Isekai Mahou wa Okureteru! Chapter 005 - Sampai Temannya Berangkat

Ini sudah dua minggu sejak Suimei dan temannya dipanggil ke dunia ini dan ditugaskan untuk menghancurkan Raja Iblis. Bahkan sekarang, Reiji masih menjalani pelatihan dan akan pergi dalam beberapa hari.

Sementara pelatihannya yang terus mengalami kemajuan, Suimei berada di ruang baca buku. Banyak variasi genre genre dan hampir semuanya bisa dia dapatkan di tangannya. Alasannya adalah tentu saja untuk memperoleh informasi tentang dunia ini. Dia masih ingat denagan jelas di hari itu, ketika mereka tidak dapat kembali ke rumah. Dan jadi, dia terpaksa untuk tinggal disini.

Bahkan meskipun dia benci telah dipanggil sebelumnya, dia tidak peduli sekarang atau lebih seperti, dia tidak punya waktu untuk peduli.

Terdapat hal-hal yang harus dilakukannya sekarang tidak peduli apa.

Tentu saja itu adalah mengumpulkan informasi.

Sebagian besar buku yang dia pelajari berisi ilmu Hukum, Hukum tidak tertulis, Budaya, Pengetahuan Dasar, dan keberadaan dari dunia sebelumnya. Seperti yang disebutkan sebelumnya, mereka harus tinggal di sini sekarang. Menolak menyatu dengan gaya hidup dunia ini hanyalah akan membawa masalah. Tidak diketahui apakah itu disebabkan oleh pemangilan pahlawan atau bukan, namun mereka dapat mengerti bahasa dunia ini. Informasi yang telah dikumpulkan menjadi cukup banyak.

Dan lalu, buku yang dibaca Suimei sekarang adalah tentang seorang pahlawan yang berhasil menggunakan kekuatan dewa dan mengalahkan naga yang menjerumuskan dunia ke dalam kegelapan.

Tampaknya kisah pahlawan ini adalah salah satu ortodoks yang dikenal luas. Sambil mengambil nafas, Suimei membaca buku ini. Tampaknya dia menjadi tertarik dan tidak menyadari bahwa dia terus membalik halaman sampai dia menyelesaikannya.

Akhirnya, pahlawan itu menghancurkan naga dan kembali ke rumah dan membawa kebahagiaan kepada dunia. Ini pasti adalah akhir yang bahagia.

“Pahlawan huh…..” (Suimei)

Sambil bergumam, lalu Suimei menutup buku itu.

Nah mengkesampingkan Pahlawan ini, Pahlawan yang sekarang sedang beratih bersama Mizuki yang bersikeras pergi bersamanya. Mereka kini sedang menjalani pelatihan dari Kapten Ksatria Penjaga Istana Astel dan Penyihir Istana. Mereka mendapat pedang dan pengalaman bertarung dari Kapten Ksatria, dan segala macam sihir dari Penyihir istana. Meskipun dia merasa bahwa dua minggu itu tidak masuk akal, dia menutup mulutnya, dalam cara yang baik.

“Haa…” (Suimei)

Suimei mendesah keras sambil berpikir tentang Reiji.

Beberapa kali dia dapat melihatnya berlatih dari jendela. Dia mendapat info dari Reiji dan Mizuki yang mengunjunginya dua kali sehari. Dari info itu, meskipun sedikit, itu tampak kejam.

Reiji hanyalah seorang manusia biasa di dunia sebelumnya. Tentu saja, setelah menerima pelatihan tempur tiba-tiba, dia akan kelelahan. Tapi, tampaknya ini hanya berlaku untuk dua hari pertama. Pada hari ketiga, dia sudah mampu setara bertarung dengan Kapten Ksatria, dan mampu menangani beberapa lawan.

Suimei tidak tahu apakah ini karena Pemberkatan Pahlawan atau bukan, namun tingkat pertumbuhannya itu sangat luar biasa. Jika dia diumpamakan seperti sebuah spons. Itu tidak seperti spons yang menyerap air, namun itu seperti sebuah spons yang memompa keluar air.

Melihat itu, tentu saja, Suimei merasa usahanya itu ditolak, dan merasa sedih.

“Itu benar-benar curang, pasti.” (Suimei)

Dia juga luar biasa bahkan dalam Sihir. Reiji dapat melakukan apa yang Suimei lakukan 2 tahun hanya dalam 3 hari. Hanya 3 hari!

Suimei bahkan tidak ingin melihat itu lagi.

“Umu…” (Suimei)

Tiba-tiba, Suimei mendengar langkah kaki dan merasakan kehadiran sihir. Sepertinya mereka akan datang ke sini, itu mungkin pengunjung.

Dan pengunjungnya adalah……..

Tampaknya itu adalah Reiji dan dua orang lainnya. Dua lainnya adalah Mizuki, dan Titania yang ingin membantu Reiji sepanjang waktu. Hal ini menyebabkan Mizuki untuk melekat pada Reiji. Menyadari bahwa mereka akan datang, Suimei cepat cepat pergi ke meja dan menyembunyikan semua yang di sana dengan sihir. Suimei sekarang selalu menyendiri di ruangan ini. Semua orang berpikir bahwa dia selalu tidur sendirian di sini. Dia membatasi kontak dengan orang lain sampai titik terendah untuk menyembunyikan identitasnya. Itu karena jika dia berhubungan dengan orang lain, risiko ketahuannya lebih tinggi. Tentu saja, dia tidak pernah menghadiri pesta pada hari kedua. Dia selalu mendapat makanan yang dikirim ke sini bagaimanapun. Dia hanya meninggalkan ruangan ini untuk pergi ke perpustakaan, ke ruang pemanggilan, untuk diam-diam memeriksa Reiji, dan, tentu saja untuk ke toilet.

Ini adalah hal yang wajar untuk menyembunyikan identitasnya. Dia tidak ingin kekuatannya semakin dieksploitasi. Dia juga tidak ingin Reiji tahu tentang hal itu dan dia juga mendapat lebih banyak kebebasan dengan cara ini pula. Hasilnya, pendapat orang orang istana padanya telah menurun drastis.

Itu karena dia bicara kembali saat di Ruang Pertemuan untuk membujuk Reiji menjadi pahlawan. Dan kemudian dia selalu bersembunyi di sini. Dia yakin bahwa Raja dan Titania yang mengolok-oloknya. Suimei tidak memperdulikan itu karena itu adalah sebuah kedok. Dan tentu saja, dia menginginkan hal itu terus seperti ini.

Sambil memikirkan itu, Suimei merangkak naik ke tempat tidur, dan suara Reiji dapat terdengar.

“Pagi Suimei, sudah bangun belum?” (Reiji)

“Ah, masuk.” (Suimei)

“Permisi.” (Mizuki)

“Permisi.” (Reiji)

Suimei bangun dan, seperti biasa, mereka duduk di kursinya masing-masing.

“Lalu, apa yang terjadi hari ini?” (Suimei)

“Eh? Itu tiba-tiba, Suimei.” (Reiji)

“Entah bagaimana, kamu memiliki atmosphere yang berbeda hari ini.” (Suimei)

“Hahaha, seperti yang diharapkan, aku ketahuan ya?” (Reiji)

” kukira.” (Suimei)

Reiji tertawa, malu, dan Suimei yang mengangguk.

Dia menyadari sesuatu yang berbeda ketika Reiji datang. Bahkan jika wajahnya berdarah sedikit, Suimei dapat merasakan bahwa Reiji telah mengalami hal yang baik.

Kemudian, Reiji bertanya.

“Aku belajar sihir penguatan tubuh saat ini, mau lihat?” (Reiji)

“Hoh? Tunjukkan padaku.” (Suimei)

Begitu, itu alasannya. Tampaknya ia senang setelah mempelajari sihir baru. Dan aku mengerti dengan baik. Orang ingin menguji itu ketika mereka mendapatkan sihir baru.

Reiji meregangkan dan melonggarkan tubuhnya. Itu adalah sihir penguatan tubuh; memperkuat seluruh tubuh pada saat yang sama. Peregangan seperti ini sangatlah penting.

Kemudian, Reiji menyebarkan sihir ke tubuhnya, dan menggelombangkan itu dalam sekejap tanpa pelafalan.

“!” (Reiji)

Ketika Reiji mengeluarkan sihir, tubuhnya tiba-tiba tertutup api. Dia sekarang bahkan lebih kuat dibanding ketika dia baru dipanggil.

“Ohhh.” (Suimei)

Suimei mengeluarkan suara kekaguman setelah melihat ini. Eksekusinya sangatlah baik. Dia menangani proses itu sangat baik. Meskipun itu tidak benar-benar efisien, tetapi untuk melakukan hal ini dalam dua bulan adalah sesuatu yang mengagumkan.

Sepertinya sihir ini beratribut api. Kekuatan Reiji telah ditingkatkan. Dan juga, atribut angin akan mempercepat gerakan, atribut air akan memuluskan pergerakan, dan atribut bumi akan mengeraskan tubuh.

Suimei sedang menganalisa sihir penguatan tubuh Reiji. Titania yang terpesona oleh pemandangan ini dan mendekatinya.

“Seperti yang diharapkan, Reiji-sama mengagumkan.” (Titania)

“Ahahaha. Terima kasih Tia.” (Reiji)

Reiji mengatakannya sambil tersenyum, dan nama itu seperti nama hewan peliharaan. Kapan mereka sedekati ini?
Mizuki agak marah melihat Titania.

“Tia, bukankah itu sedikit terlalu dekat?” (Mizuki)

“Apa itu tak boleh Mizuki? Mizuki selalu dekat dengannya, bukankah tak apa untuk membiarkan saya kali ini? “(Titania)

“Eh? Ti- Tidak! Aku tidak dekat dengannya!” (Mizuki)

“Itu tidak benar. Mizuki selalu dekat dengan Reiji-sama. Ini tidak adil.” (Titania)

Topiknya adalah tentang kekuatan sihir Reiji, namun ada percikan antara mereka.

“Hm, Reiji cukup keren huh …” (Suimei)

“Eh? Tentu saja! sihir ini nyaman, aku menyukainya. “(Reiji)

“Ini tak terduga, terlihat cukup keren huh…” (Suimei)

Ini adalah pendapat sebenarnya Suimei. Itu terlihat seperti Api Naga. Pengaruh yang ditunjukan pada pihak lain sangalaht jelas. Baik itu kekaguman atau rasa takut. Ini cukup menguntungkan.

Memikirkan itu, entah bagaimana Mizuki berbalik ke Reiji, bukan aku.

“Aku-aku bisa melakukannya juga!” (Mizuki)

“Apakah begitu? Seperti yang diharapkan, Mizuki bekerja keras juga. “(Reiji)

“Um, ya …” (Mizuki)

Suimei memiliki tatapan kosong setelah mendengar tanggapannya. Sepertinya itu karena tindakan Titania, Mizuki tidak lagi bisa melihat orang lain selain Reiji.

“Kukukuku …” (Suimei)

“A-Ada apa Suimei-kun?” (Mizuki)

“Ah, tidak apa-apa, semoga beruntung.” (Suimei)

“Ya, aku tidak akan kalah!” (Mizuki)

Ketika dia memikirkan tentang pembicaraan yang akan mengarah ke Raja Iblis, oleh salah satu dari mereka, tampaknya itu tidak mungkin menonton situasi ini.

Setelah itu, aku mencoba untuk bertanya kembali.

“Lalu, apa lagi?” (Suimei)

“Eh? Nah, berbagai hal … ” (Reiji)

Reiji menjawab itu sambil memalingkan matanya, tampaknya ini adalah penyebab dari apa yang dirasakan Suimei.

“Apa yang salah, Reiji-sama?” (Titania)

“Eh? Bukan apa-apa. “(Reiji)

“Ojou-sama, apa ada sesuatu yang aneh yang terjadi? “(Suimei)

“Eh? Saya tidak berpikir apapun terjadi. Yah lebih seperti Reiji-sama punya hal keren lainnya. “(Titania)

Tampaknya sang putri tidak berbohong. Lalu, apa yang membuat Reiji seperti ini? Mengapa dia mencoba untuk mengecoh kami?

Aku menanyakan detailnya pada Titania.

“Eh? Itu……. ” (Titania)

Reiji mencoba menghentikannya, namun Titania terus melanjutkan…. mencoba untuk menyombongkannya.

“Semua penyihir ahli dari Guild Astel datang untuk berlatih dengan Reiji-sama.” (Titania)

“Eh ~ Guild Penyihir ya …” (Suimei)

Guild Penyihir, Meskipun aku tidak harus meneliti detailnya, itu benar adanya.

“Dan karena itu, setiap orang berkumpul untuk menyambut mereka.” (Titania)

Para ahli itu mungkin adalah para estekutif di sini.

“Apakah itu langka?” (Suimei)

“Tepat. Itu karena mereka memiliki bisnisnya sendiri.” (Titania)

Itulah mengapa sangat jarang bagi mereka untuk berkumpul. Para ahli itu sangatlah menarik.

“Ngomong ngomong apa yang kamu maksud dengan berbagai?” (Suimei)

“Api, air, angin, bumi, petir, kayu, cahaya. Mereka adalah yang terbaik dari mereka. Mereka dapat dengan mudah melampaui penyihir kami. Dan mereka masing-masing memiliki julukan Kaisar sendirinya. Seperti Kaisar Api atau Kaisar Cahaya.” (Titania)

“…..” (Suimei)

Bukankah itu bagus? Kaisar adalah nama yang bagus, bahkan meskipun ada beberapa kesalahan karana Bahasa di sini telah di konversi ke dalam Bahasa Jepang. Itu tetaplah bagus.

“Suimei-sama, apakah anda tertarik?” (Titania)

“Lalu, siapa yang menang?” (Suimei)

“Tentu saja, itu adalah kemenangan Reiji-sama!” (Titania)

Titania senag menyombongkan hal itu.

“Dan kemudian, dia mendapat gelar dari Guildmaster.” (Titania)

“Gelar?” (Suimei)

Gelar adalah sesuatu yang mewakili prestasi , kekuatan, atau fitur seseorang. Tentu saja, ini hanya dalam fantasi.

Reiji yang malu dan mencoba untuk mengubah topik.

“Apakah itu tidak baik untuk tidak memberitahunya?” (Reiji)

Tapi, melihat Reiji yang seperti itu, Mizuki tertawa.

“Fufufufu.” (Mizuki)

“Apa yang salah Mizuki?” (Suimei)

“Tidak, tidak apa-apa.” (Mizuki)

“Lalu putri, apa gelarnya?” (Suimei)

“Karena dia meguasai semua elemen, dia disebut ‘Sang Penguasa Semua Elemen.” (Titania)

Saat dia mengatakannya, ruangan itu menjadi diam. Tapi, Suimei yang tidak bisa menahan itu.

“Ah… Sang – Penguasa – Semua – Elemen, aku tidak dapat menahannya. Tolong aku, FUAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. *Sedang Tertawa.” (Suimei)

Titania kebingungan mengapa dia tertawa, Reiji hanya bisa menggelengkan kepala, dan Mizuki juga tertawa.

Sementara Suimei tertawa, Reiji berkata

“Lihat? Aku bilang. “(Reiji)

“Hm? Mengapa? Menerima gelar dari Guildmaster adalah hal yang hebat. Mengapa Suimei-sama dan Mizuki-sama tertawa? “(Titania)

“Ta-Tapi, itu ‘Sang Penguasa Semua Elemen’ Kau tahu? Hanya mendengarnya, itu tidak masuk akal, mendapatkan itu … Ah, perutku sakit. Fuahahahahahahaha.” (Suimei)

“Suimei, kemuhon hentikan …” (Reiji)

Gema tawa dan cerita berakhir di sini …

“Bangunan Utara … Tidak ada yang aneh …” (???)

Eji, dengan sepatu bot militernya, berpatroli. Eji memeriksa ruang terakhir di gedung utara.

Itu benar. Malam itu, Eiji sedang berpatroli. Ini adalah tugas sehari-harinya setiap malam. Pekerjaannya adalah untuk mempertahankan istana di malam hari ketika semua orang sedang tertidur.

Camelia* berbeda di antara siang dan malamnya. Pada siang hari, itu sangat cerah. Pada malam hari, itu benar-benar berbeda. Biasanya, mereka memiliki lilin, tetapi untuk meningkatkan perekonomian, sekarang, itu semua tidak menyala.

*TL: nama tempat

Satu-satunya cahaya yang ada, ada di tangan Eiji. Dan Eiji harus pergi berpatroli di kegelapan. Tak seorang pun ingin pekerjaan ini karena itu menyeramkan. Eiji terpaksa untuk melakukan pekerjaan ini dan harus ingat setiap sudut dan celah.

” kuharap ini akan segera berakhir …” (Eiji)

Lagi pula, itu akan bodoh jika ada seseorang yang mencoba untuk menyerang tempat ini dengan pahlawan di dalamnya.

Raja sendiri yang menyuruh Eiji untuk memperkuat keamanan.

Eiji juga pernah melihat pelatihan pahlawan. Itu sangatlah keras. Pahlawan Reiji bertarung melawan Kapten Ksatria dan sekarang dia bisa mengalahkan banyak pria dengan mudah.

Jadi, bahkan meskipun itu Pahlawan, Mereka takut dan ingin memperkuat keamanan, karena laki-laki terbaik mereka telah dikalahkan. Meskipun, Eiji melihat ini tidak masuk akal.

Saat itu, Eiji melihat sesosok manusia.

“Hm?” (Eiji)

Eiji mendengar suara logam, dan segera memutar ke arah sumber.

“Apakah ada orang di sana?” (Eiji)

Tidak ada jawaban. Apa yang di kirinya hanyalah ruang seram yang penyihir gunakan.

Eiji telah di sini sebelumnya. Tidak ada yang aneh. Tapi sebelumnya, terdapat sebuah patung logam.

“Peter? Apa itu kamu? Berhentilah berkelakuan buruk.” (Eiji)

Eiji cemas memanggil nama temannya yang biasanya berkelakuan buruk. Dia mencoba untuk melihat ke depan, namun itu sangatlah gelap. Dan dia tidak bisa mendengar tawa biasa temannya.

* gashan * . Kemudian, suara serupa itu terdengar lagi.

Eiji kembali gemetar. Mungkinkah itu penyusup? Bahkan temannya itu tidak akan berkelakuan sejauh ini. Reiji tidak tahu dimana dia mendapat informasi ini, namun itu mungkin saja seorang iblis yang mencoba membunuh pahlawan. Eiji menghunus pedangnya dan perlahan-lahan mendekat. Eiji juga menyiapkan seruling untuk memanggil bala bantuan dalam kasus terburuk. Dan lalu-

“Apa? Hmph, tidak ada apa apa di sini.” (Tentara)

Ini hanyalah sebuah patung di depan ruangan. Baik, tidak ada cara iblis akan berada di sini juga. Itu wajar.

Pertama, tidak ada cara apa pun untuk masuk ke kastil di malam hari, selain Eiji. Setelah menegaskan itu, Eiji merasa lelah dan terlelap tidur.

“Whoa, itu benar benar dekat …” (Suimei)

Suimei melambaikan tangannya di depan Eiji yang tertidur, dan merasa lega.

Dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan bertemu penjaga di sini. Penjaga itu bukanlah penyihir, hanya seorang manusia normal.

Dia seharusnya tidak bisa tertangkap berlatih sihir di sini, meskipun dia tak menduga seseorang akan menyadarinya.

Pertama pertama, sumber masalah itu adalah baju besi di sampingnya …

“Tidak tidak, untuk berfikir mereka meningalkan sebuah Automata di sini. Tidak sebelum………” (Suimei)

Untuk keamanannya, Suimei mengambil baju besi lainya.

Automata adalah golem yang memiliki tiruan yang terpasang fungsi seimbang. Mereka dapat diprogram untuk melakukan tindakan otomatis. Seperti androids.

Ini salah satu misteri dari bangsa Ibrani* dan Kabbalah* di dunia sebelumnya. Tidak ada teknik untuk menciptakannya. Di samping keadaan itu,

*TL: Silakan check sendiri

Ketika Suimei menyentuhnya, itu menbongkar dan menjadi potongan potongan. Suara keras bergema, tapi semua orang sedang tidur, sehingga tidak ada yang datang.

Suimei mendesah. Suara pertama adalah ketika dia dapat mendekati armor itu, yang kedua adalah ketika dia menghancurkannya.

(Tapi, itu benar benar buatan yang cukup bagus, aku belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelum datang ke sini. Itu bukanlah seperti yang dapat dibuat orang orang………..) (Suimei)

Tapi, dari mana mereka mendapatkan ini? Ketika dia datang ke sini, dia menyadari keberadaan itu. Dia menyadari bahaya itu. – Ini dibuat dengan cukup baik.

Automata menyerap sihir dari penyusup di dekatnya. Itu sesuatu yang baik untuk melawan sihir dan serangan fisik. Ini juga memiliki pedang yang membuatnya agresif dan kuat.

Keren, dan kejam …

“Tapi gadis itu, serius, apa yang dia pikirkan? Hanya karena ini adalah di dalam istama, dia melakukan sesuatu seperti ini. Dia tak punya rasa tanggung jawab “-. Suimei

Dia mengeluh kepada Felmenia yang tidak ada. Bahkan jika mereka berdua penyihir. Untuk berpikir bahwa dia menyiapkan perangkap seperti ini. Dimana layanan yang mereka banggakan? Sekarang itu bagus bahwa aku telah datang, aku benar-benar tidak akan menunjukkan belas kasihan.

“Ah … kukira itu wajar untuk seorang penyihir …” (Suimei)

Itu banar. Penyihir adalah penyihir. Kamu dapat menargetkan penelitian mereka, dan sebaliknya, mereka akan mencoba untuk membunuhmu.itu adalah hal yang biasa di sini. Meskipun dia tidak tahu pasti dengan itu.

Dia melihat lagi ke sisa-sisa baju besi … Ini baik-baik saja jika itu adalah Felmenia, tapi itu buruk jika orang lain menemukan itu dan akan membuat keributan.

“M…’Okay…., mari kita perbaiki itu …” (Suimei)

Sihir melonjak dari kakinya. Sebuah lingkaran merah telah dibuat di bawahnya. Lingkaran sihir berputar dan menjadi lebih besar. Setelah menghubungkan beberapa rangkaian, itu menjadi stabil.

Dan lalu-

“<< Renovatio Redivivus >> [Bangun ulang dan Perbarui]” (Suimei)

Daripada diperbaiki, itu lebih seperti kembali ke keadaan sebelumnya. lingkaran dipisahkan menjadi dua dari bawah baju besi. Itu berputar dan terbang ke ataas. Bagian bagian kembali ke tempat asal mereka. Ketika lingkaran sihir mencapai puncak, baju besi itu kembali ke bentuk sebelumnya.

“Bagus. Sama seperti sebelumnya. Tidak baik dan tidak buruk.” Suimei

Membanggakan sedikit tentang sihirnya. Dia mengetuk Automata itu. Itu sudah tidak bisa bergerak lagi. Sejak sihir di dalamnya sudah hancur, itu hanyalah kecelakaan yang dialami Automata.

Suimei memasuki ruangan yang Automata jaga itu, itu adalah ruangan selain Ruang Arsip.

Tepat sekali ini adalah Ruang Pemanggilan.

Tujuan Suimei adalah untuk menganalisa Lingkaran Pemanggil dan menemukan cara untuk mengembalikan itu. Jika itu tidak bisa dilakukan, dia hanya harus membuatnya sendiri. Dan sekarang, dia sedang membolak balik Buku Penelitian Pemanggilan.

Aku ingin kembali. Aku memiliki kewajiban pada ayahku. Untuk mencapai itu, bagus untuk kembali ke sana dengan hasil penelitian, item sihir dan bahan bahan penelitian.

Bahkan meskipun dia yakin dia bisa melakukan apa pun di sini jika dia diberi waktu, dia tidak ingin menyia-nyiakan itu. Dia tidak tahu jika dia dapat membuat itu tepat waktu. Waktu adalah hal yang langka. Itulalah mengapa prioritas utamanya adalah kembali ke rumah.

Tepat sekali, alasan lainnya adalah……..

“Mereka berdua juga ingin kembali kan…….”

Suimei berkata dengan suara samar, sambil melihat ke atas langit-langit.

Suimei tahu bahwa Reiji beberapa kali menatap langit langit. Suimei tahu bahwa Reiji tak tega pada orang yang masih hidup di dunia ini.

Dia juga tahu bahwa Mizuki selalu menangis sendirian di kamarnya, dia ingin berada di sisi orang yang dicintainya. Meskipun takut, untuk menghentikan kesendiriannya.

Sambil berpikir demikian, sesuatu datang dari dalam hati Suimei.

Dia tak bisa menjelaskan itu, itu adalah sesuatu yang panas………. Pagi itu dia seharusnya bertemu dengan keluarganya. Orang-orang itu sudah tidak bisa dia temui lagi. Membawa kesedihan dan duka. Dia tahu dia harus mengucapkan selamat tinggal suatu hari nanti, namun selama ada harapan, dia tidak akan menyerah. Itu sebabnya dia belajar sihir dari ayahnya, untuk mengatasi apa pun dan tidak peduli betapa tidak masuk akalnya itu.

“Lagipula ini tidak seperti aku. Yah, kukira aku harus bekerja keras.” (Suimei)

Dia telah bertekad. Dia tidak bisa menarik kembali kata katanya setelah dia mengatakan itu. Itulah mengapa dia berkata demikian. Sejak dia tidak pergi dengan teman temannya. Dia bersumpah untuk mencari jalan lain.

Selama dia bertekad, keberadaan sihir dapat dirasakan.

Bahkan jika mereka mencoba untuk menyembunyikan itu, itu adalah kehadiran seseorang. Tidak Itu bukan orang normal. Dia adalah Felmenia Stingray. Dia berdiri di depan Automata itu dan kemudian masuk ke sini. Sepertinya dia melihat pintu terbuka.

Dia tahu bahwa Felmenia mengikutinya dan sengaja untuk meninggalkan jejak. Tapi berpikir dia terus-menerus begini …

Mungkin Felmenia mengamatiku…..

Felmenia menengok sebentar dan lalu pergi……

Lalu…..

“Umpan ini efektif, berikutnya adalah waktu untuk melakukannya ya …” (Suimei)

Tepat. Ini merupakan hukuman yang tepat untuk anjing yang suka mengendus. Mereka juga berniat untuk menghukumku bagaimanapun. Sebagai bayarannya, wajah terkejut mereka akan menjadi sangat lucu …
Load Comments
 
close