir istana, dia bahkan mungkin untuk menghilangkan pelafalannya" (Titania)

"Itu luar biasa? Ah ... aku nyerah" (Suimei)

"Ufufufu ..." (Titania)


Titania tertawa dengan cara seorang putri. Namun, Titania telah benar-benar salah paham karena Suimei terkejut untuk alasan yang berbeda.

Pintu memerlukan waktu untuk terbuka, Suara Felmenia terdengar ketika dia memanggil Titania.


"Putri, sekarang saatnya" (Felmenia)

"Baiklah. lalu kemudian Hero-sama, Mizuki-sama dan Suimei-sama, ikuti aku" (Titania)


Saat dia mengatakan itu, dia memimpin dan pergi melalui pintu.

Kemudian, mereka datang ke sebuah ruang yang sangat besar dan luas. Ruangan besar itu berbentuk persegi, memiliki pilar batu yang tak terhitung jumlahnya, yang dilalui oleh garis kuat yang memisahkan antara bagian jalan dengan bagian ruangan. Ini adalah Ruang Pertemuan.


Reiji: "Uwah ..." (Reiji)

Mizuki: "Luar Biasa ..." (Mizuki)

Suimei: "Oh ..." (Suimei)


Ketiganya mengeluarkan keterkejutan mereka. Di Ruang Pertemuan, terdapat bangunan bangunan mewah. Bahkan Suimei, orang yang berpikir tentang sihir sebelumnya, terpesona oleh itu.

Di tengah tengah ruangan terdapat sebuah Singgasana indah, dengan seorang yang duduk di atasnya. Dia mungkin adalah raja, Almadias Root Astel. Di sampingnya, orang kepercayaan yang juga melewati masa mudanya dapat terlihat, serta banyak orang penting lainnya.

Tanpa banyak melirik sekelilingnya, dan hanya melihat ke depan, Titania berjalan ke depan. Dia berlutut kepada raja, seorang yang berada satu tingkat lebih tinggi dibandingkan tumpuannya. Selanjutnya Felmenia berlutut, lalu Ketiganya* dengan cepat mengikuti itu.

*Reiji, Mizuki dan Suimei

Setelah Sang Raja mengangguk mengizinkan setelah melihat bahwa semua orang ada di sana, Titania memulai laporannya.


"Titania Root Astel telah membawa para pahlawan yang dipanggil" (Titania)

"Baiklah, Titania sayang. Tapi ... kenapa ada tiga pahlawan?" (Raja)


Raja yang kebingungan bertanya, dan Felmenia menjawabnya menggantikan Titania.


Titania: "Keduanya adalah teman Pahlawan-dono, yang entah bagaimana terseret ke dalam pemanggilan."

Raja: "Apa!? terseret!? "

Titania: "Ya, sayangnya."


Setelah mendengar jawabannya, raja menyembunyikan keterkejutannya dengan memasang wajah pemberani Setelah itu, lingkungan dengan cepat menjadi bingung; dan pertanyaan seperti "Saya belum pernah mendengar sesuatu seperti" Apa yang kita lakukan sekarang? "Ini! "Dia mendengar dari teriakan kacau.



"Namun, bisakah hal itu terjadi? Pemanggilan pahlawan telah dilakukan berkali-kali sampai sekarang, oleh berbagai negara. namun hal seperti itu belum pernah terdengar, bukannya?" (Raja)

"Itu ... Bahkan aku tidak tahu alasan kenapa kedua orang itu di sini, dengan informasi terbatas sepreti ini. Namun, kenyataannya adalah bahwa mereka berdiri di sini. Itulah mengapa … Meskipun sangat disayangkan, mereka untuk terseret ke sini. Namun itu tidak ada yang berubah" (Felmenia)


Di tengah-tengah percakapannya dengan Felmenia, ekspresi Raja berubah menjadi suram. Urusan luar negri yang sudah dirundingkan dengan negara-negara lain mungkin akan sia-sia, dan membuatnya menjadi bingung karena mereka. Kemudian, Suimei bergumam pada dirinya sendiri.


(Mereka telah mengatakan banyak hal, saya ingin tahu apakah mereka memanggil orang lain dari tempat lain selain kita?) (Suimei)

(Menilai dari apa yang mereka katakan yang tampaknya menjadi masalah, atau lebih dari itu, seberapa antusias para raja iblis di dunia ini) (Suimei)


Jika aku bertanya pada Mizuki, Suimei akan mencapai batasnya. Untuk memanggil orang-orang dari dunia lain secara tiba-tiba, dan dengan paksa, pada dasarnya, mengubah mereka menjadi pengungsi, di samping itu, untuk mengatakan bahwa ada kehadiran yang mampu menghancurkan dunia dan memanggil para pahlawan berulang kali karena itu, sejujurnya adalah sebuah cerita konyol


(Di sisi lain, sepertinya situasi kita adalah yang pertama dari jenisnya) (Suimei)

(Ini benar-benar sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kita ...) (Suimei)


Sementara Suimei berbicara dengan suara rendah pada dirinya sendiri, percakapan antara raja dan Felmenia tampaknya berakhir. Itu terdiri dari pertanyaan seperti: "Siapa pahlawan itu?" Dan "Apakah orang lain juga memiliki perlindungan ilahi?"

Dan, kali ini, ekspresi raja telah benar-benar berubah dari keseriusan yang parah ke yang sangat kuat. Dengan kembalinya wajah aslinya, dia mulai berbicara.


"Hero, aku minta maaf atas panggilan tiba-tiba ke tempat ini. Saya raja ketiga belas dari kerajaan Astel, Almadias Root Astel. Dan ini adalah istanaku, istana kerajaan Calmenia" (Raja)


Setelah raja menunjukkan apresiasinya secara halus tersirat dalam kata-katanya, Titania membisikkan sesuatu kepada Reiji. Mungkin ada hubungannya dengan sopan santun untuk kasus seperti ini. Reiji segera berdiri.


"Ah?" (Suimei)


Suimei bingung, dan lingkungannya terganggu oleh kebisingan. Jelaslah bahwa keadaan saat ini luar biasa. Itu adalah kisah yang tidak terpikirkan hari ini, tetapi di dunia seperti ini yang mirip dengan Abad Pertengahan, raja pada dasarnya dianggap sama dengan dewa. di perusahaan seseorang, dan di tempat umum, tindakan seperti itu setara dengan penistaan.


Titania: "Tidak apa-apa Reiji-sama adalah pahlawan yang dipanggil untuk menyelamatkan dunia, jadi dia memiliki posisi yang tinggi. Karena itu, di tempat ini, di depan Ayahku, dia bisa berbicara sederajat, tidak ada masalah" (Titania)

"Begitukah?" (Suimei)


Rupanya Titania menyadari dan merespons ketakutan Suimei. Sepertinya, entah bagaimana, tidak ada masalah. Ia merasa tidak nyaman untuk apa yang akan terjadi, tetapi sekarang ada perasaan lega.

Menerima terima kasih raja, Reiji berbicara.


"Aku Reiji Shana, Yang Mulia. Aku merasa terhormat untuk memiliki khalayak menyambut pertemuan" (Reiji)

"Apa kau seorang Hero?" (Raja)

"Ya" (Reiji)


Setelah Reiji menjawab pertanyaan raja, lingkungan kembali bergerak. Pertanyaan seperti:

"Orang itu adalah pahlawan?", "Apa wajah ilahi," dan pemikiran tentang apa

Menarik bahwa Reiji tumpah ke mana-mana.

Ketika suara-suara di sekitar mereka akhirnya berhenti, raja berbicara.


"Jadi, apa dua orang di belakangmu adalah temanmu?" (Raja)

"Ya. Aku teman dekatnya Mizuki Anou." (Mizuki)

"Suimei Yagaki" (Suimei)


Mizuki dan Suimei menjawab ketika mereka mengangkat kepala mereka berlutut. Karena mereka bukan pahlawan, mereka tidak bisa berperilaku sama seperti Reiji, atau akan ada menyebabkan masalah.


"Begitu. Aku minta maaf untuk memanggil kalian berdua juga. Rasa bersalah ada di pihak kita, tapi ada yang bisa kami lakukan untuk kalian dalam permintaan maaf?" (Raja)

"Ya." (Suimei)

"Eh?" (Raja)


Sementara raja duduk di singgasananya, tanggapan cepat telah ditawarkan sebagai tanggapan.

Raja, dalam caranya, telah meminta maaf, tapi mengabaikannya adalah sesuatu yang mengganggunya.

Lingkungan menjadi sarang kebisingan lagi, dengan penyensoran, seperti "Kata-kata yang tidak sopan!"; Ada perbedaan besar antara waktu Reiji berbicara dengan raja dan sekarang.


"Ahem. Masih banyak yang harus dibicarakan dengan sang pahlawan, tapi kurasa kita akan berakhir di sini. Itu adalah doa yang mendadak. Pahlawan itu mungkin masih bingung" (Raja)

"Eh-" (Suimei)

"Pahlawan dan teman-temannya. Setelah ini, kursi akan disiapkan untuk pesta malam di ruang resepsi. Segera setelah persiapan selesai, kami akan membahas masalah utama mulai besok." (Raja)


Keramahantamah akan diperpanjang satu malam, Ini adalah pertimbangan spesial dari Raja. Setelah tiba-tiba dipanggil, mungkin mereka memerlukan perawatan spesial. Mendengar kata-katanya, ketegangan di atmosfer menghilang. Namun, ada satu orang yang berbeda pendapat.


"Tidak, Yang Mulia. Jika memungkinkan, bisa Anda berbicara tentang masalah utama di sini dan sekarang?" (Reiji)

"Apa kamu yakin, pahlawan? Dia baru saja datang ke sini, dan kemungkinan dia belum memutuskan tekadnya, kan? " (Raja)

"Ya. Bagaimanapun, ini adalah pola di mana Anda harus menghadapi raja iblis. Aku ingin bertanya tentangnya sesegera mungkin" (Reiji)


Raja menunjukkan pertimbangannya pada permintaan pahlawan setelah merenungkannya.


"... Dimengerti. Karena itulah yang diinginkan sang pahlawan, aku akan menceritakan kisahnya" (Raja)


Tapi, itu terjadi terlalu cepat. Dia tidak sabar dan tiba-tiba. Mereka belum membicarakan kasus yang belum pernah terjadi ini dengan ketiga orang ini.

Suimei, didorong oleh ketidaksabarannya, bertanya pada Reiji dengan berbisik,



"O-oi, Reiji! Apa yang akan kau lakukan? Apa kau harus menjawab setelah mendengarkan ini? Melainkan, ini masalah biasa-" (Suimei)

"Suimei. Sudah cukup, serahkan saja padaku" (Reiji)

"Apa? Biarkan kau -Reijiiii!" (Suimei)


Sebelum mereka selesai berbicara, Reiji melangkah menjauh, dengan Suimei yang marah pada sialan itu, membisikan ketidaksetujuannya.

Ini adalah sesuatu yang benar-benar Suimei tidak ingin pertanggung jawabkan. Untuk menekan Raja Iblis…… ada apa dengan cerita fantasi ini!? memperokasi pertarungan pada orang yang tidak memiliki pengalaman dan potensi bertarung itu bukan hanya gila, namun juga, yang terpenting, mereka tidak berkewajiban untuk melakukan hal seperti itu.

Selain itu, Suimei punya alasan untuk cepat kembali. Dia telah berjanji pada mendiang ayahnya untuk meninggalkan peninggalan proposal barunya tentang teori sihir. Meskipun mungkin benar bahwa penyihir ditakdirkan untuk selalu berada di risiko kehilangan nyawa mereka, itu bukan berarti mereka khawatir tentang hidup mereka atau apapun.

Sementara memikirkan hal seperti itu, dia cemas melihat pada Reiji yang pergi. Meskipun tidak ada alasan yang masuk akal bagi mereka untuk mengambil tanggung jawab ini, ada orang berhati lembut yang tidak biasa. Dia tidak bisa membantu namun tetap setuju.

Sang Raja bertanya pada Reiji yang sebelumnya melangkah maju.


"Sampai bagian mana cerita yang telah kamu dengar?" (Raja)

"Sebelumnya, dari sang putri, aku mendengar bahwa anda ingin aku untuk mengalahkan Raja Iblis. Selain itu, aku tidak mendengar apa-apa lagi" (Reiji)

"Begitukah? Baiklah, Gless" (Raja)


Raja melirik tenang pada pria tua di dekatnya, lalu pria itu mengangguk. Pria yang dipanggil Gless melangkah maju.


"Aku Gless Dures, Perdana Menteri Astel. Yah, pertama-tama, aku akan menjelaskan, mulai dari keadaan saat ini" (Gless)

"Silahkan" (Reiji)

"Di utara sini, di kerajaan Astel, yang berjarak sekitar tiga negara, ada negara beku bernama Noxius. Utara Noxius adalah perbatasan antara wilayah setan dan wilayah manusia, dan orang-orang yang telah menggagalkan invasi iblis sejak lama dipanggil ke benteng paling utara sekitar setengah tahun yang lalu. Namun, pada saat itu, invasi setan berhasil mengambil alih ibukota, dan menyebabkan jatuhnya Noxius" (Gless)

Dengan kesuraman yang menyebar di atmosphere, Perdana Mentri Gless melanjutkan ceritanya.


"Terlepas dari fakta bahwa orang-orang Noxius hidup dalam suasana yang tegang, mereka membanggakan kekuatannya yang tidak terkalahkan di daratan, dengan tentara nasional yang kuat. Namun, ketika dihadapkan dengan invasi jutaan tentara iblis, mereka sedikit demi sedikit tak dapat bertahan dan mereka jatuh dalam kurun waktu kurang dari setengah bulan" (Gless)


Kemudian, tampaknya Mizuki yang sedang kesulitan untuk menanyakan detailnya.


"Um ... Mengenai jatuhnya Noxius, orang-orang ..." (Mizuki)

"Para iblis tidak perlu untuk mengambil tawanan perang. Pada saat invasi, sebagian besar warga dibunuh oleh iblis, dan orang-orang yang selamat dari serangan pertama akan diburu. Sedikit yang selamat selamat karena keberuntungan mereka. Noxius, sebagai orang-orangnya, tidak ada lagi ....." (Glass)

"Memburu orang-orang, kau katakan? Itu ..." (Mizuki)

"Mereka adalah jenis dari monster iblis. Mereka benar-benar melihat rendah pada manusia, memperlakukan manusia seolah-olah mereka cacing, dan mereka memiliki lebih dari cukup kekuatan untuk kembali. Kami mencoba untuk bernegosiasi tapi respon mereka jauh dari persetujuan. Atau lebih tepatnya, apa yang mereka lakukan adalah sebaliknya yaitu menyerang kami" (Glass)


Setelah Mizuki mendengar cerita Gless, wajahnya memjadi biru. Mungkin dia tidak berpikir bisa ada cerita yang kejam seperti itu. Jika iblis yang berkenalan dengan gadis sering punya teman, maka sesuatu seperti hewan akan terselamatkan.

Saat ini, semuanya berkembang seperti seolah-olah itu sebuah cerita. Termasuk aku, ketika ada perkembangan cerita-seperti ini, yang sering terdapat keselamatan, dan kami masih optimis.

Namun, iblis iblis di dunia ini benar benar berbeda dengan yang ada di cerita.

Meskipun tidak mungkin untuk menerima seluruh isi cerita, kenyataan bahwa semua pembunuhan untuk benar benar menghancurkan Noxius adalah kebenaran. dan mereka harus berhadapan dengan monster tersebut…………….


"Kemudian setelah itu, menurut peramal Suci dari Gereja, iblis yang berkuasa tersebut menjadi satu yang dipanggil Nakshatra. Dia percaya bahwa jika iblis ingin dapat hidup bebas, maka manusia perlu untuk dihancurkan" (Gless)

"Negara-negara yang melihat betapa parah situasinya masing-masing mulai mengembangkan penanggulangannya sendiri. Tapi, Noxius telah dijatuhkan, dan mereka pada dasarnya menganggap bahwa kekuatan mereka setara dengan pasukan iblis, ide mereka untuk memecahkan kebuntuan tidak bekerja dan rencana mereka menghilang satu persatu. Itu adalah seberapa banyak kita manusia tidak memiliki kekuatan untuk melawan kegigihan penyihir." (Gless)


Berhenti sebentar di sini, Gless mengamati Reiji.


"Jadi. dari zaman dahulu, setiap negara telah diandalkan memanggil pahlawan dari dunia lain. Awalnya, hanya Guild Penyihir dan Gereja Suci yang mampu mengadakan pahlawan upacara pemanggilan pahlawan ini, dan di bawah kesepakatan mereka, upacara ini hanya akan diadakan ketika umat manusia jatuh ke dalam krisis besar. Jika setiap negara hanya mementingkan negaranya dan melakukan pemanggilan. maka dunia akan menjadi kacau"  (Gless)

"Dari yang kudengar dunia ini punya banyak masalah ..." (Reiji)


Reiji mengerutkan kening. Dia bisa mulai menangis juga jika dia mulai bertanya terlalu banyak tentang raja iblis


"Ya, Menurut apa yang telah berlalu, dua monster raksasa yang makan segala dan setiap makhluk hidup, telah muncul dua kali. Seorang Tyrant* yang mencoba menggengam dunia di tanganya tiga kali. Serangan Raja Iblis kali ini membuat total serangan menjadi 6 kali. Dan untuk menghindari krisis tingkat ini, Kerajaan Astel salah satu dari empat negara yang melakukan upacara pemanggilan pahlawan" (Glass)


(Empat negara...) (Suimei)


Setelah mendengar berita tak terduga ini, Suimei mulai bergumam sendiri. Mereka mungkin bisa menekan beberapa pria lain dengan permintaan yang sama konyolnya dengan penindasan raja iblis. Ketika mereka menyangkal, mereka selalu dapat menemukan beberapa tindakan pengamanan lainnya, dan Suimei dan yang lainnya tidak harus mengambil tugas yang mustahil.


"Dan kita yang dipanggil?" (Reiji)


Ketika Reiji bertanya tentang manfaat masalah ini, Gless memejamkan matanya dan memastikan dirinya.


"Seperti yang Anda katakan" (Glass)


Dan, Gless membuat wajah sedih lagi.


"Saat ini, invasi pasukan iblis telah melambat, tapi dalam waktu dekat, semua negara manusia di dunia, dan karenanya negara kita, akan diinjak-injak oleh pasukan iblis raksasa. Misalnya, seperti bagaimana Noxius dihancurkan" (Glass)


Warna wajah Gless menghilang, dan suaranya menjadi berat. Itu adalah perbuatan yang menimbulkan simpati. Itu licik dan agak menjijikkan, tetapi jika pemanggilan itu adalah perjanjian internasional, maka kegagalan akan mengakibatkan tidak hanya hilangnya wajah mereka dari diplomatik, tetapi juga hilangnya kepercayaan orang-orang. Sebagai perdana menteri yang tidak punya pilihan selain mengkhawatirkan seluruh negeri, dia tidak memiliki rencana, dan dia tidak bisa menahan benih ganguan di mentalnya.

Setelah Gless menyelesaikan ceritanya, melihat waktu yang tepat, Sang Raja berbicara.


"Pahlawan. Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kamu yang datang dari dunia lain, tapi, demi menyelamatkan orang-orang di dunia ini, dapatkah kamu membantu dengan cara apa pun?" (Raja)

"...." (Reiji)

"Tolonglah ... Dalam beberapa hal?" (Raja)


Raja memohon untuk kedua kalinya bagi Reiji, yang kepalanya memandang ke bawah, seolah-olah dalam refleksi yang mendalam.


(Nah tentu saja Raja akan bertekad untuk meminta bantuan dari Reiji) (Suimei)


Tapi, tentu saja, Suimei, yang tidak ingin berurusan dengan masalah ini, diam-diam berdoa kepada Reiji. Karena dia adalah seorang penyihir, demi perlindungan dan penyelidikannya sendiri, dia memiliki pengalaman tempur, tapi pada kenyataannya mereka tidak ingin berpartisipasi dalam pertarungan konyol seperti itu. Dia, tentu saja, tidak ingin mati.

Suimei, seolah mengesampingkan kegelisahannya, berdoa dengan sungguh-sungguh kepada para dewa yang tidak akan diterima Reiji.

Tidak ada yang berani menelan. Setelah beberapa saat hening, Reiji mengangkat wajahnya dengan tegas.

Y-



"permintaan itu, aku akan menerimanya" (Reiji)


(... Tentu saja dia tidak akan, dia seperti itu, dia berharap untuk mengambil Eh-? ) (Suimei)


Dia diterima. Sebenarnya dia menerimanya. Apa yang menurut Suimei dia dengar hanya dari imajinasinya sendiri.


"Begitukah! Maka itu adalah- " (Raja)

"Tunggu bentar!" (Suimei)


Suimei tidak bisa menerimanya. Menenggelamkan sepenuhnya suara gembira Raja, teriakannya bergema di seluruh ruang audiensi.

Suimei mengungkapkan pikiran batinnya dengan teriakannya, dan mengejutkan semua orang di ruang penonton. Mengganggu kata-kata raja itu kasar, tetapi tiba-tiba teriakan dan ketidakpercayaan rakyat mencegah siapa pun mengkritik Suimei.

Orang baik hati yang dia terima memiliki ekspresi kebingungan di wajahnya.


"Apa-apa yang terjadi Suimei? Tiba-tiba berteriak seperti itu ... " (Reiji)

"Jangan bicara padaku tentang berteriak di sini, bodoh! Orang yang menerima dan memiliki otak busuk itu adalah kau! kau baru saja mengatakan bahwa kau akan bertarung dengan orang berbahaya yang akan menghancurkan dunia! Mengapa kita harus bertarung melawan seorang pria yang memiliki pasukan dewa yang tahu berapa juta iblis!? Apa benar-benar aneh bahwa dia berteriak keras ketika dia bahkan tidak bertanya kepada kami tentang itu !? " (Suimei)


Suimei berteriak tanpa henti, semuanya tanpa bernapas. Reiji, dengan mata yang tidak fleksibel, menatap Suimei yang sekarang berusaha mengatur napas.


"Tapi, karena raja iblis, banyak orang memiliki pengalaman yang tidak menguntungkan dan lebih banyak lagi akan mengalami hal yang sama. Karena itu, upaya terakhir orang-orang adalah memanggil pahlawan, dan mereka memanggilku. Itu sebabnya aku akan melakukan apa saja untuk membantunya" (Reiji)

"Bagaimana kau sampai ke sana !? Kami tidak punya alasan untuk membantunya!" (Suimei)

"... Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa ini adalah pertama kalinya aku datang ke dunia ini seperti yang kau katakan, ... Kami tidak memiliki kewajiban untuk membantu, tapi ada harapan. Harapan adalah esensi setiap orang. Bukankah manusia hanyalah setumpuk harapan? Di sisi lain, rasa kewajiban tidak ada sejak awal, bukankah itu sesuatu yang diciptakan?" (Reiji)


Reiji merespons dengan cara yang agak filosofis.


"Itu benar, tapi ... Sebaliknya, filsafat semacam itu tidak ada hubungannya dengan masalah yang ada! Pertama-tama, apa yang bisa kau lakukan sendirian!?" (Suimei)


Saat ini, argumen Suimei tentang Reiji adalah itu. Reiji hanya seorang siswa. Tidak seperti kasus Suimei, Reiji tidak memiliki pengalaman dalam pertarungan. Tanpa membicarakan kemampuannya untuk bertarung, segala cara untuk menang tidak bisa dilihat.

Namun meski begitu, Reiji menggelengkan kepalanya.


"Kamu tidak mengerti. Ada kekuatan luar biasa dalam diriku pada saat ini. Aku mungkin bisa mengalahkan Raja Iblis jika aku memiliki kekuatan itu. " (Reiji)


Dan itu adalah istilah dengan hal seperti itu.


"Kekuatan apa yang luar biasa!? Tidak mungkin kau bahkan dapat mencoba melakukannya! Pada dasarnya, dia mengatakan hal-hal hebat seperti 'kita akan bertarung dengan jumlah besar itu, Aniki!' Dengan ketidakpedulian! Tidak peduli berapa banyak kekuatan yang kau miliki, tidak ada cara kau bisa melawan sejuta pasukan!" (Suimei)

"Tidak, aku tidak bisa mengatakannya tanpa mencoba. Orang-orang yang telah dipanggil ke dunia ini memiliki kekuatan untuk menyelamatkannya" (Reiji)


Itulah yang dikatakan sebagai kasusnya. Namun, pada akhirnya, itu bisa jadi cerita yang ditransmisikan oleh umat manusia.

Oleh karena itu.


"Jadi, memang begitu" (Suimei)

"Jawabanku tidak berubah. Aku tidak bisa meninggalkan orang yang punya masalah. Ini mungkin tidak bijak, tapi aku ingin bekerja sama dengan orang-orang di dunia ini" (Reiji)

"Reiji. lagi-lagi, kau ... " (Suimei)


Suimei, mendengarkan kata-kata tulus Reiji, di bawah nadanya. Setelah itu, mungkin ada sedikit rasa iba. Ini bisa dikatakan kelemahan Reiji. Dia tidak bisa meninggalkan orang dalam kesulitan. Sudah seperti itu selamanya. Sudah seperti itu sejak Suimei bertemu dengannya.

Dia akan selalu berlarian, mencoba menyelamatkan seseorang, menyeret orang lain seperti dia, tapi dia akan menyelamatkan semua orang pada akhirnya. Dia adalah pria yang tidak bisa mengesampingkan kelemahan ini. Itu adalah orang yang dikenal sebagai Shana Reiji.

Karena dia adalah teman baiknya, Suimei memahami karakter Reiji dengan cukup baik.


"Suimei. Jika kau  pikir itu tidak menyenangkan, kau tidak harus melakukannya. Jujur saja, jika kau bersamaku, itu akan meyakinkan, tapi orang yang menerima kekuatan ini adalah aku. Kau tidak harus ikut denganku"

"Kamu ... Tentu saja, aku tidak ingin melakukan itu, tapi itu ...!" (Suimei)

"Ya. Aku tahu kau akan khawatir tentangku, bukan? Selama ini kau adalah orang yang selalu mengikutiku jika aku tidak cukup" (Reiji)


Mengatakan hal licik seperti itu. Tepat semenjak Reiji adalah tipe seorang Pria. Suimei tidak bisa mengabaikannya dan mulai bergantung dengannya.


"Aku pasti tidak akan lakukan itu. Menyeretku ke dalam kekacauan … aku masih tidak ingin mati" (Suimei)


Seperti yang diharapkan, dia menolak. Tidak ada pilihan lain. Namun, Anda mungkin memikirkannya, itu terlalu sembrono.


"Tidak apa-apa. Maaf, Suimei" (Reiji)

"Jika kamu ingin meminta maaf, mungkin sebaiknya kau tidak melakukan itu ....." (Suimei)


Suimei berkata, seolah-olah dia baru saja berbicara, dengan suaranya setelah kembali ke seseorang tanpa kejutan atau pengunduran diri.

Sekarang, Reiji menoleh ke Mizuki.



"Aku akan pergi untuk mengalahkan Dewa Iblis. Karena itu, aku ingin kau tetap bersama Suimei, Mizuki" (Reiji)


Di depan wajah tekad Reiji, wajah Mizuki turun, dan dia gemetaran. Saya sedang memikirkan sesuatu.

Tidak ada jawaban untuk jangka waktu yang singkat, tapi tak lama kemudian, Mizuki, yang telah berhenti gemetar, mengangkat wajahnya yang tegas dan menatap Reiji.


"... Tidak, aku ikut denganmu" (Mizuki)

"Mizuki ..." (Reiji)

"Kau juga, Mizuki," (Suimei)


Suimei berkata dengan suara bingung. Dia tidak menyangka teman-temannya yang lain bisa mengatakan hal yang tidak realistis. Sama tidak realistis dengan yang dikatakan Reiji.


"Mizuki, kau tidak bisa. Apa yang akan aku lakukan berbahaya. Itu sebabnya aku tidak bisa membawamu bersamaku. Aku tidak ingin menempatkanmu dalam bahaya" (Reiji)


Ketika Reiji menolak permintaan Mizuki, dia menggelengkan kepalanya.


"Karena bagaimanapun juga tidak akan ada kedamaian jika raja iblis tidak dikalahkan, itu akan berbahaya di mana-mana. Itu sebabnya, meskipun sedikit, aku ingin membantumu. Aku tidak yakin bisa melakukan apa pun, atau mengerti jika aku merasakan tekad yang sama yang kau miliki, untuk membantu orang-orang di dunia ini, tapi aku masih ingin pergi bersamamu" (Mizuki)

"Ini akan berbahaya. Aku tidak yakin apa aku dapat melindungimu"

"Tidak apa-apa. Aku tidak peduli bahkan jika kau meninggalkanku. Jadi tolong ..." (Mizuki)


Jelas itu bukan yang diinginkan Mizuki. Namun, tinggal bersamanya begitu penting, dia berbohong.

Reiji, setelah beberapa pertimbangan, berbicara.


"Tidak apa-apa. Jika kau akan mengatakan itu, mari kita pergi bersama. Namun, apa pun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, oke?" (Reiji)

"Benarkah" (Mizuki)


Dia tampak senang, tapi di matanya kamu bisa melihat beberapa air mata dan sebuah tekad samar.


"Yang Mulia. Pertanyaan tentang raja iblis. kita berdua akan menghadapinya" (Mizuki)

"Dimengerti. Mizuki, apa kau benar-benar yakin tentang ini?" (Reiji)

"Ya!" (Mizuki)


Raja melirik Mizuki yang merespons dengan riang, dan kemudian mengalihkan pandangannya ke Suimei.


"Suimei, kamu masih ..." (Raja)

"Aku tidak bisa bertarung melawan pasukan yang tidak masuk akal. Aku tidak akan pergi bersama mereka" (Suimei)

"Begitukah ..." (Raja)


Suaranya bernada minta maaf, bukannya menyesal. Seperti yang diharapkan, saya memiliki perasaan campur aduk tentang panggilan itu.

Terlepas dari reaksi Raja, dan lingkungan mengkritik Suimei mengatakan hal-hal seperti "Meskipun gadis itu pergi, bocah itu ..." dan "Dia tidak memiliki kebanggaan sama sekali" dapat didengar.


(Orang orang yang tidak bergerak dari tempat aman mereka akan mengatakan apapun yang sesuka mereka. Yah, aku benar-benar tidak dalam posisi untuk berkata sesuatu, sejak aku memutuskan aku tidak akan pergi……….Bagaimanapun juga,, ada lebih banyak masalah penting untuk diurusi,) (Suimei)


Suimei membuang frustrasinya yang tertahan sambil menghela nafas, dan berhenti sejenak, sebelum meminta bantuan raja yang ia butuhkan dengan segala cara.


"Yang Mulia, saya punya permintaan yang bagus, bukan?" (Suimei)


Dia masuk ke keributan dengan suara lagi, dan seruan seperti "Apa penghinaan!" Dan "Anda tidak dalam posisi untuk meminta Yang Mulia Raja untuk bantuan!", Tetapi mereka diabaikan.

Sang Raja, khususnya, tampaknya tidak keberatan; Dia tidak mengangkat suaranya dan menjawab.


"Silakan" (Raja)

"Tidak apa-apa. Aku tidak akan membantu menekan menahlukan iblis, aku ingin menemukan cara untuk kembali ke duniaku" (Suimei)


Dia tidak ingin pergi berperang. Karena itu, tidak akan ada alasan baginya untuk tetap di dunia ini. Dia ingin menggunakan upacara pemanggilan lagi untuk segera kembali ke dunianya sendiri.

Namun, untuk beberapa alasan, raja tidak menanggapi.


"............" (Raja)


Sebaliknya, keheningan berat menyerbu ruangan itu. Jika seseorang melihat sekeliling, dia akan melihat Reiji dengan ekspresi kebingungan, dan Mizuki dengan wajah seolah-olah dia telah melihat sesuatu. Wajah Titania dan Felmenia bertubuh buruk, seolah-olah mereka telah memakan serangga.


Sumber itu adalah hal yang buruk. Suimei akhirnya meminta untuk kembali. Kemudian, wajah mereka menjadi seperti ini.

Selanjutnya, sebuah hipotesis muncul di benak Suimei.


"Hei, tunggu. Itu tidak mungkin ... " (Suimei)


Suimei tidak lagi menggunakan gelar kehormatan. Itu wajar, karena tebakannya tidak mengenai target.

Dalam waktu singkat, raja membuka mulutnya dengan resolusi.


"Maaf, tapi kamu tidak bisa kembali ke duniamu. Jangan salah paham; ... Bukannya aku tidak ingin mengirimmu kembali, sebaliknya, tapi metode untuk mengirimmu kembali tidak ada" (Raja)

"Sialaaaaan" (Suimei)


Teriakan kedua dari hari Suimei bergema di seluruh ruang audiensi.
Load Comments
 
close