Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 047 - Dunia Makoto ~ Tomoe ~

~ Sudut pandang Tomoe ~

Tuanku sedang duduk.

Kehadirannya menipis. Itu seperti satu langkah menuju kematian.

Namun, aku tidak bisa mencium bau kematian dari tuan. Sungguh kontradiktif.

Tuan telah meninggalkan pesta sebelum berakhir, aku merasa bahwa kehadirannya semakin menipis, aku tiba di tempat ini dengan Mio.

Apa-apaan ini?

Mio ingin melompat keluar sesegera mungkin untuk memastikan keamanannya, tetapi aku menghentikannya.

melihat keadaan Waka. Seolah-olah dia melakukan ini secara rutin.

Aku menginstruksikan Mio untuk tetap tinggal dan menganalisis situasinya. Tidak ada tanda-tanda Waka melakukan bunuh diri. Sebaliknya, dia mengatakan bahwa dia akan melepas topengnya, bahwa dia akan membuat toko di dalam perusahaan, dan kami memiliki masalah mengenai menjadi anggota kerajaan. Itu lebih seperti, dia menjalani hidupnya dengan banyak beban.

Dia juga sangat senang tentang Mio yang menemukan bunga itu.

Dan di depan kami, ritual gila terjadi.

Ini adalah kejadian yang tidak pernah membuatku bosan ketika aku melihatnya, tetapi saat ini bukan saatnya untuk itu.

Salah satu masalah yang tidak bisa kami pecahkan bahkan ketika kami menyelidikinya, ekspansi Asora, terjadi tepat saat ketika kesadaran Waka kembali!

Pada saat yang sama, kehadiran Waka menjadi jelas, dan panah yang dipasangkan itu terbang ke sasaran yang jauh seolah-olah tersedot masuk. Gerakannya sangat indah sehingga akan memikat siapa pun. Itu terasa alami seperti bernapas. Mata kami bergerak dari Waka ke panah, dan kemudian ke target yang jauh.

Pemikiran seperti itu ‘tidak akan kena’, tidak ada sedikit pun di dalam pikiran kita. Pada saat Waka berubah dari tempat duduk ke posisi bergerak, aku sudah yakin itu akan menjadi hit.

Dan ketika aku mengalihkan pandanganku dari target ke Waka, aku merasa mulutku terbuka lebar.

Kekuatan sihir Waka yang sudah sangat besar, tiba-tiba meningkat lagi.

Kapasitas maksimum kekuatan sihir bukanlah sesuatu yang biasanya meningkat. Bahkan ketika kamu membaktikan seluruh hidupmu ke dalamnya untuk berlatih, demi menggandakan jumlah itu, kamu bisa disebut sebagai eksistensi seorang iblis.

Ada juga metode rahasia untuk memanfaatkan perjanjian, tetapi kerugiannya cukup besar. Dalam banyak arti, itu adalah diluar pengukuran, metode yang bahkan bisa disebut teknik terlarang-ja.

Dan kapasitas maksimum kekuatan sihir itu tiba-tiba meningkat dua kali lipat.
Kehadirannya mulai menghilang sekali lagi. Wajah Mio menjadi suram. Aku juga sangat cemas.

Dan kemudian, Asora mulai berdistorsi, dan, kekuatan sihirnya berlipat ganda.

Apakah kamu memberi tahuku bahwa ia telah mengulang proses tadi dan bangkit lagi? Asora tumbuh lebih besar beberapa kali ketika anak panah terbang, setiap kali panah dilepaskan, ekspansi terjadi.

Apakah kamu memberi tahuku bahwa dunia Asora ini menanggapi peningkatan kekuatan sihir Waka?

Lalu, apakah Asora yang aku buat dan yang satu ini, hal yang berbeda? Ini … adalah dunia yang Waka ciptakan tanpa sadar setelah dia membuat kontrak denganku ?!

Sesuatu seperti penciptaan dunia, adalah tindakan yang tidak seorang pun di dunia ini dapat capai kamu tahu?

Itu bukan sesuatu yang setengah-setengah seperti dimensi yang aku khususkan dan dapat diganggu.

Itu benar, itu tidak bisa dibandingkan dengan ini. Bahkan Dewi itu tidak mampu melakukannya.

Dewi dulu ‘turun’ ke tanah ini, dan setelah berbicara dengan sejumlah penghuni sebelumnya yang tinggal di dalamnya, dia menciptakan sebuah dunia di mana dimungkinkan untuk hidup. Dia membuat kontrak dengan orang-orang dari tanah ini, dan di atas itu, dia melahirkan berbagai spesies.

Dengan demikian, aku dan naga superior lainnya adalah beberapa dari penduduk sebelumnya. By the way, Mio, bisa disebut penduduk sebelumnya juga. Tapi Dalam kasusnya, dia adalah seorang drifter, dia berakhir di tanah ini secara kebetulan.

Itu benar, bahkan Dewi pun tidak bisa dengan bebas menciptakannya. Aku tahu bahwa dia bukan ras terkuat yang ada, tetapi dia adalah salah satu yang tersisa dari pengaturan dewa. Dia harusnya memiliki status sendiri.

Lalu, bangaimana dengan tuan kita? Apakah kamu mengatakan kepadaku bahwa ia melakukan sesuatu yang melampaui Dewi itu dengan beberapa tingkatan, tanpa sadar?

Dengan usahanya sendiri? Ataukah itu kekuatan yang diberikan dewa itu ketika dia datang ke dunia ini, yang bertanggung jawab atas ini? Dari apa yang aku lihat dalam ingatan Waka, rasanya seperti seseorang yang tidak begitu signifikan, dia seperti dewa yang terhormat.

Tidak peduli apakah dia berasal dari dunia lain, dia masih seorang manusia. Bahkan dengan upaya atau bantuan, itu bukanlah sesuatu yang dapat aku pikirkan.

Tunggu, jika deduksiku tentang dunia ini benar, mungkin aku bisa menyelesaikan kasus lain yang ditugaskan kepadaku.

Ketidakteraturan iklim Asora. Sebuah solusi untuk itu muncul.

Yah, bagaimanapun juga.

ini Situasi yang sangat menarik. Seseorang yang bisa mencapai kekuatan sihir kelas penciptaan setelah beberapa tembakan panahannya. Ini Sungguh aneh. Lebih dari itu, tindakan yang dia lakukan untuk mencapai tingkat dewa bukanlah cobaan tetapi sesuatu yang dia lakukan secara rutin.

Aku tidak akan pernah lelah. Makoto adalah eksistensi yang tidak akan pernah membuatku bosan. Itu membuatku bertanya apakah dia benar-benar akan mati dalam seratus tahun. Aku tidak percaya itu.

Jika itu masalahnya, tidak berlebihan untuk berpikir bahwa Dewi akan memperhatikan hal ini. Lebih seperti, mungkin dia akan menggunakan sejumlah orang berpengaruh dan bahkan para pahlawan untuk menyerang dirinya/Makoto.

Melebihi dewa.

Waka berbicara buruk tentang Dewi, tetapi aku tidak dapat merasakan permusuhan atau kedengkian, dan bahkan jika ada, itu adalah kebencian murni yang tidak berakhir dengan niat membunuh.

Dia mungkin membencinya dan dia mungkin bertengkar tentang dirinya. Mungkin tidak ada perasaan yang menguntungkan untuknya. Tapi kenapa begitu? Aku tidak bisa membayangkan gambaran tuanku bermandikan darah karena Dewi itu mendorongnya ke jalan kehancuran.

aku tidak ingin membayangkan sosoknya tenggelam dalam kegilaan dan kebencian. Dalam kasus yang masih dianggap normal, dewi hanya akan menghasut siapa pun untuk membunuhnya. Dari semua hal dia telah melemparkannya ke tanah terlantar, itu bahkan membuatku mempertanyakan kewarasannya.

Pada waktunya, dia akan melampaui dewa. beberapa tindakan akan diberikan untuk membunuh dewa muncul di benakku.

Bagaimanapun, itu masih kata terlarang. Melihat tuanku yang putus asa dan tertawa lemah, aku tidak bisa menghentikan bibirku untuk berbicara.

Petugas di perusahaan atau peran memeriksa Asora. Bahkan menggunakanku sebagai kamus yang mudah digunakan untuk mengetahui barang-barang dunia ini.

Gunakan aku untuk apa saja. Jika untuk tuan yang hebat dan berbahaya ini dimana aku tidak dapat melihat batasnya, aku dengan senang hati akan melakukan apa saja.
Load Comments
 
close