Isekai Mahou wa Okureteru! Chapter 007 - Perbedaan Kemampuan Yang Tidak Bisa Dilawan

Malam itu, Felmenia berdiri di depan gedung utara di bagian terdalam dari Camelia. Felmenia berdiri dalam kesunyian.

(Ini…….. Apa yang…….) (Felmenia)

Dia hanya bisa mengeluarkan kata-kata malu. Penyebabnya tak lain adalah baju besi di depannya. Armor yang ditempatkan di sini dibuat oleh seorang penyihir yang agak terkenal, bahkan di antara penyihir dalam sejarah Astel. Sebuah golem dapat bergerak sendiri, itu diproduksi oleh penyihir agung yang berperan besar dalam pengembangan Camelia. Produk ini adalah sesuatu yang hanya dapat dibuat sekali dalam seumur hidup.

Mengapa benda itu di sini? Tentu saja, itu ditempatkan oleh Felmenia untuk ‘mengentikan’ Suimei Yakagi. Ini sesuatu yang dia dibawa keluar dari Ruang Harta.

Dia pikir bahwa Suimei akan datang ke sini lagi. Namun ketika para penjaga selesai berpatroli…… golem itu tetap berdiri…….. Itulah mengapa mereka pikir dia tak datang lagi. Tapi, lalu mengapa pintu itu terbuka.

Ketika dia memeriksa golem yang tak bergerak itu. itu tampak bahwa golem itu telah dilukai namun penampilan golem itu tidaklah berubah.

(Hal kejam apa yang telah dilakukan pada golem ini……..)

Felmenia bergumam, sambil terkejut…. Tidak ada keraguan bahwa golem itu telah diaktifkan. Dia sudah memeriksa fungsinya sebelumnya, meskipun ini adalah sebuah artefak, itu masih bagus sepeti baru. Jika itu telah diaktifkan, maka itu pasti telah berhadapan dengan Suimei. Tapi, tidak ada jejak pertempuran di manapun.

Mustahil … golem itu dibuat untuk tujuan defensif. Ketika Felmenia mengetesnya, fungsinya tidak dapat dengan mudah untuk dilumpuhkan. Lalu, bagaimana dia membuatnya sampai seperti ini? Secara harfiah itu telah hancur. Hanya penampilannya saja yang masih bertahan.

Sihir apa yang dia gunakan untuk mengatur itu? Bahkan jika Suimei menghancurkannya dengan paksa, itu tidak bisa jadi seperti ini. Tidak ada jejak sihir, dan situasi itu telah dibuat jelas bahwa golem itu baik baik saja. Orang jahat itu berdiri dan berkeliaran di dalam ruangan. Seolah olah dia tidak memperdulikan Felmenia.

(Fuck.)  (Felmenia)

Karena imajinasi liarnya, dia mengucapkan bahasa vulgar, kata yang tak pernah dia gunakan sebelumnya. Felmenia Stingray yang dianggap jenius, orang termuda yang pernah mendaki peringkat Penyihir Istana tidak bisa menahan diri lagi. Dia sangat marah. Meskipun dia tahu bahwa Suimei bahkan tidak menyadarinya, dia tidak bisa menahan itu. Dia tidak akan membiarkan siapapun meremehkan Penyihir Istana.

(Baiklah, ayo. Aku akan membuatmu mengaca pada aksi bodohmu. Aku akan menunjukanmu kebenaran tentang betapa dalamnya sihir yang tidak kamu ketahui. Aku akan membiarkanmu merasakanya, pasti…..) (Felmenia)

Di dalam gadis yang dipanggil ‘White Flame’ ini, sebuah Api Hitam berkobar. Dia telah menjadi terobsesi, dan kehilangan pandangan dari mana yang benar dan mana yang salah. Itu benar, pada saat ini perasaan dari kewajiban, tanggung jawab dan keyakinannya telah dibutakan oleh harga dirinya. Untuk pemuda dari dunia lain yang meninggalkan punggungnya terbuka lebar, gumamnya.

(Suimei Yakagi, aku akan menunjukanmu kekuatan sebenarnya dari Sang ‘White Flame’ ini) (Felmenia)

Sementara dia menggumamkan itu, dia tidak bahwa pilihannya akan segera menghancurkan harga dirinya. Malam itu, beberapa hari setelah insiden golem itu, ketika semua orang sedang tertidur, di Camelia, Felmenia membuntuti pemuda yang sendirian itu.

Dia mengambil kesempatan ini ketika Suimei sedang berjalan-jalan. Dia akan memberikan palu penghakiman pada pemuda yang mengabaikan otoritas Sang Raja. Dia mengambil jarak aman di antara mereka dan terus mengejar.

Tentu saja, seperti biasa, tidak ada cara Suimei bisa menyadarinya. Dia selalu menggunakan sihir angin untuk menghapus jejak dan kelelahannya. Dan jika dia menggunakan sihir penyembunyian untuk menghapus kehadirannya, tidak ada cara seseorang dapat menyadarinya.

Suimei tanpa tujuan apapun, berjalan dalam kegelapan. Tampaknya dia akan ke tempat yang berbeda kali ini. Dia mengenakan sesuatu yang mereka sebut “Blazer”, yang tampaknya menjadi seragam sekolah mereka atau semacam itu.

Dia tampak berkeliaran tanpa tujuan. Meskipun Felmenia tidak tahu ke mana dia pergi, Felmenia akan muncul sendiri dan secara pribadi memberinya penghakiman.

(Tsu ~!) (Felmenia)

Ada sesosok bayangan di dekatnya. Seharusnya tak ada seorangpun yang tejaga. Siapa sih…….

Tapi, itu mungkin hanyalah imajinasinya. Jika seseorang berpikir normal, tidak ada siapapun selain Eiji yang akan pergi untuk berkeliling malam ini. Kemudian, dia mencoba mengejar Suimei sekali lagi.

“Dia menghilang!?” (Felmenia)

Tidak ada cara mata mereka untuk tidak bertemu. Saat dia kehilangan Suimei, Suimei telah menghapus keberadaannya. Meskipun dia seharusnya ada di depan sesuai dengan kecepatnnya berjalan, dia tidak ada dalam penglihatan Felmenia. Felmenia langsung mengumpulkan sihir dan mengeluarkan sihir angin.

“Oh, angin. Jadilah hamba-Ku. Tunjukkan padaku pengetahuan yang kucari. !” (Felmenia)

Apa yang dia lafalkan adalah sihir angin. Ini akan memungkinkan dia untuk menemukan informasi yang dia inginkan. Tak lama kemudian, dia bisa mendengar langkah kaki. Itu cukup jauh, namun tidak sejauh itu. Terdapat irama aneh dalam langkah-langkah itu. Tanpa berpikir panjang, dia melanjutkan pengejarannya.

“Di sini ya … Mu?” (Felmenia)

Sementara berjalan, dia menyadari sesuatu.

(Tunggu … Apa yang ada di depan adalah …) (Felmenia)

Menyadari tujuannya, dia menjadi semakin marah. Tujuannya adalah White Garden, yang merupakan tempat paling dihormati di Camelia. Ini adalah tempat di mana raja menghabiskan waktu pribadinya. Ini bukanlah tempat yang bisa kau kelilinngi. Dia tidak tahan lagi, dia mengejarnya sambil menghentak lantai. Melewati bagian berbatu, dia pergi melalui taman kecil dan bergerak maju. Dia bersumpah untuk menghukum Suimei.

Ketika dia pergi melalui bagian terakhir, dia agak terpesona dengan cahaya bulan. Dia mulai mengumpulkan sihirnya, dan bergerak maju.

Di sana, seorang penyihir berdiri sendiri.

White Garden. Di samping tugu tinggi yang ada di tengah berdiri seorang pemuda, yang sedang menatapi bintang-bintang, Suimei Yakagi. Langit hitam membentang dari langit ke bumi, dan bumi ke langit. Sebuah adegan spektakuler. Dengan bulan yang ditutupi malam gelap. Udara terasa dingin.

Itu tidak diketahui kapan dia merubah pakaiannya, dari “blazer” yang sebelumnya dia pakai saat dia pergi. Pakaiannya telah berubah menjadi “Tertutup hitam”. Sebuah jubah sempurna yang dapat membuat orang salah mengenalinya.

“Ya, ya, aku tidak berpikir mengejar seseorang dan mengendusnya adalah hobi yang baik kau tahu? Mereka yang melakukan itu hanya domba bodoh dan liar yang tidak tahu apa-apa, kau tahu?”
(Suimei)

Dia menyeringai tanpa rasa takut. Tampaknya dia tahu semuanya sejak lama. Rasanya seperti sedang memimpin anak hilang. Dia mengatakan itu dengan wajah mengejek.

“Tidak mungkin … Kamu tahu?” (Felmenia)

“Nah, jika seseorang mengejarmu dengan keterampilan menyedihkan seperti itu, itu aneh jika tidak menyadarinya.” (Suimei)

“…….!” (Felmenia)

Suimei mengatakan itu, menyiratkan bahwa itu adalah hal yang wajar untuk melihat Felmenia mengikutinya.

Untuk berpikir bahwa Suimei bisa melihat melalui sihir sembunyi-nya yang sempurna. Itu tak terduga. Itu berarti bahwa saat ini, ini adalah sebuah undangan.

Dia menggetarkan giginya. Ini adalah pertama kalinya dia merasa sangat terhina. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia sudah menari di telapak tangannya sejak lama. Dia sangat marah. Dia telah diundang ke sini. Sementara masih waspada karena situasi yang tak terduga ini, dia mengeluarkan suaranya padanya.

“Lalu, kau bajingan, apa yang ingin kau lakukan?” (Felmenia)

“Aku tidak memiliki rencana apapun. Aku hanya sedang berjalan-jalan. Tidak ada aturan yang melarang orang meninggalkan kamar mereka di malam hari, kan? Itulah mengapa, untuk kali ini saja, aku mencoba untuk pergi ke tempat yang belum pernahku kunjungi sebelumnya.” (Suimei)

“Apakah kamu pikir kamu bisa menipuku dengan alasan seperti itu? Jika kamu menyadariku, mengapa kau datang ke sini?” (Felmenia)

Dia tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya, karena dia sudah ketahuan. Kemudian, Suimei tertawa jahat.

“Seperti yang diduga, ketahuan ya? Hahaha * tertawa *.” (Suimei)

“Aku tanya sekali lagi, kenapa kau datang ke tempat ini?” (Felmenia)

“Aku ingin tahu mengapa … Itu karena …” (Suimei)

Seperti yang diduga, dia hanya tertawa. Seolah-olah dia bersenang-senang karena itu semua akan seperti yang dia diprediksi. Dia menatap Felmenia dengan mata yang mengatakan bahwa dia sudah melihat itu semua.

“Itu adalah….. alasan yang sama seperti kamu. Kan?” (Suimei)

“……” (Felmenia)

“Oh? Kamu memilih untuk tutup mulut? Aku cukup yakin bahwa itu adalah kasus. Aku ingin tahu apakah aku salah … ” (Suimei)

Sementara mengatakan itu, dia menggerakan tangannya seolah-olah sudah terbiasa untuk itu, dia mengenakan sarung hitam. Tidak ada yang bisa dikatakan lagi. Felmenia frustasi bahwa rencana yang dia punya sudah ketahuan. Untuk menyembunyikan rasa frustasinya, dia mencoba mengganti topik.


















“Kau bajingan, di mana kau mendapatkan pakaian itu?” (Felmenia)

Ya, dia belum pernah melihat pakaian ini sebelumnya. Jas panjang yang hitam gelap. Di dalamnya, dia menggunakan tenunan kemeja putih yang dihiasi. Dan celana panjang hitam. Itu adalah sejenis pakaian.

“Ah! Pakaian ini? Aku selalu memakai ini sebagai seragam pertarunganku.” (Suimei)

“kamu selalu memakainya? Tapi, selama pemanggilan, kamu tidak mengenakan sesuatu seperti itu!” (Felmenia)

“Itu ada di tasku. Kamu melihat barang-barangku, kan?” (Suimei)

Mencoba untuk mengingatnya. Memang benar bahwa dia menyimpan barang-barang dari mereka bertiga sebelumnya. Tapi………

“Tidak ada cara pakaian seperti itu akan masuk ke dalam wadah!” (Felmenia)

“Oi, tidak peduli berapa banyak kamu mengomentari ini, itu hanya membuatmu tampak keras kepala, kau tahu?” (Suimei)

Dia mengangkat bahu dengan jengkel. Itu benar … Dia seorang penyihir …

“Begitu. alat sihir, huh?” (Felmenia)

“Meskipun entah bagaimana itu tampak seperti jawaban acak tapi, ya itu benar. Meskipun terlihat seperti ini, aku sering menggunakannya. Ini adalah salah satu favoritku, kau tahu?” (Suimei)

Suimei membual sedikit. Alat sihir: alat yang menahan kekuatan. Biasanya, alat sihir dapat menunjukkan kekuatan yang mustahil. Memang benar bahwa jika itu terjadi, akan masuk akal. Tapi, dia belum pernah mendengar tentang alat sihir untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan. Dia pikir bahwa hal itu tidak dapat diterapkan oleh salah satu dari delapan atribut. Tapi, jika dia memiliki semacam alat sihir, itu mungkin wajar untuk membualkan tentang hal itu. Setelah membual tentang tasnya, dan lalu mengenakan sarung tangannya, dia membenarkan kerah jasnya, dan kemudian memutuskan dengan berani.

“Yah, baik…….. malam sedang berlangsung, dapatkah kita mulai?” (Suimei)

“Jangan bercanda denganku. Ini adalah taman khusus Yang Mulia. Apakah kamu pikir perkelahian akan diizinkan di sini? ” (Felmenia)

‘White Garden’. Bertarung di sini akan menjadi tindakan kurang ajar. Dengan demikian, dia memelototinya. Namun, Suimei hanya tertawa dan mengejek.

“Heh…. White Garden huh? Memang benar bahwa itu adalah tempat yang bersinar cocok dengan namanya. Tapi, apakah kamu benar-benar berpikir ini adalah White Garden?” (Suimei)

“Apa yang kamu bicarakan? Taman di sampingmu dan tugu putih di tengahnya sudah terbukti. taman di sini dipenuhi dengan bibit-bibit dari seluruh kerajaan. Dan apa yang Sang Raja paling suka adalah, puncak menara …… Ah!” (Felmenia)

Tidak ada di sana. Itu seharusnya berada di sana. Namun, bahkan tidak ada bayangan yang tersisa. Dia langsung panik. Menyadari itu, Suimei berbicara untuk mengejek dirinya.

“Apa ada yang salah? Tidak ada di sebelah kirimu? Hal yang kau bicarakan itu mungkin, ada di sebelah kananmu?” (Suimei)

Setelah dijelaskan, Felmenia langsung menengok ke kanan.

“Mustahil, Ruangan Sang Raja seharusnya berada di sisi kiri, mengapa, mengapa itu di sisi kanan!?” (Felmenia)

Menara ini ada di sana. Dia tidak bisa menanggapi fenomena misterius ini. Tidak ada alasan. Itu tidak mungkin. Sama seperti yang Suimei katakan, itu ada di sebelah kanan Felmenia.

Kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan memenuhi kepalanya, apa yang terjadi? Menara tahta seharusnya ada di sebelah kiri, meskipun dia tidak pernah benar-benar pergi ke sana tapi dia yakin. Namun itu di sebelah kanan. Apa yang sedang terjadi?

Kemudian, Suimei berkata sambil menutup matanya.

“Benar. Ada dua jawaban yang dapat kupikirkan. Itu baik bahwa kamu keliru atau ini bukanlah White Garden.” (Suimei)

“Itu tak mungkin, tidak ada cara …” (Felmenia)

“Apakah begitu? Lalu mengapa puncak menara berubah dari kiri ke kananmu? Mengapa bulan bangkit dari kanan? Apakah taman ini membalikkan itu semua? Aku menantangmu untuk menjelaskan itu padaku.” (Sumei)

“I-Itu adalah …” (Felmenia)

Bahkan jika dia menanyakan, dia tidak tahu jawabannya. Memang benar bahwa segala sesuatu di sini entah bagaimana terbalik. Itu seperti dunia yang berbeda.

“” (Suimei)

“Jalan Ilusi?” (Felmenia)

Kata yang diucapkan Suimei adalah sesuatu yang tidak dia tahu. Itu mungkin sesuatu yang dia gunakan, tapi dia tidak mengerti sama sekali.

“Itu benar, ini di dalam penghalang yang kubuat. Di sini semuanya akan dipantulkan. Ini adalah dunia kubuat. Ini adalah apa yang kamu sebut ruang imajiner.” (Suimei)

“A-Apa? ruang imajiner? Apa yang kamu bicarakan? Apa yang telah kau lakukan?” (Felmenia)

Bahkan meskipun Suimei mencoba untuk menjelaskan sihirnya, Felmenia tidak bisa memahaminya sama sekali. Sebagai Seorang Penyihir, Felmenia tidak pernah melihat yang seperti ini, atau berpikir bahwa salah satu elemen bisa melakukan hal ini.

Sihir di dunia ini adalah sesuatu yang berasal dari elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, kayu, Kegelapan, dan Cahaya. 8 elemen. Sihir selalu terdiri dari satu elemen. Kami membawa elemen yang selanjutnya diproses, dan sihirpun terbentuk.

Tapi, tidak ada elemen yang seharusnya menjadi penting di sini. Tidak ada.

“Ya, ya, langsung dari bagian itu? Aku tahu itu. sihir di dunia ini terlalu jauh terbelakang. Itulah mengapa sebuah bahasa dan konsep menjadi tidak diketahui.” (Suimei)

“Ini adalah sihir? Tidak ada sihir yang dapat membuat ruang seperti ini. Elemen apa yang kamu gunakan? Tidak ada caranya.” (Felmenia)

“Yah, itu bukan hanya penampilanya yang berubah, tapi apakah itu aneh? Penghalang ini adalah hal yang sangat dasar, kan? (Suimei)

Dia belum pernah mendengar tentang jenis sihir itu, bahkan atributnya pun aneh.

“Penghalang Sihir?” (Felmenia)

“Oi, oi, jangan bilang padaku, bahkan tidak ada konsep sihir penghalang di sini?” (Suimei)

“Apa yang kamu bicarakan?” (Felmenia)

“Penghalang! P-E-N-G-H-A-L-A-N-G! Apa kamu tuli atau apa?” (Suimei)

“Aku-aku tidak tahu! Tidak ada hal seperti itu di dunia ini!” (Felmenia)

“Serius? Aku mulai merasa tak tertandingi di dunia ini kamu tahu?” (Suimei)

Suimei mendesah setelah mendengar keadaan dari sihir dunia ini. Tampaknya dia menyerah menjelaskan itu.

“Oh baiklah, mari kita lewatkan bagian yang sulit. Pada dasarnya, ini bukanlah White Garden, itu sesuatu yang kubuat dengan sihir. Itu sebabnya kita bisa bertarung habis-habisan. Tidak ada yang akan melihat.” (Suimei)

“Ugh …” – Felmenia

Meskipun dia tidak tahu rinciannya, Felmenia menyadari bahwa ini adalah kurungan yang disiapkan oleh Suimei.

Setelah beberapa saat hening, Suimei berbicara.

“Yah, kurasa kau terkejut setelah mengetahui banyak hal baru. Tapi, tetap tenang dalam situasi ini adalah suatu keharusan. Dapatkah kita mulai sekarang?” (Suimei)

“Apakah kamu benar-benar berpikir kamu bisa mengalahkanku dalam sihir? Aku Penyihir Istana Kerajaan Astel, Felmenia Stingray. Untuk menghadapi pengecut ini, kamu adalah orang yang akan kalah!” (Felmenia)

Dia masih berpikir bahwa dia bisa menghancurkan pemuda itu. Betul. Pikirkan tentang ini, dia adalah ‘White Flame’. Dia seorang penyihir yang mencapai puncak sihir api. Jika Suimei datang untuk bertarung, Felmenia yakin bisa menang. Sejauh ini, dia telah menghancurkan banyak iblis.

Tidak ada cara untuknya kalah dalam hal kekuatan sihir. Ini, cukup, menguntungkan baginya, karena dia tidak akan bisa bertarung jika dia tidak berada di sini.

Ya, tidak ada alasan untuk takut pada Suimei …

“Bahkan jika kamu mengeluarkan lebih banyak omong kosong, hasilnya sudah jelas.” (Felmenia)

“Arara, itu kepercayaan diri yang cukup. Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa kamu bisa mengalahkanku?” (Suimei)

“Benar. Aku akan menunjukkan kekuatan Felmenia Stingray, yang telah mencapai api sebenarnya. Seorang penyihir yang dihormati sebagai ‘White Flame’ di Kerajaan Astel. Rasakanlah apiku! ” (Felmenia)

“Mu … api sebenarnya?” – Suimei

Mendengar itu, ekspresi Suimei berubah.

Tentu saja, apiku adalah api sebenarnya. Setiap penyihir yang mendengarnya akan gemetar setelah mendengar dan melihat hal itu.

Dia akan menunjukkan sihir yang dia banggakan.

“Oh api…….. Jadilah api sebenarnya dan bakar diri mereka yang menyimpang dari jalan…… Bakar semuanya…….. jadilah bencana putih, !” (Felmenia)

Ketika dia melafalkan itu, api putih berputar-putar. Api putih menyedot angin terdekat, suhunya beberapa kali lebih panas daripada api normal. Sebuah api yang membakar semuanya.

“Na ~” (Suimei)

Suimei, yang dilahap oleh Api putih, mengeluarkan nada aneh. Dia hanya berdiri di sana. Tentu saja, ini adalah penghormatan, mendemdam begitu lama, dan tak terpadamkan, Sang White flame yang berwibawa. itu wajar jika Suimei menyerah.

Meskipun Suimei dikelilingi oleh api dan kebingungan. Dia tiba-tiba menyentakan jarinya dengan segan.

Tiba-tiba, api itu kehilangan warna, dan berubah merah sebagai gantinya.

“A-Apa !?” (Felmenia)

Ketika kepercayaan dirinya lenyap, api berangsur-angsur menghilang.
Suimei, yang terbakar beberapa saat yang lalu, melihat pemandangan itu untuk sementara waktu, dan menengok padanya.

“Hmm, itu saja?” (Suimei)

Harapannya dikhianati oleh hasil lemah ini. Itu adalah sebauh anti-klimaks. Satu-satunya hal yang datang dari mulutnya … kebingungan.

“Me……Mengapa !? Mengapa Api Putihku menghilang !? Itu api terkuat kau tahu !? Me-Mengapa … Hanya dengan menyentakan jarimu … ” (Felmenia)

“Uwahh .. kamu serius? Aku pikir, Api sebenarnya akan menjadi sesuatu yang berbahaya, namun, itu hanya mempercepat pembakarannya dengan menambahkan oksigen.” (Suimei)

“A-apa dengan sikap itu !? Api ku!” (Felmenia)

Melihat kekecewaan Suimei, dia tidak bisa mengatakan apa-apa. Mengapa apinya lenyap? Mengapa dia kecewa? Memikirkan itu, Felmenia hanya bisa mendapatkan frustrasi.

“Tidak ada efek kutukan, tidak ada makna dalam api itu, itu hanyalah sesuatu yang ditarik keluar dari manapun. Itulah mengapa api itu sangatlah lemah. Jika aku adalah gurumu, aku akan berteriak padamu untuk mulai dari dasar lagi.” (Suimei)

“A-Apa? Apa yang salah dengan sihirku!?” (Felmenia)

“Semuanya! S-E-M-U-A-N-Y-A! kamu hanyalah penyembur api normal!” (Suimei)

“A-Apa!?” (Felmenia)

“Dewa … Aku tidak peduli lagi …” (Suimei)

Suimei menyerah menjelaskan itu. mata kagumnya berubah menjadi mata kasihan. Felmenia kesal karena dia menghancurkam sihirnya. Apa yang Suimei lakukan? Apa yang terjadi?
Ketika dia mendesah lagi, tiba-tiba di kaki Suimei…

Sebuah lingkaran sihir muncul.

“A-Apa !?” – Felmenia

“Apa sekarang?” – Suimei

Suimei lelah dengannya. Tapi, sekarang, Felmenia tampak melihat sesuatu yang menakjubkan. Dia terkejut melihat sesuatu yang mustahil.

“Sebuah lingkaran sihir dibuat tanpa dituliskan? Mustahil … ” (Felmenia0

“Heh?” (Suimei)

“Heh pantatmu. Apa yang kamu lakukan!? Mengapa sebuah lingkaran sihir tiba-tiba muncul!?” (Felmenia)

Felmenia sekarang berteriak padanya dalam kebingungan. Namun, seharusnya Suimei-lah yang menjadi orang yang melakukan itu …

Sebuah lingkaran sihir adalah sesuatu yang dapat muncul tidak hanya di tanah, di atas kertas atau pada apa pun. Ini adalah sesuatu yang muncul di permukaan apapun ketika seseorang membangun sebuah sihir. Dalam prakteknya sihir, itu adalah sesuatu yang membantu kita menyederhanakan banyak hal. Biasanya, seseorang harus menggambarkan itu sendiri. Itulah mengapa itu tidak dapat digunakan dalam pertempuran. Hal ini hanya dapat digunakan dalam upacara. Tapi, sekarang dia… tanpa melakukan apa-apa…

“Yah, bukankah itu normal?” (Suimei)

“Normal pantatmu. Ini akan menjadi kacau jika sesuatu mengganggu proses menggambarnya!” (Felmenia)

Felmenia bereriak lagi. Suimei mengeluarkan wajah bermasalah.

“Serius? Bahkan bagian itu? Apakah sihir di dunia ini mati atau sesuatu?” (Suimei)

Suimei menatapnya. Sambil berpikir, dengan jari di dahinya, dia berbicara dengan nada yang berbeda.

“Hmm, dengarkan, untuk membuat lingkaran sihir secara otomatis, kamu harus menerapkan sistem di dasar sihir itu sendiri terlebih dahulu. Jika kamu melakukan itu, lingkaran sihir akan muncul ketika kamu menggunakan sihir, dan kamu dapat menggunakan sihir dengan cepat. Paham?” (Suimei)

“Eh? Ah?” (Felmenia)

“Jangan hanya berkicau seperti burung yang mengatakan bahwa itu mustahil. Bukankah itu terjadi di depanmu sekarang? Jika kamu terus berteriak omong kosong, dan bahkan menyangkal sihir ini yang terjadi sekarang, aku tidak akan menyetujuimu sebagai orang Barat. Mengerti?” (Suimei)

“……” (Felmenia)

Felmenia frustrasi bahwa dia tidak bisa menjawabnya. Jadi, dia menutup mulut. Meskipun apa yang dikatakan Suimei tampak menghina, dia belum pernah mendengar tentang teknik untuk membuat lingkaran sihir muncul pada saat aktivasi. Tidak pernah ada hal seperti itu bahkan di antara para tetua.

“I…Ini sebuah penyederhanaan sihir! Contoh terbesanya adalah ini teknik tanpa pelafalan?” (Felmenia)

“Eh? Apa itu? Tanpa pelafan adalah teknik tingkat tinggi seperti itu?” (Suimei)

“Te-Tentu saja!” (Felmenia)

“Nah, jika itu adalah mantra besar, ini adalah hal yang berbeda. Kemudian, akankah ini menjadi trik yang hebat?” (Suimei)

Suimei mengatakan itu dengan mudah. Dia menjentikkan jarinya. Tiba-tiba, udara di depan Felmenia bertiup kencang. Bahkan tidak ada waktu untuk mengambil napas. Ledakan udara bertiup ke empat arah, menyebabkan gelombang kejut besar.

“A-Apa !? Tidak ada pelafalan!? Selain itu, bahkan tanpa kata-kata!? (Felmenia)

“Itu keren Suimei-kun! Kamu dapat melakukannya tanpa pelafalan! Sekarang, kamu akan bergabung dengan penyihir berperingkat! Pfft … Bodoh.” (Suimei)

Dia tampak bangga sejenak, kemudian langsung tertekan. Dia tidak mood lagi. Tapi……

“Aku sudah cukup menjelasankan padamu. Aku tidak punya niat untuk bertanya padamu lagi. Itulah mengapa……” (Suimei)

Kemudian, dia meneriakkan.

“<< Archiatius Overload >> [Pembakaran Sihir, Memuat Pengaktifan]!” (Suimei)

Apakah itu mantra? Archiatius Overload? Semenjak pelafalan itu pendek, Felmenia tidak tahu apa yang dilakukan Suimei, tetapi di bawah kakinya, lingkaran sihir bersinar terang.

Kemudian, cahaya putih muncul dengan pelangi berkilau.

“!?” (Felmenia)

Itu adalah kekuatan sihir yang luar biasa. Itu begitu terang, Felmenia memejamkan matanya sejenak. Kemudian, setelah terdiam, dia membuka mata dan melihat sosok yang berdiri di sana dengan aura sihir menakutkan.

“Apa!? kekuatan sihirnya meningkat!? ” (Felmenia)

“Apa sekarang? Aku sudah lelah mendengarkankanmu. Jangan mengatakan lebih dari itu. Ah. aku mengerti. Kamu terkejut karena peningkatan dari kekuatan sihir ini? Aku tahu aku tahu. Aku sudah tahu pertanyaanmu.” (Suimei)

Suimei sudah lelah dengan pertanyaannya. Dia tidak lagi bermaksud untuk menjawab pertanyaanya lagi, jadi dia langsung menemembak jatuh pertanyaannya.

Dia mengambil napas dan kemudian berbicara lagi.

“Bahkan meskipun aku mengatakan bahwa kita seharusnya mulai sekarang, kita telah membuang banyak waktu. Baiklah lalu, nona penyihir, bukankah ini giliranku?” (Suimei)

Ketika dia menanyakan itu, Suimei menggunakan sebuah ekspresi tertarik. Dia tampak senang.

Felmenia tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Sejak dia datang ke sini, dia telah berpikir beberapa kali. Peningkatan sihir itu juga, pada akhirnya, seperti yang Suimei katakan, dia menggunakan lingkaran sihir untuk mengaktifkan sihirnya.

Sejak Felmenia menyiapkan lingkaran sihir sebelumnya, itu masih aneh. Itu memerlukan waktu untuk membuatnya, dan itu membuat waktu untuk menggunakan sihir meningkat juga. Namun, pria di depannya yang membuat sihir. Dia mengabaikan waktu minimum yang diperlukan.

Tidak peduli apakah itu bohong atau tidak, itu adalah kenyataan. Dia menggunakan sihir tanpa menulisnya. Dia melakukan sesuatu yang Felmenia tidak bisa lakukan atau bahkan mengerti. Pemuda ini pasti sangat berharga. Dia telah belajar sihir di dunia yang Felmenia tidak tahu. Dia seharusnya memperoleh pengetahuan ilahi.

Orang itu pasti lebih kuat dariku.

Orang itu jelas lebih kuat daripada penyihir senior yang yang aku ajari sebelumnya.

Orang itu pasti lebih kuat dari pahlawan Reiji.

Orang itu pasti lebih kuat dari Raja Iblis yang akan menghancurkan dunia…….

“Kamu… siapa kamu?” – Felmenia

“Oh aku lupa. Aku tidak pernah mengenalkan diriku sendiri sejak aku datang ke sini. Oke, baiklah. aku secara khusus akan mengenalkan diriku padamu.” (Suimei)

Suimei, seakan teringat sesuatu, membuka mulutnya lagi.

“Aku seorang penyihir. Yakagi Suimei. Tujuanku adalah untuk mencapai kebenaran di balik semua misteri di dunia. Pada saat ini, pelajar Jepang Barat.” (Suimei)

Penyihir. Yakagi Suimei.

Orang yang menjatuhkan penyihir terkuat dalam sejarah Astel ke tanah. Sebuah nama yang tidak akan pernah bisa Felmenia lupakan.
Load Comments
 
close