Mahouka Koukou no Rettousei Volume 12 Chapter 002

Meskipun disebut "pertemuan keluarga", acara ini disponsori oleh raksasa keuangan Kitagata Ushio - "Kitagata Ushio" adalah nama industri yang menggunakan nama ayah Shizuku - sehingga pesta itu cukup ramai dengan aktivitas dan kegembiraan.

Namun, tidak seorang pun yang memiliki kesan bahwa acara ini kacau atau tidak terorganisir, meskipun jumlah orang yang hadir sangat banyak

"Sebuah tempat yang sangat besar, seperti yang diharapkan ......"

Rumah Kitayama mungkin satu-satunya tempat yang cukup lebar sebagai tempat pertemuan dan mengundang kekaguman yang tidak ditutup-tutupi dari Tatsuya.

Namun, sentimen itu tidak disuarakan oleh teman-temannya. Miyuki hanya tersenyum seolah-olah ia setuju dengan kata-kata kakaknya. Di sampingnya, Minami masih memakai ekspresi bingung. Dalam hal ini, Tatsuya memiliki banyak pengalaman dalam dunia militer dan di laboratorium penelitian untuk berinteraksi dengan "kaum plebeian", sehingga bila dibandingkan dengan pewaris (kandidat) Keluarga Yotsuba, Miyuki, dan pelayan yang telah lebih atau kurang tumbuh dalam rumah utama Keluarga Yotsuba, Minami - apa yang dirasakan Tatsuya berbeda dari yang dirasakan oleh Miyuki dan Minami berdasarkan latar belakang mereka yang berbeda-beda.

Tujuan dari perayaan hari ini adalah untuk mengucapkan selamat kepada Shizuku sekembalinya ke Jepang setelah sesi studinya yang singkat di USNA serta kenaikan kelas ke Tahun ke 2.

Meskipun dia sudah kembali 2 minggu yang lalu, alasan mengapa pesta ini ditunda begitu lama karena ia sibuk menyapa semua orang.

Shizuku adalah salah satu siswa terbaik di SMA Satu yang berafiliasi dengan Universitas Sihir Nasional dan Penyihir pemula berbakat, identitasnya juga sebagai putri seorang pengusaha besar. Dari sudut pandang sosial, posisinya sebagai putri CEO lebih diutamakan. Masa depannya sebagai calon Penyihir (pada akhirnya) adalah keputusannya sendiri, sedangkan posisinya sebagai putri CEO memiliki tanggung jawab terhadap keluarga, karyawan, pemegang saham, dan klien.

Karena alasan-alasan ini, pesta pribadinya diundur sampai hari sebelum semester baru dimulai.

Keluarga Kitayama ada lima orang terdiri dari Shizuku, orang tuanya, nenek, dan adik laki-lakinya. Namun, ayah Shizuku juga memiliki tambahan 5 saudara laki-laki dan perempuan (jumlah keluarga semacam ini tidak aneh mengingat bahwa mereka kaya bahkan di antara orang kaya), dan mengingat bahwa ayah Shizuku yang terlambat menikah, sebagian besar kerabatnya lebih tua dari dirinya. Lebih dari setengah dari mereka sudah menikah dan telah tiba dengan anggota keluarga mereka di belakangnya, sedangkan yang belum menikah membawa tunangan mereka. Oleh karena itu pihak keluarga ini membual kehadiran besar tersebut. ...... Setidaknya, itulah bagaimana ibu Shizuku menjelaskan kepada Tatsuya.

"Keluarga Ushio-kun adalah sebuah keluarga industri lama yang telah ada dari abad sebelumnya dari jaman ini. Tidak semudah itu membubarkan orang sebanyak ini."

Sementara hati-hati bermain bersama dengan kata-kata wanita itu, Tatsuya telah kehilangan hitungan berapa kali dia mendesah. Untuk beberapa tujuan yang tak terduga mengapa ia memusatkan perhatian pada dirinya, Nyonya Kitayama, pernah terkenal di seluruh dunia sihir atas Sihir Tipe-Osilasinya sebagai Penyihir peringkat-A, Kitayama Benio, atau Naruse Benio sebelum pernikahannya, memanfaatkan dia sebagai mitra percakapannya saat Tatsuya bertukar sapa dengan Shizuku. Omong-omong, Miyuki dan Minami sudah melarikan diri ke sisi Shizuku dan Honoka.

"Meski begitu, sulit untuk memasang wajah ramah kepada seseorang yang cukup tidak tahu malu untuk mengundang orang asing ke sini. Bahkan dengan perusahaan dipertaruhkan, Ushio-kun tidak harus memanjakan keluarganya terlalu banyak. "

Tatsuya sadar. Ibu -Shizuku sepertinya seseorang dengan lidah bercabang.

Tentu saja, seseorang yang selalu mengandalkan lidah bercabang tidak akan mampu bertahan di dunia nyata tanpa memandang status sebagai istri CEO (dunia maya adalah cerita lain sama sekali), jadi dia mungkin memilih waktu yang tepat dan tempat serta lawan bicara yang sesuai. Namun, mengapa lawan bicaranya adalah Tatsuya yang baru bertemu untuk pertama kalinya masih di luar jangkauan Tatsuya yang tidak peduli bagaimana ia memeras otaknya.

Ini bukan pertama kalinya Tatsuya bertemu Benio. Ketika Shizuku mengirimkan informasi yang dia kumpulkan dari Amerika, ia dan Miyuki telah bertemu Benio hari itu, tapi itu hanya sesaat. Tatsuya tidak ingat melakukan apa pun yang akan mendorong Benio untuk memulai percakapan dengannya.

(Namun, "Ushio-kun", eh ...... Apakah itu baik-baik saja untuk menggunakan panggilan itu dengan semua orang yang hadir di sini?) Mulai sedikit lelah dengan keluhan Benio, Tatsuya pun menjawab dengan ketus dalam hati seraya ia melayang dalam pikirannya sendiri.

Tatsuya tahu usia ibu Shizuku. Tentu, tidak perlu mengetahui detail tentang ayah Shizuku dan karena ibunya cukup terkenal di era modern, mengumpulkan Data Pribadi mereka tidak memerlukan terlalu banyak usaha (meskipun begitu, dengan pengamanan ketat yang melindungi Data Pribadi di jaman sekarang, orang biasa tidak akan mampu untuk melakukan hal ini). Menambahkan "-kun" untuk sebutan nama suaminya bukan karena Nyonya Kitayama lebih tua. Tidak seperti Ushio, yang terlihat lebih muda dari usianya, usia dan penampilan Benio jauh dari perkiraan, sehingga penampilan mereka menempatkan mereka kira-kira pada usia yang sama sementara pada kenyataannya, Ushio lebih tua dari Benio 9 tahun.

(Pasti karena cinta)

Ada keraguan untuk membayangkan menerapkan kata-kata "memanjakan" kepada kerabat teman.

Mungkin dia merasa puas dengan melampiaskan semua ketidaksenangan internalnya, dan kilatan jelek di mata Benio memudar. Namun, sebagai imbalannya, ia menatap Tatsuya seolah memperhitungkan sesuatu.

Tatapan ini tidak diarahkan kepada "orang asing" yang telah dibawa oleh seorang kerabat sebagai tamu, tapi ke arah Tatsuya. Meskipun wajahnya santai, Tatsuya merasa janggal layaknya orang pada umumnya. Sementara ia berharap untuk bertemu dengan kelompok Miyuki sesegera mungkin, Benio tampaknya belum siap untuk membiarkan dia pergi.

"Omong-omong ......"

Benio berbicara bahkan sebelum Tatsuya berpamitan. Meskipun ia menahan diri karena dia adalah ibu dari salah satu dari teman-temannya, ini masih kesalahan hina bagi Tatsuya. -Bukan bahwa ini adalah sesuatu yang mendalam, tapi Tatsuya tidak bisa menangani hal semacam ini.

"Jadi, apakah kamu orang yang disukai Honoka?"

Meskipun pertanyaan ini datang entah dari mana, Tatsuya segera mengerti konteks yang dimaksud. Berdasarkan pengalaman hal ini 20/20(?), tetapi jika ia bisa meramalkan ini maka ia bisa mempersiapkan jawaban yang sesuai.

"Mengesampingkan istilah itu untuk saat ini, saya memanglah orangnya."

Sejujurnya, sebutan “orang yang disukai” adalah sesuatu yang Tatsuya tidak boleh ia jawab dengan kata-kata "itu benar". Meskipun ini hanya kebohongan sia-sia, itu bukan sesuatu yang mudah bagi Tatsuya untuk mengakuinya.

"Jadi kamu tidak mudah tersipu. Sungguh bisa diandalkan. "

Entah bagaimana, jawaban Tatsuya tampaknya membuat Benio memberinya nilai tinggi. Jika tidak, ia menerima nilai tinggi karena ia tidak terjebak dengan pertanyaan Benio. Senyum Benio kearah Tatsuya berubah dari sopan menjadi sedikit ramah.

"Tapi kenapa kamu tidak menerima Honoka?"

Kata-katanya ramah, tapi masih dengan unsur menggoda.

"Meskipun dia tidak setara dengan adikmu, bukankah Honoka-chan cukup mempesona?"

Benio pasti memiliki ketertarikan dalam menonton hewan kecil berlarian di sekitar di kandang sambil merasakan kedekatan dengan mereka. Setelah berhasil melewati tes pertama, mata Tatsuya memancarkan kilatan yang berharap Benio hanya membuang-buang waktu.

"Saya pikir dia cantik. Tidak hanya fisik, tapi kepribadiannya juga."

Sikap Tatsuya kurang lebih hanya mengikuti alur percakapan. Tanpa menyadari apa yang ia cari, ia dengan hati-hati memperhatikan Benio untuk mencari makna di balik kata-kata ini tanpa membiarkan satu detail lewat.

"Aha ...... Jika begitu, maka ini menjadi lebih membingungkan. Jelas, penampilan wajah, tubuh dan kepribadian semua sangat baik, tetapi kamu masih menolak pengakuan cintanya."

Tatsuya tidak ingat bahwa ia menyebutkan tubuh Honoka, tapi hal ini pasti yang disebut silat lidah. Tatsuya berencana mengabaikannya terlepas dari apa yang Benio katakan, tapi itu tampaknya tidak perlu.

Bahkan lebih cepat dari dia, Benio menjatuhkan deklarasi yang mengejutkan.

"Juga, Honoka-chan sudah membantu kamu. Dia akan melayanimu dengan setia. "

Jika ini bukan deklarasi yang mengejutkan maka tidak ada lagi ungkapan yang sepadan. Bahkan untuk menggoda teman-teman putrinya, ini terlalu jauh. Bagi seorang Penyihir, hal ini tidak benar dan tidak bijaksana.

Seorang siswa SMA Sihir biasa akan benar-benar tidak mampu memahami apa yang Benio maksud.

Jika mereka bisa memahami makna di balik kata-kata Benio, maka kepekaan alami yang dimiliki seorang pemuda 16 sampai 17 tahun seharusnya tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya.

Namun, Tatsuya hanya menatap kembali wajah Benio dengan ekspresi datar di wajahnya.

Senyum Benio tidak hilang, seperti yang diharapkan dari istri seorang penguhasa besar.

"...... Saya mengerti. Jadi kamu bisa berekspresi seprti itu bahkan setelah megehetahui hal itu. "

Namun, tampaknya Benio tidak mampu menyembunyikan sedikit kekakuan pada suaranya.

"Saya tidak berpikir untuk berpura-pura melupakannya."

Suara Tatsuya tidak dapat digambarkan sebagai ramah. Tidak peduli apa maksudnya, kata-kata Benio sebelumnya termasuk kategori yang tidak boleh disebutkan dengan keras. Terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari salah satu temannya, Tatsuya tidak percaya bahwa perlu berkomunikasi dengannya dengan cara yang ramah.

"Begitu ya ...... Mengetahui kekuatan Elemen dan nilai potensinya, itu sebabnya kamu menolak dan bersikap begini."

Garis keturunan Honoka adalah - Elemen. Honoka adalah keturunan penyihir yang dikembangkan untuk merevitalisasi sihir tradisional yang ada bahkan sebelum Sistem 4 Besar dan 8 Jenis Utama dari sihir modern. Bagi mereka yang memegang posisi kekuasaan besar, garis keturunan itu adalah nilai yang luar biasa. Tatsuya sangat menyadari hal ini, yang merupakan poin yang sama yang Benio maksud.

Pada saat ini, senyum sopan di wajah Benio lenyap. Suaranya yang kaku berubah menjadi dingin.

"Jangan bilang, ini semua bagian dari rencanamu?"

Benio gagal untuk menjelaskan apa yang dimaksudnya, tapi Tatsuya menangkap inti di balik kata-kata Benio seperti ia dengan tepat membaca teguran dan ejekan yang tersirat didalam kata-kata Benio.

"Saya tidak pernah bermaksud untuk memanfaatkan Honoka seperti itu."

Seperti yang dikatakannya, Tatsuya tidak takut. Dia juga tidak berusaha untuk membantah kata-kata menjelekkan yang diarahkan kepadanya.

"Namun, kamu masih memperbolehkannya untuk membantumu ketika kamu mengalahkan para vampir."

Benio mungkin merasa bahwa Tatsuya berpura-pura bodoh. Frustrasi mulai muncul dalam kata-katanya.

"Tidak ada alasan untuk menolak Honoka kalau begitu"

Tatsuya tahu betul penyebab di balik perubahan sikap Benio. Bahkan jika dia melewatkan poin positif yang diarahkan padanya, tidak mungkin dia melewatkan rasa permusuhan. Karena dia telah dilatih untuk hal itu. Di sisi lain, ia juga dilatih untuk tidak pernah goyah bahkan dalam menghadapi rasa permusuhan dan kebencian.

Menghadapi Tatsuya, yang tidak menunjukkan kecenderungan untuk marah tidak peduli dengan provokasi yang diberikan, Benio mengubah arah pembicaraan.

"...... Honoka sudah seperti saudara bagi Shizuku. Kami juga menganggap bahwa dia salah satu dari anak kami. Selain itu, Shizuku juga tertarik denganmu. Kepercayaan Shizuku kepada kamu melampaui batas antar teman biasa."

Tatapan Tatsuya ke arah Benio bertanya padanya apa maksud dari perkataannya.

Dalam pikiran Tatsuya, anggapan bahwa "ini adalah ibu Shizuku" sudah lama hilang.

"Itulah sebabnya saya melakukan investigasi pada kamu, Shiba Tatsuya-kun."

Benio menatap Tatsuya dengan kilatan menantang di matanya.

"Meskipun itu tidak akan menyenangkan, saya bisa mengerti."

Menanggapi, Tatsuya menjawab dengan ekspresi ramah.

"Siapa sebenarnya kamu? Dengan Kitayama ...... dengan Jaringan Informasi dari ‘Aliansi Perusahaan’ bahkan tidak bisa menemukan Data Pribadimu!"

"Pasti ada kesalahan. Sebab, saya tidak bisa mendaftar SMA tanpa Data Pribadi. "

Jawaban Tatsuya memang masuk akal. Namun, Benio merasa bahwa ini adalah hinaan.

"Jangan meremehkan orang dewasa. Memang benar bahwa DP kamu memiliki tingkat informasi terendah, berkaitan dengan informasi tambahan yang rumit dan sedikit ulasan negatif, sehingga data ini tidak terlalu sempurna. Jika saya tidak mendengar hal-hal yang Shizuku katakan tentangmu, saya pasti tidak akan mencurigaimu "

"Apakah ada sesuatu yang mencurigakan?"

Nada suara balasan Tatsuya datar. Seluruh sikapnya praktis berteriak bahwa ia sudah melihat melalui fakta bahwa Benio tidak memiliki informasi konkret di tangannya.

"Tidak, tidak ada. Dan itulah mengapa hal ini begitu aneh."

Tatsuya diam-diam menyaksikan ibu Shizuku saat ia terus memelototinya sambil mengejar ekornya sendiri. Tidak ada yang perlu dikatakan. Itulah perasaan jujur Tatsuya tentang masalah tersebut. Satu-satunya hal yang bisa Tatsuya pikirkan sambil melarikan diri dari kenyataan adalah bahwa "dia tidak seperti putrinya, dia cepat marah".

"Mendengar perkataan Shizuku, kamu adalah seseorang dengan kecakapan yang luar biasa, tidak, kemampuan dan bakat yang lebih dari luar biasa. Setelah berbicara secara langsung denganmu, kesan saya tentangmu hanya tumbuh lebih jauh ke arah 'tidak biasa'. Namun, bagaimana Data Pribadimu bisa begitu 'biasa'? "

Kata-kata Benio mengandung kebenaran dan spekulasi belaka. Karena itu hanya spekulasi, tidak ada alasan untuk mengakui apa pun.

"Data Pribadi hanya sekedar informasi. Orang yang sebenarnya tidak mungkin sesederhana itu."

Data Pribadi adalah topeng yang diciptakan untuk memungkinkan orang lain untuk mengidentifikasi dirinya. Apakah topeng ini dekat dengan kebenaran atau tidak, asalkan fakta "itu dekat dengan kebenaran, tetapi tidak" tetap tersembunyi, topeng itu akan terus menampilkan keberadaannya pada dunia luar.

"...... Jadi kamu mengatakan bahwa adalah wajar jika kesan yang terlihat berbeda, benar?"

"Itulah saya. Jika anda bertanya nama saya dan pengalaman, maka itu seperti yang tercatat dalam Data Pribadi saya. Dalam hal kesan, itu seperti yang anda lihat. Di luar itu, tidak ada lagi yang bisa saya katakan tentang masalah tersebut."

Pada tingkat tertentu, hal itu adalah pikiran jujur Tatsuya tentang masalah ini. -Yaitu siapa saya. Dia adalah seseorang yang memiliki kekuatan sangat merusak yang setara dengan senjata nuklir dan sangat mungkin satu hari nanti menghancurkan dunia. Jadi "apa" dia? Ini adalah pertanyaan yang ia sering diajukan kepada dirinya sendiri tanpa jawaban yang cocok.

Namun, Benio tidak dapat menerima jawaban itu.

"Apakah kamu mencoba untuk berpura-pura bodoh ...... !?"

Meskipun ia mencoba untuk menahan suaranya, nada suaranya cukup keras.

Dengan beberapa pengecualian, orang-orang yang telah melampaui tingkatan sosial atas mampu dengan cekatan menangkap ketika seseorang dari status sosial yang sama atau lebih tinggi menunjukkan fluktuasi emosional. Melihat istri tuan rumah berkelahi dengan salah satu tamu mulai mendapatkan perhatian dari para tamu lainnya.

"Benio. Tenanglah sedikit."

Meskipun ini disebut pertemuan keluarga, tidak mungkin hanya anggota keluarga yang hadir. Benio pasti tidak ingin orang lain menyaksikan adegan ini, yang mengapa hal itu wajar bagi Kitayama Ushio dengan cepat datang dan menengahi.

"Shiba-kun, saya minta maaf atas kelakuan istri saya."

"Tidak, saya yakin sayalah yang harus meminta maaf atas kata-kata tidak pantas saya. Apalagi, saya dari kalangan muda yang belum dewasa, jadi saya akan sangat berterima kasih jika anda bisa memaafkan perilaku saya."

Saat Ushio menundukkan kepala dan meminta maaf, Tatsuya juga membalas salam dan menawarkan maafnya. Namun, kata-katanya masih cukup angkuh.

Untungnya, Ushio tidak keberatan dengan kata-kata Tatsuya. Tidak ada rasa kegelisahan dan, seperti pasang surut, matanya melayang dari Benio ke Tatsuya.

"Jika berkenan, izinkan saya untuk berpamitan."

Tatsuya sepertinya percaya ini menjadi kesempatan yang baik, maka kata-katanya ditujukan kepada Ushio bukan Benio. "Ah, benar. Saya yakin anak saya ingin berbicara denganmu."

Ushio merasa bahwa Benio juga memerlukan beberapa waktu untuk menenangkan diri. Tatsuya membungkuk sebelum berjalan ke arah kelompok Shizuku sementara Ushio menahan punggung Benio sambil berjalan menuju kursi yang bersandar di dinding.

"Tatsuya-kun, aku minta maaf."

Setelah mendekati jarak di mana mereka tidak perlu lagi berteriak untuk mendengar satu sama lain, Shizuku memukul Tatsuya dengan pelan dan meminta maaf sambil menundukkan kepalanya.

Setelah Shizuku mengangkat kepalanya, sedikit nyaris tak terlihat ekspresi malu terselip dalam ekspresi datarnya. Sebab, ia mengundang salah satu dari teman-teman sekelasnya ke acara pestanya hanya untuk ibunya menyusahkan mereka (dalam pandangan Shizuku). Bahkan orang lain selain Shizuku akan benar-benar merasa malu.

"Tidak perlu khawatir, aku memahami alasan ibumu. Jika seorang pria muncul entah dari mana dan mendekati putrinya, pastinya itu mengkhawatirkannya. Aku tidak keberatan dengan hal itu, jadi Shizuku, jangan khawatir."

"...... Hm, maaf sekali lagi."

Tidak adanya sanggahan lebih bukan karena Shizuku ingin mengubah suasana hatinya (meskipun ada beberapa unsur itu juga), tapi karena diam adalah sifatnya. Meskipun dia jelas ingin meminta maaf bahkan lebih, itu satu-satunya kalimat yang bisa diucapkannya. Perasaan itu membuat perasaan malunya berlipatganda, menyebabkan ekspresi canggungnya saat ini.

Di saat yang tepat, Tatsuya menyadari bahwa ia hampir membelai kepala Shizuku. Ini bukanlah salahnya, tapi karena ekspresi Shizuku mirip dengan ekspresi Miyuki yang sering terlihat, Tatsuya hendak "menggosok kepalanya sendiri" sebagai refleks.

Dia terlalu santai, Tatsuya tertawa kecut sendiri sambil menyelipkan pemikiran yang mendalam jauh sebelum menggelengkan kepalanya dan tertawa ringan seolah-olah menandakan "mari kita akhiri ini di sini”

Shizuku, Honoka, Minami, dan Miyuki. Dalam lingkaran gadis-gadis dengan gaun glamor mereka, berdiri seorang anak muda dengan pakian pesta di tengah mereka. Biasanya, seseorang dalam posisinya akan sangat gugup, tapi Tatsuya tidak mendeteksi perasaan itu dari anak itu. Honoka sungguh-sungguh berusaha untuk melibatkan Minami dalam percakapan sementara Shizuku menyela begitu sering untuk mencegah Honoka menjadi terlalu bersemangat. Dengan bantuan Miyuki di sisinya, Minami membalas perakapan itu. Melihat mereka semua, Tatsuya hanya mendengarkan percakapaan ini. Pada saat ini, ia tiba-tiba mendengar namanya dipanggil dari belakang dan berbalik.




"Permisi, anda Shiba Tatsuya Onii-san, benar?"

Anak muda ini tampaknya menganggap bahwa Tatsuya tidak mendengarnya dengan jelas. Tatsuya menjawab setelah anak itu mengulangi pertanyaannya.

Anak itu mungkin belum menginjak SMP. Dihadapkan dengan seorang anak muda mungil dengan tampilan remaja, Tatsuya tidak perlu untuk menanyakan namanya.

"Wataru."

Nama muda anak itu keluar dari mulut Shizuku.

"Onee-chan. Maaf, apa aku mengganggu kalian semua?"

Namun, identitas anak itu harus dikonfirmasi oleh bibirnya sendiri.

"Tidak. Namun, pastikan untuk menyambut mereka."

Seperti biasa, kata-kata Shizuku mungkin terdengar dingin di permukaan, tapi tatapan dia ke arah adiknya cukup lembut.

Sepenuhnya memahami kata-kata Shizuku, anak muda bernama Wataru mencoba yang terbaik untuk menampilkan ekspresi rajin - ekspresi seolah-olah ia "berusaha sangat keras untuk itu" itu sangat menggemaskan – dan dengan sopan membungkuk sesuai dengan instruksi kakaknya.

"Senang bisa berkenalan denganmu. Nama saya Kitayama Wataru. Aku akan menjadi siswa kelas enam tahun ini."

Wataru telah menegakkan tubuhnya dan menghadap ke arah Tatsuya untuk memperkenalkan diri. Karena ia sudah mengenal Honoka, tidak perlu untuk berkenalan lagi. Namun, ia tidak memperhatikan Miyuki walau hanya sekejap - ia tampaknya menghindari Miyuki (untuk tidak merasa kewalahan). Setelah Tatsuya bertukar salam, Wataru sedikit mengalihkan matanya saat Miyuki menjawab, mengertakkan gigi dan mengencangkan seluruh tubuhnya, yang hanya menguatkan kesan itu.

Karena jelas ini bukan karena ia tidak menyukai atau mengabaikannya, Miyuki hanya menganggap sikap Wataru sangat lucu. Namun, perilaku tidak pantas ke arah "tuannya" tampaknya membuat Minami tidak suka.

"Saya sangat senang bertemu dengan anda, Wataru-san. Nama saya Sakurai Minami. Saya sepupu Tatsuya-niisama dan Miyuki-neesama. Mohon kerjasamanya."

Sapaan Minami sempurna, tapi senyum di wajahnya tampak kurang tulus. Meskipun bukanlah ekspresi palsu, sulit untuk menyembunyikan bahwa dia hanya mengamati kesopanan.

Honoka adalah orang yang berinisiatif untuk menghilangkan suasana canggung.

Namun, dia tidak memaksa mengubah topik pembicaraan di sini. Berdasarkan perilaku Wataru sebelumnya terhadap Tatsuya, dia tampak seperti dia punya pertanyaan untuk Tatsuya.

"Ah, kau benar."

Perhatian Wataru segera berpaling ke arah Honoka. Ini bukan karena dia tanggap, tetapi sebagaimana anak-anak bertindak pada umumnya.

"Shiba-san."

Ada dua orang dengan nama "Shiba" di sini, tapi semua orang di sini tahu dengan siapa Wataru ingin berbicara, sehingga tidak ada yang memotongnya - termasuk Minami.

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan."

Dihadapkan dengan Wataru yang cemas yang akhirnya berani untuk berbicara.

"Tentu. Selama aku bisa menjawabnya, tentu saja."

Tatsuya menggunakan nada yang ramah untuk membalas.

"Aku ingin tahu, uh, bisakah seseorang yang tidak bisa menggunakan sihir menjadi insinyur sihir?"

Pertanyaan itu sendiri tidaklah mengejutkan, tapi dari mulut anak dari Keluarga Kitayama, ini menjadi aneh. Saat ini, baik Shizuku dan Honoka mengenakan ekspresi heran.

"Tidak. Insinyur sihir adalah teknisi yang menggunakan teknik sihir untuk engineering. Teknisi yang tidak mampu menggunakan sihir tidak bisa disebut insinyur sihir."

Namun, Tatsuya tidak pernah ragu-ragu dan menyampaikan jawaban jujur.

"Apakah begitu ......"

Mendengar jawaban Tatsuya yang jelas, bahu Wataru terkulai. Namun, itu terlalu dini untuk menyerah.

"Meskipun demikian, insinyur sihir bukan satu-satunya teknisi yang bekerja di bidang teknik sihir."

"Eh?"

Melihat Wataru mengangkat kepalanya untuk melihat dia, Tatsuya memperlihatkan senyum mantap. Matanya penuh dengan harapan, Wataru berharapa pada setiap kata Tatsuya.

"Bahkan tanpa sihir, kamu masih bisa belajar teknik sihir."

Tatsuya tidak bermaksud untuk meremehkan. Bahkan jika dia adalah seorang "penjahat", itu tidak berarti "kepribadiannya adalah jahat". -Setidaknya, itulah bagaimana ia melihatnya.

"Meskipun sangat sulit untuk melakukan perawatan CAD tanpa merasakan sihir, kamu masih dapat membuat CAD meskipun tidak bisa menggunakan sihir. Hal ini sama untuk produk lain yang digunakan untuk teknik sihir. Selama kamu belajar keras, kamu akan dapat memperoleh pengetahuan dan teknik yang diperlukan untuk membantu kakakmu."

"Ah, tidak, aku tidak ......"

Tidak peduli bagaimana ia berusaha menyangkalnya, pikiran batinnya sudah terlihat berkat ekspresi malu di wajahnya.

Setelah itu, tatapan yang diarahkan kepada Tatsuya berubah dari tatapan terhadap orang asing (untuk siswa SD, siswa SMA adalah orang dewasa) menjadi tatapan memuji dan hormat.

Sayangnya, orang dewasa tidak dapat menampilkan sikap murni yang sama seperti anak-anak.

Melihat kedua anaknya yang telah benar-benar terpesona oleh Tatsuya dari jauh, Benio tiba-tiba ingin mendesah.

"Ada apa, Benio?"

Bahkan jika Ushio berbicara dengannya karena khawatir, Benio hanya bisa membuat wajah datar sambil menahan dorongan untuk mendesah, tapi tidak menjawab. Tatapannya hanya bertumpu pada suaminya setelah Ushio berbicara untuk sesaat sebelum sekali lagi melayang ke mana anak-anak berbicara dan tertawa.

"Benio, tepatnya bagian mana dari Shiba Tatsuya-kun yang tidak kamu sukai?"

Kitayama Ushio mencintai istrinya, tapi itu tidak berarti dia adalah seorang suami yang takut istri. Sebaliknya, sebagian dari dirinya takut istrinya, tapi hubungan mereka bukan salah satu di mana ia tidak bisa menyuarakan pikirannya.

"...... Ushio-kun, kamu terdengar seperti kamu menyetujui dirinya."

Benio akhirnya mengalihkan matanya kembali kepada suaminya.

"Aku berpikir bahwa dia seorang pemuda yang pandai. Lebih penting lagi, dia sangat berbakat. "

Balasan Ushio itu sangat jujur; interpretasi lain bahwa ia tidak berpikir sangat mendalam tentang masalah tersebut. Benio merasakan gelombang ketidaksenangan secara refleks, tapi tidak menjawab dengan ketus.

"...... Bahkan mungkin sedikit terlalu berbakat."

Namun, mendengar suara Benio yang secara paksa menahan emosi, Ushio tahu bahwa keadaan mentalnya jauh dari tenang.

"Selain itu, dia tahu terlalu banyak dan mengerti terlalu banyak. Bahkan di antara para anggota dari Sepuluh Klan Master dimana aku berafiliasi, tidak satu pun dari mereka yang membuatku harus berhati-hati seperti yang dilakukannya."

Sebuah desahan akhirnya terlepas dari bibir Benio. Tanpa mendesah, tidak ada cara untuk menyampaikan kegelisahan yang dirasakannya.

"Untuk Penyihir, yang terlalu berbakat bukanlah tanda kebahagiaan. Sebaliknya, kebahagiaan surut dari mereka. Untungnya, Shizuku berhenti di tingkat berbakat, tetapi jika dia terlibat terlalu dekat dengan Penyihir sangat berbakat, maka dia dapat terlibat dalam kemalangan yang tertarik kepada mereka yang memiliki kekuatan luar biasa."

Ushio tidak dapat memberitahu istrinya bahwa "dia berlebihan memikirkan hal ini".

Sebaliknya, Ushio meletakkan tangannya di bahu istrinya.

"Bahkan jika seperti yang Benio katakan dan Shiba Tatsuya membawa kemalangan, apakah itu benar-benar salahnya? Menghindari dia karena masa depan yang tidak pasti itu bukan karena kesalahannya sendiri adalah sesuatu yang aku tidak setuju. Jika kekuatannya benar-benar membawa kemalangan dan melibatkan Shizuku, maka semua akan baik-baik saja jika kita menghapus kemalangan itu dari kehidupan mereka. Lagipula, aku tidak dikenal sebagai 'pengusaha besar' tanpa alasan. Kita adalah keluarga, dan aku akan melindungi mereka. Kau lihat saja nanti."

Mendengar kata-kata Ushio yang meyakinkan, Benio hanya mengangguk dan tidak menjawab.

Namun demikian, dia tampak jauh dari menerima kata-katanya.

Sekarang sulit untuk mengetahui apakah kekuatannya itu terlalu besar, tapi itu benar bahwa Tatsuya memiliki kecenderungan untuk menarik masalah, atau setidaknya dia adalah tipe itu. Ketika Tatsuya sedang bercakap-cakap dengan adik laki-laki Shizuku, benih-benih masalah datang merangkak naik pada dirinya.

"Shizuku-chan, lama tidak bertemu."

Orang yang memulai percakapan dengan nada intim adalah seorang pemuda yang tampak berumur sekitar 25 tahun. Meskipun ia menebarkan kesan sembrono, setidaknya pakaiannya tidak buruk atau biasa. Shizuku hanya mengangguk ringan. Meskipun nama mereka saat ini tidak diketahui, melihat suasana akrab diantara mereka, dia pasti kakak sepupu dari keluarga Shizuku.

Namun, ketika Shizuku dan Wataru melihat wanita muda di sisi pria itu, keduanya menampakkan ekspresi terkejut. Pada pandangan pertama, dia memiliki usia yang hampir sama seperti pemuda itu. Namun terlepas dari wajah atau tubuhnya, keduanya jauh melampaui normal. Pilihannya dalam gaun dan perhiasan sempurna, memberi kesan hampir membingungkan. Berdasarkan ekspresi terkejut Shizuku dan Wataru, wanita cantik ini jelas bukanlah salah satu kerabat mereka.

"Ah, aku akan menikah pada akhir tahun. Dengannya."

Pemuda itu merasa tatapan mata Shizuku dan Wataru mengarah pada dirinya dan dengan panik menjelaskan.

"Kau bertunangan? Selamat."

"Ah, tidak, dia belum mendapatkan cincin pertunangan dariku"

Shizuku dengan sopan menyampaikan ucapan selamat, yang membuat pemuda menggeleng dengan canggung.

Melihat pemuda itu seperti ini, Tatsuya berpikir "untuk anggota dari Keluarga Kitayama, pemuda yang satu ini cukup normal". Wanita cantik di sisi pemuda itu yang tampaknya sengaja menyiarkan keberadaannya tersenyum kepada Tatsuya setelah melihat tatapannya.

Kali ini giliran Tatsuya untuk menjadi terkejut. Segera mendeteksi perubahan Tatsuya, Miyuki memperlihatkan wajah bertanya pada kakaknya yang tampaknya menanyakan "Ada apa?". Jika ini berkembang lebih lanjut, Miyuki pasti akan mengikuti garis pandangan Tatsuya dan mempersempit alisnya setelah melihat ke arah mana kakaknya menatap. Namun, sebelum hal-hal maju ke tahap itu, wanita cantik itu berbalik tidak ke arah Tatsuya, tapi kepada bintang pertunjukan malam ini, Shizuku, dan membuka mulutnya.

"Senang bertemu, Shizuku-san. Namaku Sawamura Maki. Senang berkenalanmu. "

Dalam pikiran Tatsuya, pengenalan diri yang terlalu disederhanakan ini bukanlah produk dari kepribadian introvert dan tidak suka terhadap mengekspresikan dirinya sendiri, tetapi karena orang lain harus secara alami tahu siapa dia tanpa dia harus memberi tahu.

Seolah-olah untuk membuktikan hipotesis, Honoka bertanya kepada Maki dengan suara tidak percaya setelah diperkenalkan di belakang Shizuku dan Wataru.

"Permisi, Sawamura-san, bukankah anda aktris, Sawamura Maki? Orang yang dinominasikan untuk Best Actress di Pacific Movie Awards untuk perannya dalam 'Currents of Summer'."

"Ah, jadi kamu melihat film itu?"

Sawamura Maki memperlihatkan senyum anggun dan menjawab pertanyaan Honoka. –Meskipun kegembiraan bisa terlihat dalam suaranya.

"Jadi itu anda! Aku pernah melihat cuplikannya di bioskop sebelumnya. Itu luar biasa! "

"Ho ho, terima kasih banyak!"

Tatsuya tidak menonton film, tapi ia mendengar ketenaran tentang film "Currents of Summer". Dia ingat bahwa film ini adalah subyek dari banyak perdebatan di musim panas sebelumnya. Berdasarkan sikap Honoka, itu tampaknya menjadi bagian yang cukup menarik. Setidaknya, ini adalah film yang mendorong orang untuk pergi melihatnya di bioskop daripada melihat pada salah satu saluran utama di TV.

Dengan nominasi pada festival film internasional, wanita ini pastinya seorang aktris terkenal, pikir Tatsuya. Pada saat ini, Tatsuya kehilangan minat terhadap "dia". Tatsuya awalnya tidak tertarik dalam bisnis hiburan dan, dari sudut pandangnya, ada terlalu banyak kerugian untuk menjadi artis terkenal yang merupakan titik fokus dari media. Dengan meminta maaf kepada Honoka yang sangat tertarik, Tatsuya pribadi berharap mereka untuk segera pergi dan mencari tamu lain.

Sayangnya, kenyataan punya ide lain.

"Maafkan aku jika aku mengira orang yang salah ......"

Ada irama yang naik di akhir kalimat itu, yang menimbulkan pertanyaan. Maki menyapa Tatsuya dan Miyuki berdiri di belakang. "Bukankah kalian berdua Shiba Miyuki-san dan Shiba Tatsuya-kun, benar?"

Tatsuya dan Miyuki tidak cukup naif untuk menunjukkan sikap terganggu. Namun, meskipun tingkatannya berbeda, perasaan terkejut merasuki pikiran mereka.

"Memang benar. Maafkan saya, tetapi apakah kita pernah bertemu?"

Tatsuya melangkah di depan Miyuki, mencegah adiknya dari sekali lagi memperkenalkan dirinya. Langsung menghadap Maki, ia menyampaikan pertanyaannya sendiri.

Balasan Maki menegaskan bahwa ingatan Tatsuya adalah benar.

"Tidak, ini adalah pertama kali kita bertemu."

Lalu bagaimana anda tahu? Menghadapi pertanyaan yang tak terucap dari Tatsuya, Maki dengan mudah membuka misteri.

"Dia membiarkanku menonton siaran Turnamen Sembilan Sekolah. Dia mengatakan bahwa Shizuku-san akan bertanding."

Tak perlu dikatakan, "dia" mengacu pada tunangan disisinya.

Shizuku saat ini sedang berbicara dengan pasangan Maki. Alasan mengapa Maki merendahkan suaranya untuk mencegah Shizuku dapat mendengar mungkin karena orang-orang akan salah menanggapi pujian dia untuk Miyuki sebagai penghinaan terhadap Shizuku, Tatsuya mengerti. Dengan penurunan volume, jarak antara wajah mereka juga menurun. Mungkin ada maksud lain yang terlibat, tapi Tatsuya tidak berkewajiban untuk menuruti Maki.

"Benarkah? Adik saya adalah cerita lain, tapi saya sendiri tidak layak untuk pujian tersebut."

Mempertimbangkan lokasi dan orang yang berbicara dengannya, Tatsuya sengaja mengunakkan "saya sendiri" dalam orang pertama. Dibandingkan dengan pertemuan dengan orang tua Shizuku itu, Tatsuya menempatkan Maki pada posisi yang bahkan lebih jauh lagi. Di bawah kedok kesopanan, Miyuki tetap diam untuk alasan yang sama persis seperti kakaknya. Naluri kedua bersaudara mengatakan kepada mereka untuk waspada terhadap Maki.

"Betapa rendah hatinya kamu. Aku bukan satu-satunya yang mengganggap tinggi kalian berdua. Semua teman-temanku juga setuju." Omong-omong, Maki juga menyebutkan nama-nama beberapa aktor dan sutradara, tapi sayang untuknya, Tatsuya tidak pernah mendengar satu pun dari mereka.

"Oh ya! Apakah kamu punya waktu akhir pekan depan? Jika kamu tidak keberatan, aku akan dengan senang untuk menunjukkan kalian berdua ke salon kami."

Maki mengundang Tatsuya dengan senyum mempesona. Di satu sisi, ia menggunakan ekspresi tidak bersalah untuk mengekspresikan kemurnian sementara separuh lainnya adalah menarik dan menggoda. Seperti yang diharapkan dari kecakapan berakting dari aktris muda terkenal.

Sejujurnya, Tatsuya sedikit tertarik. Apa yang menarik perhatiannya adalah mencari tahu persis apa yang artis ini yang tidak ada hubungannya dengan sihir inginkan darinya. Tatsuya tidak pernah percaya omong kosong tentang tertarik oleh penampilan seseorang. Kilatan di mata Sawamura Maki bukanlah sesuatu yang begitu dangkal.

"Meskipun kesempatan itu sulit didapat, saya harus menolaknya"

Namun, jawaban Tatsuya adalah penolakan. Meskipun nada suaranya ramah, tidak ada ruang untuk salah menafsirkan arti kata-kata atau kesempatan untuk berubah pikiran.

"Aku mengerti."

Pada saat itu, kemarahan berkobar di pupil Maki, tapi segera padam. Sekali lagi, seperti yang diharapkan dari kecakapan berakting dari seorang aktris terkenal.

"Lalu, adikmu ...... Maukah Miyuki-san menghormati kami dengan kehadirannya?"

Kali ini ia mengirim senyum yang murah hati kepada Miyuki. Dia mampu dengan bebas membuat senyum penuh dengan pesona feminin yang benar-benar bebas dari kesan menggoda. Kemampuan akting Maki memang sangat hebat.

"Karena kakak saya telah menolak, saya tidak mungkin mengganggu anda dengan kehadiran saya sendiri."

Menanggapi, Miyuki segera menjawab kembali dengan "negatif".

Dihadapkan dengan tanggapan ini yang tidak meninggalkan ruang untuk bermanuver, takjub meliputi wajah Maki. Saat ini dia tampak bimbang, Tatsuya sedikit menundukkan kepalanya dan Miyuki dengan anggun membungkuk sebelum mereka berdua pergi menuju meja makan.

Diam-diam mengamati gerakan mereka, Minami dengan cepat mengikuti langkah mereka. Tiba-tiba memutar kepalanya, Minami menangkap Maki memperlihatkan tatapan jelek ke arah Tatsuya sebelum buru-buru berpaling.

Mungkin salah mengartikan pandangan yang diperlihatkan kepadanya secara kebetulan, tunangannya (pernyataan sepihak) kembali ke sisinya dari percakapannya dengan Shizuku. Maki menyambutnya dengan senyum lebar, senyum yang tidak menunjukkan amarah atau kegoyahan yang sebelumnya.
Load Comments
 
close