Seirei Gensouki Chapter 137 - Masa Depan Mereka

「Kehidupan ..... Sebelumnya, kan. Itu pertanyaan yang kurang jelas, bukan. Tolong koreksi diriku jika aku salah, kehidupan sebelumnya dalam hal ini mengacu pada dirku sebelum aku saat ini lahir kan?」

Mata Rio sedikit terbuka dan dia memintanya untuk mengkonfirmasi niatnya. Itu adalah cara baginya untuk mendapatkan sedikit waktu untuk memikirkan tindakan balasan terhadap topik yang mendadak itu.

「Ya, seperti yang kamu katakan.」

Liselotte menyetujuinya. Matanya yang tertuju pada wajah Rio tampak seperti dia takut akan sesuatu.

(Pertanyaan ini ..... Mungkinkah dia hampir yakin bahwa aku sebenarnya adalah orang yang bereinkarnasi? Atau hanya caranya berbicara terus terang tidak ada hubungannya dengan fakta itu ...... Bagaimanapun juga, apa niatnya?)

Rio langsung kemungkinan dengan kemungkinan itu tapi, dia tidak punya waktu untuk berpikir dengan tenang tentang hal-hal seperti itu. Karena itu, tanpa memberikan jawaban yang meyakinkan untuk pertanyaan Liselotte―― 、

「..... Ini adalah hal-hal yang dikaitkan dengan metafisik tapi, itu tidak berarti kita tidak dapat menyangkal hal itu juga kan? Meskipun demikian, secara persoalan, tidak ada bukti untuk itu juga」 (Metafisik adalah hal-hal yang menyangkut keberadaan dan realitas disertai dengan bukti)

Dia tidak punya pilihan selain memilih jawaban yang aman. Karena terlalu berbahaya untuk memberikan jawaban langsung seperti 「Ya, aku percaya」

Dia seharusnya tidak membiarkan pengawasannya melemah untuk saat ini karena dia tidak punya cara untuk mengetahui maksud dari pihak lain, jadi pembicaraan ini mungkin akan memakan waktu lebih lama— Atau begitulah pikirnya.

「Bukti ...... Tentu saja, mungkin tidak ada bukti soal itu ...」

「Apa kamu percaya pada kehidupan sebelumnya, Liselotte-sama?」

Rio bertanya kembali ke Liselotte yang memiliki wajah suram.

「.... Ya. Aku percaya akan hal itu」

Hanya sedikit tapi, Liselotte mengangguk dengan tegas ketika dia mengatakan itu. Tapi--,

「Bagiku kamu benar-benar mempercayai hal itu」

Ketika Rio berkata seolah-olah masuk ke inti topik, Liselotte menunjukkan senyum bermasalah. Kemudian--,

「..... permintaan maaf terdalamku. Itu bukan jenis pembicaraan yang harus kita lakukan sambil berdiri di koridor seperti ini. Sepertinya aku dari semuanya merasa lelah. Meskipun kamu mungkin terkejut dengan ini, bagaimana kalau kita melanjutkan topik ini ketika kita bertemu lagi nanti? 」

Liselotte menutup matanya, menggelengkan kepalanya dengan ringan, dan kemudian mengucapkan kata-kata itu dengan nada yang sedikit masam.

「Ya, aku tidak keberatan ......」

Rio ragu-ragu melihat Liselotte pamit seolah-olah dia tiba-tiba berubah pikiran.

Mungkin karena dia telah berhasil sedikit tenang sekarang, dia tidak bisa merasakan gejolak atau goyah emosinya seperti sebelumnya, ketenangannya saat ini jelas bukan sifat tenang Liselotte yang biasa. Tindakannya itu pasti impulsif.

Tapi, menilai dari nadanya, dia mempertimbangkan kemungkinan serangan mendadak lain darinya setelah dia menyiapkan tempat yang tepat untuk mereka berdua. Mungkin dia akan menceritakan segalanya padanya saat itu.

Karena itu—,

(..... Sepertinya aku harus datang dengan persiapan yang baik lain kali agar tidak kaget ketika aku bertemu dengannya lagi nanti)

Meskipun Rio tidak memiliki niat untuk menjadi lebih akrab sampai sekarang, hubungannya dengan Liselotte akan semakin canggung jika hanya Liselotte yang bersikap lebih tegas dalam mendekatinya, jadi Rio memutuskan untuk memperlakukannya dengan tepat.

Dalam hal ini, semuanya akan tergantung pada sikap Liselotte, tapi, ia perlu bertindak setelah memikirkan dengan hati-hati tentang manfaat dan keburukan dari berbagi rahasia yang sama— Maka, Rio mulai merencanakan apa yang harus dilakukan.

Selain identitasnya sebagai seorang musafir, Rio saat ini punya hubungan saling percaya dengan Liselotte.

「Kalau begitu, tolong perlakukan aku dengan baik pada saat itu. Tuan Amakawa. Kita mungkin membuat dua temanmu terlalu khawatir jika kita terlambat. Jika kamu membutuhkannya, aku dapat mengirim salah satu pelayanku untuk menemanimu tetapi ....... 」

「Tidak terima kasih, perasaanmu saja sudah cukup. Yah, aku akan pergi sebentar maka ......」

Setelah menunjukkan senyum ramahnya dan mengangguk padanya, Rio berbalik dan meninggalkan Liselotte. Pelayan di dekatnya datang mendekatinya dan membimbingnya keluar.

Karena dia tidak menemui masalah setelah itu, dia membimbing semua orang di penginapan ke rumah Liselotte.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Malam hari itu, setelah menikmati makan malam dari Liselotte, Rio dipanggil ke kamar Christina.

Selain itu, dengan perkenalan dari Rio, Liselotte bertemu Rei dan Kouta di ruangan lain tapi itu cerita yang lain.

「Terima kasihku yang terdalam karena datang jauh-jauh ke kamarku, tuan Amakawa」

Setelah duduk di sofa di depannya, Christina membungkuk kepada Rio. Vanessa bersiaga di sisinya.

「Tidak. Tidak masalah. 」

Rio dengan tenang menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

「Alasan bagiku untuk memanggil tuan Amakawa saat ini adalah untuk mengucapkan terima kasih secara formal dan berbicara tentang beberapa hal tentang apa yang harus dilakukan setelah ini. Pertama, alasan kami berhasil menuju wilayah marquis Rodan adalah berkat bantuanmu. Putri bangsawan Kretia akan mengirim kita ke sana dengan kapal sihir」

Selama makan malam hari ini, Christina menghabiskan seluruh waktu makan malamnya bersama Liselotte. Jadi mereka mungkin berbicara tentang berbagai hal selama waktu itu.

「Itu bagus sekali. Jika tidak ada yang salah, kalian mungkin tiba di wilayah marquis Rodan besok」

「Ya. Meskipun kami berencana untuk berangkat lusa, kami masih bisa tiba lebih cepat dari pengaturan kami sebelumnya. Ini juga berkat mediasi tuan Amakawa. Terima kasih banyak」

「Peran utama di balik ini sebenarnya Liselotte-sama.」

Rio rendah hati.

「Tidak, karena tidak mudah untuk bertemu dengannya tanpa mediasi. Pertama-tama, saya tidak berpikir bahwa saya akan memilih opsi untuk bertemu dengannya tanpa Anda. 」

「...... Baiklah. Kalau begitu, orang yang rendah hati ini merasa bangga dengan pujianmu」

「Ya. Tapi, itu bukan hanya kata-kata pujian, aku ingin mengembalikan rasa terima kasihku padamu dalam beberapa bentuk. Meskipun aku sudah mengatakan ini berkali-kali sebelumnya, tanpa dirimu, aku tidak akan bisa mencapai tempat ini」

「Aku juga sudah mengatakan tentang masalah ini sebelumnya, ini untuk Celia」

Rio sudah menyiapkan penolak yang kuat terhadap Christina yang ingin memberinya semacam hadiah, tapi—

「Tidak ada hubungannya dengan itu. Kamu tidak hanya membantu kita, yang sedang dalam keadaan putus asa, untuk melarikan diri dari Creia kamu bahkan mengalahkan Alfred. Meskipun ada berbagai masalah lain, Kau menyelamatkan kami dari dua kesulitan terbesar kami. Tapi kemudian, menyelesaikan masalah ini hanya dengan kata-kata pujian akan menodai kehormatan bangsawan karena tidak membayar penyelamatku dengan hadiah yang sesuai」

Meski begitu, Christina menolak menyerah.

「Secara alami, aku mengerti kekhawatiran Yang Mulia tapi ..... Kalau begitu, haruskah hadiah yang diberikan menjadi sesuatu dengan bentuk fisik? 」

Ketika Rio bertanya begitu—,

「Kita bisa bernegosiasi tentang itu. Sayangnya aku tidak punya apa-apa di tanganku saat ini, aku tidak punya apa-apa untuk diberikan padamu kecuali gelar bangsawan atau medali berpangkat rendah tapi kemudian, segalanya akan berbalik selama kita mencapai wilayah marquis Rodan. Itu sebabnya, aku akan sangat senang selama kamu memberi tahu aku apa yang kau inginkan」

Christina mengatakan itu sambil menunjukkan wajah yang agak bermasalah.

Meskipun kekuasannya terbatas pada hanya memberikan gelar dan memberikan medali dekoratif sebagai putri pertama, dia mungkin bisa menebaknya selama perjalanan mereka bahwa Rio tidak peduli untuk itu.

「....... Kalau begitu, ini mungkin pertanyaan yang tiba-tiba tapi, bolehkah aku mendengar di mana kamu akan mendirikan markasmu nanti?」

Tiba-tiba Rio menanyakan pertanyaan itu.

「Meskipun aku akan mengunjungi ibukota kerajaan Galwark secara teratur, aku telah memutuskan untuk mendirikan markasku di wilayah marquis Rodan」

「Kalau begitu, akankah Celia datang ke tempat itu juga?」

「...... Ya. Dan itulah niatku」

Mungkin karena dia cukup bingung dengan alur pembicaraannya sendiri, Christina hanya mengangguk untuk mengukur reaksinya. ―― 、

「Jika itu masalahnya, dengan imbalan medali penghargaan, akankah kamu memberikan rumah besar baginya untuk tinggal di basis operasimu?」

Rio memberitahunya tentang keinginannya.

「...... Kalau begitu, bukankah itu akan menjadi hadiah untuknya. Selain itu, aku memang punya niat untuk menghadiahkannya atas apa yang dia lakukan nanti. Aku akan menanyakan dia」

Mengatakan itu, ekspresi bermasalah Christina menjadi lebih cemas.

「Baiklah. Singkatnya, dapatkah aku berasumsi bahwa dia tidak perlu khawatir tentang kebutuhan sehari-harinya?」

「Ya. Aku akan menjamin mata pencahariannya sesuai untuk bangsawan」

Christina menyatakan demikian untuk menjawab pertanyaan Rio.

「Jika itu masalahnya, apa kamu akan menyetujui beberapa syaratku untuk memastikan tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang kebutuhan hidupnya? Jika kamu benar-benar mendesak hadiahnya padaku tidak peduli apa, itu harus dimungkinkan dengan memberikan rumahku kepadanya」

「.....Ya, ada juga, dan secara teori tidak ada masalah」

Christina sepertinya ingin mengajukan banyak pertanyaan.

「Kamu berpikir kenapa aku bersedia melakukan sejauh itu untuknya kan?」

Dan Rio secara pribadi mengajukan pertanyaan yang paling ingin dia tanyakan.

「........ Ya. Apa kamu benar-benar baik-baik saja dengan itu?」

Christina bertanya balik padanya dengan anggukan.

「Tidak masalah. Aku tidak dibesarkan dalam lingkungan yang lebih baik selama masa kecilku. Tidak, aku mungkin merasa diberkati sebanding dengan banyak hal kekhawatiran ketika aku bertemu dengannya. Itu sebabnya aku merasa diberkati untuk itu. Itulah alasannya. Aku sangat berhutang budi padanya. ...... Selain itu, apa itu benar-benar bisa atau tidak, tidak akan terlambat untuk memutuskan bahkan setelah mendengar perimntaan yang aku sarankan kau tahu?」

Rio menceritakan fakta itu kepada Christina dengan senyum ceria di wajahnya.

「....... Aku mengerti. Baiklah, bolehkah aku mendengar tentang permintaanmu? 」

Sambil mendesah, Christina lalu mengangguk padanya dan menanyakan kondisinya.

「Meskipun isi terperinci akan ditulis nanti, biarkan aku memberi tahumu isi yang pada umumnya, syarat aku adalah agar kamu mengizinkan aku untuk bertemu dengannya secara bebas tanpa batasan, menjamin kebutuhan sehari-harinya, tidak menekannya untuk mengambil tindakan apa pun atau membatasi dirinya kebebasan, dan kemudian menghormati keinginannya sendiri」

Untuk lebih spesifik, tuntutan Rio adalah untuk tidak menggunakannya sebagai alat politik dengan memaksa pernikahan politik padanya tanpa persetujuannya dan untuk mempersiapkan seseorang untuk membantunya dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun lebih mudah untuk mengatakan, kondisinya sangat sulit bagi penyihir kaliber Celia dalam hal tidak digunakan sebagai alat politik dalam masyarakat bangsawan di mana semua jenis rencana jahat berjalan merajalela seperti gelombang yang mengamuk.

「Dengan Berhati- ...... Tidak, Bukannya kamu terlalu protektif」

「Aku tidak akan menyangkal itu. Karena aku tidak bisa selalu berada di sisinya」

「...... Begitu, jadi kamu akan meninggalkan Celia-sensei?」

「Ya. Aku akan datang mengunjunginya secara teratur」

Rio menjawab begitu dengan nada agak suram.

Untuk saat ini dia mendapatkan janji Christina untuk melindungi Celia. Meskipun dia tidak akan ragu untuk menggunakan cara lain tapi, itu tidak ada artinya tanpa ada orang yang melapor kepadanya ketika mereka berpisah.

Meskipun demikian, meskipun sangat mengkhawatirkannya, bukan berarti dia hanya bisa menyembunyikan Celia dari publik dan dia tidak bisa tinggal di sisi Celia 24/7 untuk menjamin keselamatannya juga.

Tidak, selama ada keliruan, itu mungkin juga bukan keamanan mutlak.

Tapi secara realistis, tidak ada yang namanya keselamatan absolut dan itu juga tidak sehat untuk jiwanya. Pada akhirnya dia tidak punya pilihan selain mencari semacam solusi untuk masalah ini.

「Baiklah. Kalau begitu, jika kamu suka, akankah kamu ikut dengan kita sampai mencapai wilayah marquis Rodan?」

「Ya. Tolong perlakukan aku dengan baik sampai saat itu. Aku akan memberikan semua detail dari permintaan yang aku siapkan besok pagi」

Rio membungkuk ringan.

「Tentu. Karena aku akan menyiapkan janji tertulis resmi setelah kita tiba di wilayah marquis Rodan, aku akan sangat senang jika kamu tetap bersama kita sampai saat itu. Karena ini bukan kontrak pribadi dengan diriku, aku akan mengatur janji tertulis serupa dengan organisasi bernama Restorasi」

「Terima kasihku yang terdalam untuk itu」


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Setelah itu, Rio meninggalkan ruangan―― 、

「...... Bolehkah aku mengajukan pertanyaan? Apa kamu benar-benar akan melepaskan seseorang sekaliber itu. Meskipun kita mungkin bisa menariknya untuk bergabung dengan pihak kita dengan menggunakan Celia-kun?」

Vanessa yang menahan diri di belakang Christina mengajukan pertanyaan seperti itu.

「Dia tidak akan mengalah bahkan jika kita melakukan itu. Bahkan jika alasannya untuk bekerja sama adalah karena Celia-sensei, dia tidak punya alasan untuk memberikan kekuasaannya pada kamu-..... Tidak, untuk kerajaan Bertram」

Christina menjawab demikian sambil menahan frustrasinya.

「...... Aku tidak bisa. Mungkin ada sesuatu di antara keduanya」

Vanessa menggelengkan kepalanya dengan ekspresi termenung di wajahnya. Meskipun tentang bekerja sama dengan kerajaan Bertram, dia mungkin melakukannya hanya untuk Celia.

「Pilihan terbaik kita untuk saat ini adalah setidaknya memenangkan kepercayaannya. Untuk tindakan kita di masa depan」

Disamping ekspresi Christina ketika mengatakan itu tampak suram.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Di sisi lain, setelah Rio meninggalkan kamar Christina, sambil berjalan di koridor――,

「Ah, Haruto-kun.」

Dia bertemu Rei dan Kouta di sepanjang jalan.

「Apa kalian baru kembali juga?」

Rio bertanya pada mereka berdua.

「..... Ya. Kami sedang berbicara dengan Liselotte-san」

「Apa begitu」

Rio hanya mengangguk ringan, berusaha untuk tidak mencampuri isi pembicaraan mereka dengan Liselotte. Tapi, Rei dan Kouta bertukar pandang dan ―― 、

「Sebenarnya kita berbicara tentang banyak hal tapi ...... Kita bertanya-tanya apa kita dapat berkonsultasi denganmu tentang masalah ini Haruto-kun. Kita tidak dapat melihat apa yang ada di depan kita dalam waktu dekat atau haruskah aku mengatakan bahwa kita bahkan tidak tahu apa yang harus kita lakukan mulai sekarang」

Kouta memberitahunya.

「...... Aku? Aku tidak keberatan memberikanmu pendapatku, tapi, apa kita akan mengubah lokasi kita untuk saat ini?」

「Nah, ke kamar kita kalau begitu」

「Ya」

Karena itu, Rio memutuskan untuk pergi bersama Rei dan Kouta ke kamar mereka.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Di sisi lain, Liselotte memanggil Aria ke ruang tamu untuk minum teh.

「Ini pilihan teh yang luar biasa seperti yang aku harapkan. Itu menenangkan diriku」

Setelah dia mengangkat teh yang diseduh ke dalam mulutnya, Liselotte memberi kesan jujur ​​padanya.

「Karena aku mempertimbangkan apa yang kamu rasakan hari ini. Aku memilih teh ini」

「Benar-benar seperti yang diharapkan」

「Karena itu tugasku untuk menyesuaikan tubuh dan pikiran tuanku dengan kondisi yang sempurna」

Aria mengatakannya seolah itu adalah fakta. ―― 、

「...... Apa perilakuku kelihatan ada yang aneh hari ini?」

Liselotte bertanya dengan takut-takut.

「Aku merasa bahwa prilaku kurang dari yang biasanya, tetapi, itu bukan masalah secara keseluruhan. Paling tidak itu dalam ruang lingkup di mana aku bisa melihatmu. Karena ada saat-saat ketika aku tidak berada di sisimu .....」

Waktu ketika Aria tidak berada di sisinya adalah ketika Liselotte melakukan pembicaraan pribadi dengan Rio dan ketika dia memanggil Rei dan Kouta untuk percakapan pribadi dengannya.

Aria berasumsi bahwa sesuatu mungkin telah terjadi selama masa-masa itu, tapi, dia berasumsi bahwa waktu perubahan dalam kondisi Liselotte mungkin ketika dia melakukan pembicaraan pribadi dengan Rio.

Namun demikian, karena bertanya tentang masalah itu akan berarti bahwa dia melampaui batas-batasnya sebagai pelayan, dia tidak menyebutkan masalah itu secara khusus meskipun dia tidak mau melakukannya. ―― 、

「..... Apa menurutmu sesuatu terjadi dengan mereka berdua? Yah, bukannya tidak terjadi apa-apa, kan? Maksudku, bukankah mereka dipanggil bersama pahlawan dari dunia yang tidak kita kenal. Itu sebabnya aku mencoba melakukan sedikit percakapan dengan mereka. Yah, sepertinya mereka berusaha mencari tahu apa yang harus mereka lakukan di masa depan tapi .......」

Liselotte menjadi lebih banyak bicara yang mungkin disebabkan oleh kebutuhannya sendiri untuk mengatakan apa yang dia rasakan di dalam.

(Masalah yang aku khawatirkan bukanlah pembicaraanku dengan mereka. Yah, kurasa seharusnya aku tidak terganggunya)

Bibir Aria membentuk senyum tipis.

「Tepat」

「...... Muu. Apa kau tidak menertawakanku? Bagaimana kau bisa tersenyum seperti itu, apa karena reuni dengan teman lamamu?」

「Aku menikmati waktu pribadiku untuk sementara waktu berkat kebaikan rahmatmu. Terima kasihku yang terdalam atas pertimbanganmu」

Dengan demikian, olok-olok santai terjadi di antara mereka berdua untuk sementara waktu setelah itu.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Dan kemudian, beberapa saat lalu. Rio mendengarkan konsultasi Kouta-tachi. Isi itu tepatnya tentang apa yang harus mereka lakukan di masa depan――

Rio mempersiapkan penjaga terhadap situasi yang tidak terduga seperti berbicara terus terang tentang rahasia Liselotte tapi, dia merasa lega karena presiksinya salah.

「Baiklah. Singkatnya, kalian berdua mengkhawatirkan apa yang akan kalian lakukan nanti. Aku mendapat kesan bahwa kalian berdua dengan Yang Mulia Putri Christina dalam kasus ini tapi .....」

Setelah mendengarkan konsultasi mereka, Rio mengatakannya untuk mengukur reaksi mereka.

「Tidak masalah kita ikut dengan sang putri hanya untuk tujuan bersama, atau haruskah aku mengatakan itu karena kita sudah cukup hidup di istana seperti dikurung ....」

「Cukup, aku mengerti」

「U-Uhn. Baiklah, uhm .....」

Kouta dengan canggung mengalihkan pandangannya ketika Rio tiba-tiba memotong kata-katanya.

「Ya, banyak hal terjadi pada Kouta. Karena dia mungkin tidak ingin mengingat hal-hal itu sekarang, aku akan menahan diri untuk tidak bertanya lagi tentang hal ini sampai dia tenang」

Rei mengangkat bahu sambil berkata seolah-olah mengkhawatirkan Kouta. Setelah itu, meskipun Kouta mengatakan 「Aku tidak khawatir tentang sesuatu .......」 ――

「Dipahami. ..... Tapi lalu, Kouta-san, kenapa kamu menyelinap keluar dari istana, Rei-san?」

Lebih baik tidak bertanya siapa- Berpikir begitu, Rio mengangguk patuh. Karena itu, ia dengan cepat mengubah topik pembicaraan menjadi Rei.

「U ~ hn. Alih-alih karena khawatir tentang Kouta, itu lebih seperti aku hanya bersemangat menjelajah. Hidup di dalam istana itu sendiri tidak nyaman, atau harus aku mengatakannya ..... Membosankan」

Rei mengatakannya sambil menggaruk kepalanya.

「...... Aku mengerti, jadi kalian berdua saat ini tidak punya rencana untuk masa depan sama sekali. Jadi kau sangat enggan untuk mengatakan itu pada Liselotte-sama」

「Sederhananya, ya, seperti yang kau katakan. Karena kita menyelinap keluar dari istana dan melakukan perjalanan jauh ke tempat ini, itu adalah yang terbaik yang bisa kita lakukan」

Ketika Rio mengatakannya dengan senyum masam di wajahnya, Rei hanya mengangguk padanya.

(Haruskah aku mengatakan bahwa Rei-san sebenarnya adalah tipe orang "Happy-Go-Lucky". Atau mungkin karena kepribadiannya, mungkin salah satunya) (Ceria - Berpegian - Keberuntungan)

Itu adalah evaluasi Rio terhadap Rei. Mungkin lebih baik terus terang memberi tahu mereka kenyataan. Tampaknya sangat mirip dengan konsultasi karier di sekolah menengah. Meskipun dia tidak akan salah karena mereka berdua adalah siswa sekolah menengah.

「Bahkan jika aku melakukannya, tidak ada banyak pilihan untuk kalian berdua kan? ..... apa ada saran dari Yang Mulia Putri Christina?」

「Dia berkata bahwa dia akan memberi kita pekerjaan jika kita mengikutinya. Untungnya kekuatan sihir kami berkali-kali lebih besar dari orang normal dan kami menerima pendidikan yang layak di dunia asal kami. Terutama dalam hal perhitungan, tampaknya kemampuan kita di bidang itu jauh lebih baik daripada bangsawan dunia ini, jadi kemungkinan besar akan menjamin pembayaran yang lebih baik untuk kita」

Ketika Rio menanyakan hal itu, Kouta membalas dengan ketukan.

「Baiklah. Karena mereka harus kekurangan tenaga kerja saat ini, personel yang cakap yang unggul dalam dokumen harus seperti harta yang tak ternilai harganya」

Rio memberi tahu mereka tentang idenya.

「Yah, kita juga tahu bahwa sang putri tidak membohongi kita selama dalam perjalanan kita. Tapi, aku bertanya-tanya apa itu benar-benar hal yang baik bahkan jika itu datang dengan pembayaran dengan perlakuan seperti angsuran」

Rei mengatakannya dengan ekspresi termenung di wajahnya.

「..... Apa kalian punya pekerjaan di pikiran kalian? Karena tanpa hubungan, satu-satunya pilihanmu adalah menjadi seorang petualang, kau tahu?」

Ketika Rio berkata demikian—,

「Petualang yang kau katakan, apa kau merujuk pada orang yang pergi bertualang? 」

Kouta bertanya pada Rio dengan ekspresi ingin tahu di wajahnya. Rei juga melakukan hal yang sama.

「Aku tidak tahu gambaran seperti apa yang ada dalam pikiran kalian tapi, itu bukan pekerjaan luar biasa, kau tahu? Ini bukan pekerjaan dengan penghasilan stabil karena tubuh kalian adalah modal terbesar kalian dan penghasilan kalian akan berhenti jika kondisi fisiknya memburuk. Isi pekerjaan juga berkisar dari pekerja manual di pusat kota, memetik ramuan di luar kota, memberantas iblis atau bekerja sebagai tentara bayaran」

「....... Meski begitu, ada pekerjaan yang berharga kan? Beberapa orang menghasilkan lebih banyak di antara mereka」

「Memang ada orang-orang sukses di antara mereka tapi, mereka sepeser pun dalam lusinan. Ini adalah jenis pekerjaan di mana hidup klian selalu berisiko, kau tahu?」

「U-Uhn. Secara alami kita tahu hal-hal seperti itu tapi .......」

Kouta tampaknya punya keinginan yang kuat untuk menjadi seorang petualang yang mungkin terkait dengan usianya. Rio menebak begitu—,

「....... Apa kau ingin menjadi seorang petualang? 」

Jadi dia bertanya.

「Tidak, tapi, yah. Untuk pilihan alternatif itu ....... Mengenai bekerja untuk organisasi ini disebut Restorasi setelah titik ini dan karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada organisasi ini di masa mendatang ...... Bahkan jika misalnya kita berafiliasi dengan mereka , tindakan kita mungkin lebih terbatas」

Kouta dengan malu-malu mengangguk padanya.

「Yah begitu, namun ....... Jangan katakan padaku bahwa kau juga terlibat dalam hal ini, Rei-san?」

Rio bertanya begitu sambil memandangi Rei.

「Tidak juga, bagaimana aku mengatakannya ........ Aku hanya tidak terlalu tertarik untuk ini. Uhm, atau lebih tepatnya ....... Menjadi seorang petualang harus menjadi romansa jika kau seorang pria. Tapi kemudian, aku juga menginginkan penghasilan yang stabil」

Rei dengan berani mengungkapkan pikirannya sendiri meskipun sedikit malu karenanya.

「...... Meskipun aku secara pribadi merekomendasikan gaya hidup pendapatan yang stabil, kalian harus menyimpan sebagian dari penghasilan kalian saat ini jika kalian ingin menjadi seorang petualang」

「Itu adalah ...... Ya. Aku mengerti」

Setelah Rio menyatakan pendapatnya, Kouta mengangguk seolah berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

「Karena itu, dalam hal ini, bagaimana kalau kalian mencoba untuk menerima tawaran dari Yang Muia Putri Christina untuk saat ini? Secara langsung kalian masih harus mengkonfirmasi kondisi kerja」

Lagipula Rio tidak bisa memaksakan diri untuk memberikan nasihat yang tidak bertanggung jawab sehingga tidak punya pilihan selain memberikan pilihan teraman bagi mereka.

「...... Begitu ya, kau benar. Itu akan menjadi referensi yang bagus untuk kita. Aku akan mencoba membahas masalah ini dengan senpai. Terima kasih banyak, Haruto-kun」

Kouta membungkuk pada Rio sementara dia mengucapkan terima kasih.

Meskipun kasus ini sudah diselesaikan untuk saat ini, mungkin karena jenis pilihan yang akan mereka buat nanti, Rio merasakan sedikit bahaya di dalamnya.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Setelah menyelesaikan diskusi dengan Kouta-tachi, Rio kembali ke kamar yang dipinjamkan kepadanya. Dan kemudian, ketika dia tiba di depan kamarnya――,

「Ah, Haruto. Selamat datang kembali!」

Celia berdiri di depan kamarnya. Ekspresinya cerah ketika menemukan sosok Rio.

「...... Ya. Apa yang kamu lakukan berdiri seperti itu di tempat ini? Apa kau sudah menungguku selama ini?」

Rio bertanya padanya dengan ekspresi terkejut di wajahnya.

「Uhn. Aku baru saja tiba. Karena Aisia mengatakan padaku bahwa Rio akan segera kembali」

Setelah melihat sekeliling dengan gelisah untuk memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar, Celia mengatakannya dengan senyum berseri-seri di wajahnya.

「Baiklah. Yah daripada berbicara sambil berdiri seperti ini, mari masuk ke kamarku untuk saat ini. Aku akan menyeduh teh untukmu」

「Ya. Tapi Haruto ...... Bukankah kau lelah setelah semua itu?」

Celia memandangi ekspresi Rio dari bawah. Rio diam-diam mengagumi pengamatan Celia dalam melihat sampai ke kedalaman pikirannya dan—,

「Tidak apa-apa. Karena aku merasa segar setelah melihat wajah sensei」

Dia mengatakan demikian untuk memperlihatkan keaktifan dirinya. Meskipun dia sebenarnya lelah setelah semua pembicaraan dengan banyak orang, masalah dia merasa lega dan nyaman melihat wajah Celia juga nyata.

「A-Apa yang kamu bicarakan. Anak ini ......」

Celia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

「Ayo masuk. Ini dia」

Setelah membuka pintu, Rio mendesak Celia yang berdiri di luar pintu untuk masuk.

Dia memasuki kamar setelah Celia menutup pintu. [TL: Dan menguncinya: LOL] Dan ketika keduanya berada di dalam―― Aisia tiba-tiba berwujud manusia.

「Aisia, terima kasih banyak untuk melindungi sensei. Terima kasih banyak」

Rio mengucapkan terima kasih kepada Aisia yang muncul.

「Seperti yang dikatakan Celia. Wajahmu pucat, Haruto」

Asia berkata begitu dan mengusap pipi Rio. Dia menatap wajah Rio dari jarak dekat.

「...... Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit lelah karena perjalanan panjang dan semua hal yang terjadi hari ini. Tapi semua itu hilang setelah melihat kedua wajahmu」

「Begitu .....」

Meskipun menyetujuinya, Aisia masih menatap wajah Rio dengan wajah yang sedikit sedih. Persis seperti itu, tangannya menyentuh wajah Rio.

「Tunggu sebentar ! Tehnya, benar, ayo minum tehnya! aku tidak bisa merasa santai kecuali aku minum teh ketika aku merasa lelah!」

Celia berkata dengan tergesa-gesa dan menarik lengan Rio.

「...... Eh?」

Berapa banyak waktu yang tersisa untuk menyeduh teh untuk Celia sebelum semuanya akan berakhir―― Rio mengikutinya sambil memikirkan hal-hal seperti itu.

Aisia menatap wajah Rio yang seperti itu.
Load Comments
 
close