Seirei Gensouki Chapter 141 - Selingan Bagian 4

Kerajaan kerajaan Galwark. Rio-tachi telah naik kapal sihir Liselotte yang akan meninggalkan Rodania, wilayah marquis Rodan di sore harinya.

Sementara itu, sang pahlawan, Sakata Hiroaki menghadiri pesta teh yang diadakan oleh Lizzet Gregory―― Putri adipati Gregory, salah satu bangsawan agung kerajaan Galwark.

Salah satu undangan pesta teh itu adalah Lizzet, mengelilingi teman-temannya, Hiroaki yang diundang sebagai tamu utama, Flora yang menjadi tunangannya beberapa hari yang lalu dan Roana Fontaine yang datang sebagai pelayan mereka. Singkatnya, Hiroaki adalah satu-satunya undangan pria. Ketika pesta teh dimulai setelah salam seperti biasa―― 、

「Saya sudah mendengar tentang berita itu. Tentang Hiroaki-sama bertunangan dengan Flora-sama. Selamat atas pertunagan anda」

Lizzet Gregory mengucapkan selamat kepada Flora dan Hiroaki. Setelah itu, gadis-gadis bangsawan lainnya juga mengatakan 「Selamat」 setelahnya.

「Ah. T-Terima kasih banyak」

Hiroaki menggaruk kepalanya sedikit malu meskipun sepertinya dia tidak membencinya. Flora di sisi lain membungkuk dengan anggun menanggapi kata-kata mereka.

「Tentunya luar biasa bagimu untuk mendapatkan status sebagai istri sah dari pahlawan. Saya tidak meragukan bahwa nama Flora-sama akan tersimpan dalam catatan sejarah, bukankah begitu? Betapa indahnya hal itu」

Lizzet memberikan pujian biasa pada Flora dan Hiroaki. Kemudian,

「Tapi, yah, aku benci tentang pandangan seperti selir dan istri sah seperti yang kamu ketahui」

Hiroaki menggelengkan kepalanya dengan cara angkuh.

「Ya ampun, mengapa kamu merasa seperti itu aku begitu mepertanyakannya ?」

Lizzet mengajukan pertanyaan itu dengan wajah yang sangat tertarik.

「Maksudku, itu berarti aku telah memberikan urutan paling utama pada wanitaku, kan? Aku berharap untuk kesetaraan dan tidak akan mengikat mereka dengan jumlah. Aturan-aturan semacam itu, posisi sosial dan hal-hal semacam itu merepotkan. sangat menyakitkan dan tak tertahankan bagiku」

「Baiklah. Apa itu berarti bahwa wanita yang menikahi Hiroaki-sama dapat memiliki perlakuan yang sama? Seorang dermawan bukan?」

「Uhm, yah seharusnya sedikit berbeda dari seorang dermawan. Aku hanya membenci aturan yang akan mengikat kebebasanku. Hubungan buruk antara istri sah dan istri kedua adalah kejadian umum di rumah keluarga kerajaan dan bangsawan besar kan? Aku benci hal-hal seperti itu. Membuat fraksi di dalam dan memperjuangkan untuk perhatian suami mereka. Dan pada akhirnya, orang luarlah yang menderita karenanya, atau aku harus katakan bahwa suami merekalah yang akan menderita karenanya」

Dan dengan demikian, setelah Hiroaki berbicara panjang tentang bagaimana ia membenci situasi yang merepotkan seperti itu— 、

「Aku mengerti. Yang rendah hati ini akhirnya memahami sedikit sifat Hiroaki-sama」

「Hou. Aku tertarik dengan pendapatmu tentang diriku」

Hiroaki memperlihatkan senyum ramah saat dia melihat Lizzet seperti itu.

「Fufufufu. Meski begitu, karena akan memalukan bagiku jika ternyata aku salah, aku ingin tahu sedikit tentang Hiroaki-sama. Apa kamu akan berbaik hati memberi tahuku lebih banyak tentang dirimu」

Lizzet memperlihatkan senyum malu-malu dan memandang Hiroaki dengan kedipan matanya. Dan  membawa suasana hati Hiroaki ke surga langit ketujuh.

「Kalau begitu aku tidak akan menahan diri karena kamu sudah berusaha keras untuk menyiapkan tempat ini. Aku ingin semua orang di sini mendengar tentang ceritaku」

「Gadis-gadis di tempat ini akan lebih dari terpaku memiliki kesempatan itu. Kan?」

Lizzet tersenyum kesana-sini ketika dia memandangi gadis-gadis bangsawan lainnya di tempat itu. Mendengar hal itu, gadis-gadis bangsawan tersebut sedikit mengangguk, malu.

「Kalau begitu, dengarkan ceritaku」

Suasana tidak terasa salah bagi Hiroaki.

Setelah itu, pesta teh berubah menjadi percakapan yang hidup dan berakhir tepat sebelum senja. Tapi kemudian, mereka memutuskan untuk mengadakan pesta teh tiga hari kemudian karena ceritanya belum berakhir.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Kemudian, setelah pesta teh, Hiroaki-tachi kembali ke kamar masing-masing di dalam kastil.

「U-Uhm, Hiroaki-sama」

Flora memanggil Hiroaki dengan suara malu-malu.

「Hn, ada apa ?」

Hiroaki menatap Flora dengan wajah senang tapi――

「 Kita akan pergi ke Rodania besok, untuk bertemu kakak perempuanku kan? Namun kamu mengatakan bahwa dirimu akan menghadiri pesta teh yang akan diadakan tiga hari kemudian ........ 」

Flora mengatakan itu sambil mengintip wajah Hiroaki.

Mereka akan meninggalkan ibukota kerajaan kerajaan Galwark besok dan kembali tiga hari kemudian kembali ke ibukota kerajaan Kerajaan Galwark terlalu padat jadwal mereka. Meskipun mereka belum tahu apa yang akan terjadi di sana. Bahkan jika tidak ada yang menghalangi mereka untuk kembali tiga hari kemudian, bukan masalah sederhana bagi Flora untuk menyesuaikan jadwalnya. Tapi kemudian, dia tidak mengatakan itu karena sifatnya yang lemah lembut.

「Hn, Ah, kamu benar. Begitu ya, aku baru ingat sekarang」

Hiroaki mengangguk seolah dia baru saja mengingat hal-hal itu dan menggaruk kepalanya dengan cara yang canggung.

「B-Baru ingat itu yang kamu katakan .....」

Flora agaknya ingin mengatakan sesuatu.

Sudah beberapa hari sejak Flora menerima kabar tentang Christina. Meskipun dia sendiri ingin pergi ke tempat Christina begitu dia mendengar kabar itu, dia tidak bisa melakukannya karena keikutsertaan Hiroaki dalam pesta teh hari ini dan dia tidak ingin menuangkan air dingin ke atasnya. Jadi, dia hanya bisa menahan perasaannya sendiri dan menunggu akhir pesta teh hari ini.

Tentu saja meskipun situasinya dijelaskan, dia belum menjelaskan semuanya secara mendetail ketika Hiroaki benci dipaksa seperti itu. Tapi kemudian, sebagai hasilnya, Hiroaki mungkin tidak memperhatikan masalah ini. "Haruskah aku mencoba sedikit lebih memaksa?" Flora berpikir begitu. Pada waktu itu--,

「Uhn, haruskah aku benar-benar pergi ke sana? Memang benar aku mendengar nasehat itu. Aku tidak pernah mengatakan bahwa kita akan pergi bersama bukan?」

Hiroaki bertanya begitu, terdengar kesal.

「..... Ya. Kamu, tidak diwajibkan ..... Untuk pergi」

Flora berbicara dengan lembut dengan nada lemah. Tentu saja, meskipun dia ingin mereka pergi bersama, semua ini karena dia tidak pernah mengatakan niatnya dengan jelas.

「Karena tidak ada hal mendesak, kakakmu akan datang untuk mengunjungi kita terlebih dahulu, kan? Kalau begitu, dia akan menemuiku. Nah, karena aku tahu perasaanmu ingin bertemu dengan kakakmu, kukira kamu harus pergi ke Rodania. Aku akan baik-baik saja dengan Roana di sini bersamaku」

Setelah membuat alasan seperti itu, Hiroaki melirik Roana yang mendengarkan percakapan mereka diam diam.

「.... Ya. Tolong izinkan aku untuk membantu Hiroaki-sama di sini, Flora-sama」

Meskipun sedikit keraguan, Roana mengangguk segera.

「Aku ..... Mengerti. Kalau begitu, tolong bantu aku menjaga Hiroaki-sama, Roana」

Flora berkata begitu dengan nada sedikit kecewa. Jika dia tahu bahwa hal-hal akan berubah seperti ini maka dia akan pergi untuk bertemu saudara perempuannya sesegera mungkin sejak awal adalah sesuatu yang tidak dia katakan. Namun--,

「Oh ....... Selamat siang」

Mereka menemukan pahlawan kerajaan Galwark, Sumeragi Satsuki dalam perjalanan pulang. Meskipun Satsuki sedang berjalan di lorong sambil menyeka keringatnya, dia berhenti untuk menyambut mereka begitu dia melihat mereka.

「Satsuki-sama」

Flora dan Roana membungkuk hormat saat melihat Satsuki.
Di sisi lain, ketika Hiroaki memperhatikan Satsuki―― 、

「Ah, kamu. Kenapa kamu memegang tombak itu? Apa kamu kembali dari pelatihanmu ?」

Dia bertanya begitu sambil menatap Satsuki.

「Ya, jadi.」

Satsuki membungkuk ringan padanya sehubungan dia lebih tua darinya, meskipun jawabannya dengan nada kaku.

「Fu ~ hn. Meskipun kamu seorang wanita, Kamu lebih suka melakukan hal-hal yang merepotkan ya?」

「..... Maafkan aku, kebebasan aku terbatas. Tubuhku akan menjadi tumpul jika aku hanya tinggal di dalam kamarku」

Meskipun Satsuki merasa bahwa ada makna tersembunyi lain dalam kata-katanya, dia mengabaikannya dan menjawab santai. Bahkan jika mereka berdua mengenal satu sama lain karena status pahlawan mereka, ada jarak yang tanpa disadari di antara mereka karena mereka tidak lebih dari orang-orang dari negara yang sama.

「O ~ h, kamu tidak lebih dari gadis tomboy, kan?」

「Jadi, apa kamu menghadiri pertemuan lain dengan wanita hari ini juga? Sepertinya aku melewati mereka beberapa waktu yang lalu」

「Ah. Yah, mereka berkerumun di sekitarku. Kamu mungkin mengatakan bahwa ini juga salah satu pekerjaan pahlawan. Seperti yang kamu katakan, bahkan seorang pahlawan akan lelah bergerak seperti itu」

Hiroaki berkata begitu sambil menghela nafas.

「Yang bisa aku lihat adalah kenyataan bahwa kamu menikmati ini ......」

Satsuki menatap Hiroaki dengan wajah bingung. Saat menderngar itu――,

「Oioi, aku hanya seorang pemuda normal yang lahir dan besar di Jepang kau tahu? Aku punya beberapa keinginan untuk membangun harem, aku juga punya masalah sepertimu」

Hiroaki menghela nafas dengan wajah lelah namun senyum muncul di wajahnya.

「He ~ ..........」

「Kalau dipikir-pikir, bagaimana kalau kamu mencoba belajar dari para gadis bangsawan di dunia ini, kamu harus mencoba untuk bertindak lebih seperti wanita bukan? Maksudku akan butuh banyak upaya untuk menjadi lebih seperti wanita. Tidakkah kamu tahu bahwa wanita egois tidak disukai baik di bumi maupun di dunia ini ?」

「Diam. Itu namanya pelecehan seksual」

Satsuki berbisik dengan suara rendah.

「HA ~ H ?」

Hiroaki memicingkan matanya seolah dia telah memperhatikan sesuatu.

「Tidak apa-apa, terima kasih atas sarannya. Sampai jumpa lagi. Kalian juga, Flora-san, Roana-san」

Setelah tersenyum manis ke Floa dan Roana, Satsuki dengan cepat meninggalkan tempat itu.

Meskipun Flora dan Roana melihatnya pergi seolah-olah terpesona olehnya―― 、

「Sial, ada apa dengan perasaan merinding ini」

Hiroaki adalah satu-satunya yang meringis dari pertemuan itu dan melihat ke belakang Satsuki.


☆ ★ ☆ ★ ☆ ★


Dan hari berikutnya. Flora menuju Rodania, hanya menyisakan Hiroaki dan Roana di kerajaan Galwark. Setelah memberikan salam formal pada raja Francois, dia meninggalkan ibukota kerajaan bersama dengan kapal-kapal pengawal.

Setelah kepergian mereka, seperti yang dikatakan Flora bahwa dia ingin sendirian, dia memberi tahu kapten untuk memberitahunya ketika mereka tiba di Rodania dan mengasingkan diri di kamar yang diperuntukkan bagi tamu terhormat―― 、

「Aku benar-benar senang bertemu dengan kakak perempuanku yang tercinta tapi ..... apa ini berarti bahwa posisi ayahku yang terhormat semakin memburuk ?」

Dia memiliki ekspresi lelah ketika memikirkan keluarganya sendiri.
Pada awalnya, orang yang mengirimnya untuk melarikan diri bersama dengan duke Euguno tidak lain adalah ayahnya, Phillip yang ketiga.

Phillip yang menduga perubahan situasi yang tiba-tiba, mempercayakan Flora yang punya holy stone untuk mengalahkan Euguno. Meskipun secara terbuka diumumkan bahwa Duke Euguno membawanya keluar dari kerajaan Bertram bersamanya— Tujuannya adalah untuk menyebarkan keluarga kerajaan yang memegang hak warisan tertinggi untuk mahkota untuk menghadapi situasi terburuk yang akan naik.

Ketika sampai pada hal itu, kelompok pertama yang mewarisi takhta adalah Christina, dengan demikian, bahkan seseorang yang tidak memahami seperti Flora dapat menebak bahwa sesuatu telah terjadi untuk mengubah situasi.

Namun demikian, tidak, haruskah dia mengatakan "Seperti yang diharapkan", saat ini dia—,

「Lebih cepat, aku ingin bertemu oneechan segera」

Flora ingin bertemu Christina sesegera mungkin. Sudah sekitar setengah tahun sejak terakhir kali dia bertemu dengan kakak perempuannya. Flora yang mencintai kakak perempuannya lebih dari siapa pun, benar-benar menyayangi kakak perempuannya dari lubuk hatinya.

「Tapi, aku ingin tahu apa dia akan memarahiku ?」

Flora bergumam dengan suara cemas— Tentang apa yang akan dilakukan saudara perempuannya padanya ketika dia melihat bahwa Flora belum matang sama sekali setelah berpisah selama setengah tahun.

Sejujurnya, dia agak takut bertemu Christina dalam kondisi seperti ini. Karena dia mungkin kecewa ketika kakak perempuannya melihat dia dipimpin oleh lingkungannya sama seperti sebelumnya, tidak dapat melakukan apa-apa, atau bahkan hanya memikirkan kerajaan mereka. Pada waktu itu--,

「Permisi」

Dengan "dentang" pintu terbuka bersama dengan suara sembrono itu.

「Eh?」

Flora ditarik kembali dan melihat ke pintu. Membuka pintu ruangan tempat seorang bangsawan tinggal tanpa mengetuk lebih dulu dianggap lebih dari sekadar tindakan yang sedikit sopan.

Dan kemudian, orang-orang yang memasuki ruangan itu adalah dua pria mengenakan jubah hitam dengan kerudung untuk menyembunyikan wajah mereka.

「S-Siapa kamu? Beberapa ksatria seharusnya berdiri berjaga di depan kamarku .....」

Flora bertanya dengan suara bergetar.

「Pengawal? Apa kamu mengacu pada orang-orang yang tidak berguna itu ?」

Ketika salah satu pria memberi isyarat kepada pria lain dengan dagunya,

「Ya ..... Maksudmu ...... inikan」

Pria lain membawa dua ksatria pingsan dari luar ruangan dengan wajah tidak puas.

「!!!!! ?」

Flora yang terkejut berdiri dari sofa.

「Ha ha ha. Kau membuatnya takut. Nah, apa dia putri Bertram ?」

Pria dengan suara sembrono itu tertawa gembira dan bertanya pada pria yang membawa para ksatria itu.

「Ya, ini dia. Flora Bertram. Putri kedua」

Pria yang membawa para ksatria itu menjawab dengan nada sopan.

「Aku dengar bahwa dia cantik tapi, pada akhirnya dia hanya bocah yang tidak berpengalaman」

Pria dengan suara sembrono itu memuji Flora dengan bahasa vulgar seperti itu.

「Ho ~. Bukankah itu karena semua orang sebenarnya lebih menyukai anak perempuan seusianya ?」

「Hah, dia jauh dari kesukaanku」

Dengan demikian, pembicaraan seperti itu berlangsung antara kedua pria itu seolah-olah mereka benar-benar mengabaikan keberadaan Flora.

「Uuhm, .....」

Flora mencoba bertanya pada dua orang yang melepaskan suasana sedemikian rupa sehingga mengkhianati situasi dengan suara malu-malu. Tapi--,

「 Baiklah Kalau begitu, di mana pahlawannya ?」

Pria dengan ucapan kasar itu lalu bertanya pada pria itu dengan ucapan sopan sambil mengamati ruangan.

「Kurasa dia tidak ada di sekitar. Aku juga tidak bisa merasakan reaksi pakaian suci-nya」

「Cih, tepat ketika aku pikir bahwa aku akan punya kesempatan untuk melawan seorang pahlawan」

Setelah pria dengan ucapan sopan menjawab, pria vulgar itu mengklik bibirnya kecewa dengan situasi saat ini. Keduanya benar-benar mengabaikan Flora.

「Kita tidak bisa tidak membuat keributan, atau lebih baik begini tapi kemudian ...... Ketika aku bersamamu, hal itu selalu berubah menjadi situasi seperti ini. Kau tiba-tiba muncul dan mengatakan padaku bahwa aku punya pekerjaan yang harus dilakukan」

Pria vulgar menghela nafas dengan wajah meratap.

「Itu karena pekerjaanmu dilakukan lebih cepat dari yang aku harapkan. Aku hanya datang untuk melihat kemajuanmu sebagai atasanmu」

「Itu karena kau selalu muncul di saat-saat paling tak terduga di tempat-tempat yang paling tak terduga. Pertama, sudah dipertanyakan kapan pun kau benar-benar punya hak atas diriku ....... Ah, kalau dipikir-pikir, aku baru ingat kalau aku bertemu seseorang yang mencarimu dengan benar. Dan dia sepertinya sangat membenci keberadaanmu」

Jadi, ketika pria sopan mengatakan demikian lalu、

「Hou ........」

Pria vulgar akhirnya menunjukkan ekspresi tertarik. 「U-Uhm!」

Seperti yang diharapkan, Flora yang lelah menunggu mereka berbicara dengan suara yang lebih keras – dengan situasinya sendiri — dengan membuat mereka memperhatikannya.

「HA ~ H?」

Pria vulgar bereaksi terhadap suara Flora dengan wajah penghasut perangnya. Setelah itu, meskipun tubuh Flora gemetar ketakutan— 、

「K-Kru kapal akan datang setelah mereka mendengar suaraku dan memperhatikan situasi abnormal yang kau tahu. T-Tidak, lepaskan tudungmu」

Dia memperingatkan kedua pria itu dengan suara bergetar. Mendengar itu――,

「Fu ...... Hahahahaha」Lalu--,

Pria vulgar itu mulai tertawa seolah merasa itu lucu.

「K-Kenapa kamu tertawa? Apa kau paham situasimu saat ini ?」

Jadi Flora bertanya padanya, dengan kebingungannya.

「Kami sangat menyadari situasinya. Yang Mulia Putri Kedua, Flora Bertram」

Pria vulgar itu menjawab dengan nada yang berbeda sekarang.

「Aku-aku akan berteriak kau tahu」

「Oh, jangan ragu untuk melakukannya. Tidak perlu memastikansituasi pada saat seperti ini」

Pria vulgar itu menyeringai lebar ketika dia berkata begitu.

「........ Ah, T ....... Tolong!!」

Flora yang merasa bahwa bahaya akan datang baginya berteriak ke atas paru-parunya, namun suaranya nyaris tidak terdengar. Tentu saja teriakannya masih akan terdengar karena pintu yang terbuka. Namun, sepuluh detik kemudian. Tidak ada tanda-tanda orang mendekati ruangan. Flora menatap pintu yang terbuka dengan cemas, namun, dia hanya melihat dua orang dari sebelumnya di depannya.

「Apa kamu percaya padaku sekarang, Yang Mulia ?」

Pria vulgar itu bertanya dengan nada sopan saat dia mendekati Flora.

「Bisa kau Hentikan itu」

Flora terdengar seperti hendak menangis.

「Kenapa kau tidak ingin aku mendekatimu? Kenapa? Secara alami itu karena orang biasa harus mendengar perintah Yang Mulia, bukan ?」

Pria vulgar itu menunjukkan rasa penasaran yang berlebihan seolah mengolok-olok Flora.

「 ...... Apa itu tujuanmu sejak awal ?」

「Hahaha, bukankah ini agak lambat bagimu. Tentu saja untuk membunuhmu」

「Untuk membunuh ...... Aku?」

Flora dapat merasakan bahwa jantungnya berdetak lebih cepat setiap saat sejak beberapa waktu yang lalu, tapi sekarang, dia merasa seolah-olah seseorang meraih hatinya.

「Ya. Tepatnya, kita akan membuatnya seolah-olah kau meninggal karena kecelakaan. Ini menyelamatkan kami dari banyak masalah karena kau secara sukarela meninggalkan kastil. Kita akan membuat sebanyak mungkin kecelakaan untuk tujuan kita sendiri ...... Tapi kemudian, seperti yang diharapkan, kita akan berada dalam situasi yang berbahaya. Kita menangani setiap penjaga patroli sampai ke ruangan ini tanpa membuat keributan. 」

Pria vulgar itu bercerita tentang tujuan mereka.

「Tidak mungkin ...... K-Kalian. Jangan beri bilang padaku ........ Semua orang di kapal itu ?」

Wajah Flora menjadi pucat begitu dia mengetahui situasinya.

「Ah, nonono, kau salah. Kita telah membiarkan beberapa dari mereka hidup-hidup. Operator kapal sihir ini telah bertemu pembuatnya. Selain itu, tanpa ada yang tersisa untuk mengoperasikan kapal sihir, kapal-kapal sihir lainnya akan segera melihat situasi abnormal kan? Namun demikian, jangan khawatir tentang mereka, mereka akan segera mati」

Maka, pria vulgar itu menjawab dengan jelas. Kemudian--,

「Apa kita menyelesaikan ini ?」

Pria yang lain menghela nafas ketika dia mendesak pria yang vulgar itu.

「Selalu mengacaukan saat-saat terbaik, bukankah kau terburu-buru. Dia putri yang istimewa. Membunuhnya dengan cara biasa tidak akan menyenangkan. Lagipula, bukankah dia lebih berguna jika kita tetap hidup seperti ini ?」

Pria vulgar berkata begitu sambil melirik Flora.

Mendengar itu, Flora gemetar. Pria vulgar itu mencibir ketika dia melihat reaksi Flora dan kemudian—

「Hahaha, Yang Mulia. Kau hanya berpikir bahwa kau tidak ingin mati sekarang jika bisa, kan? Yah kau bisa merasa lega」

Dia mengatakannya dengan ekspresi gembira.

「......」

Flora tetap diam ketika pria vulgar itu terus berbicara seolah dia bisa membaca hatinya. Perasaannya menjadi rumit dengan 20% rasa frustrasi dan 80% rasa ketakutannya ketika dia mengalihkan pandangannya dari pria vulgar itu.

「Ya ampun, tolong berhenti menggodanya seperti itu」

Pria vulgar mengangkat bahu setelah diberitahu begitu. Dan sekarang, ketika dia berdiri tepat di depan Flora―― 、

「Kau tidak akan menggunakan sihir untuk melindungi dirimu sendiri ?」

Dia meminta begitu kepada Flora saat dia menghunus pedang hitam gelap dari sarung di pinggangnya.

「U ~ h ......」

Meskipun Flora akan menggerakkan tangannya, dia segera berhenti.

Meskipun dia ragu-ragu untuk menembakkan sihir ofensif ke arah manusia, itu tidak seperti dia tidak mempertimbangkan kemungkinan lawannya membalas dengan sihir lain. Pria itu terlalu penuh celah dan dia sudah memasuki jangkauannya. Dia mungkin membunuhnya saat dia mencoba mengucapkan mantra.

「Oh, lihat, baik sekali bukannya kau. Kenapa kau begitu berbelas kasih pada pria berdosa ini ?」

Pria vulgar itu bertanya dengan nada humor, menyadari sepenuhnya bahwa dia benar-benar dalam posisi mendominasi.

(Meskipun dia bisa membunuhku kapan saja dia mau, dia mempermainkan hidupku. Orang ini .....)

Seperti yang diharapkan, Flora sadar bahwa pria vulgar itu memperoloknya. Dan kemudian, karena dia tidak akan mati juga. Itu sebabnya――,

「...... Aku tidak punya alasan untuk melakukannya. Jika kau ingin membunuhku, jangan ragu untuk melakukannya. Tapi, bersumpahlah bahwa kau tidak akan membahayakan orang lain. Jika kau tidak melakukannya, aku akan menolaknya」

Flora menunjukkan keinginannya sendiri untuk setidaknya tidak mundur dari pria itu. Dengan tangannya terangkat tinggi ke arah pria itu, dia melangkah mundur perlahan.

Mendengar itu, pria vulgar itu menatapnya dengan wajah terkejut. Dan kemudian, seolah-olah tidak ada jarak antara dia dan Flora―― 、

「...... Kuhahaha, jangan katakan padaku bahwa kamu masih mengkhawatirkan kehidupan para kru bahkan pada saat ini. Tidak, haruskah aku katakan bahwa ini adalah kesalahanku karena meremehkanmu. Dan di sini aku mengharapkanmu untuk memohon pada kita untuk menyelamatkan hidupmu」

Dia mengatakan padanya seolah-olah mengaguminya sambil mengeluarkan tawa yang aneh.

「..... A-Apa yang kamu tertawakan ?」

Flora yang tidak bisa mengerti apa yang dipikirkan pria di depannya mengambil langkah mundur.

「Tidak, bukan apa-apa. Hanya sedikit ..... Tidak, aku benar-benar tertarik mengetahui manusia seperti apa kamu, keingintahuan aku hampir membuatku gila. Membunuhmu seperti ini tidak akan menghibur sama sekali」

Dan kemudian, setelah pria vulgar itu berkata begitu— 、

「Tunggu sebentar--」

Pria sopan itu mencoba mengatakan sesuatu dengan suara bingung. Tetapi pria vulgar itu memberikan perintahnya dengan tangannya dan pria sopan itu hanya bisa menghela nafas.

「 ...... Jika itu masalahnya, tolong pergi sekarang」

Flora membuat permintaannya seolah menghalaukan ke wajah mereka sambil menatap mereka. Tapi--,

「Sayangnya kita tidak bisa melakukan itu. Tetapi jika kau ikut dengan kita dengan patuh, kita mungkin mengampuni sisa awak yang tersisa」

Pria vulgar itu menunjukkan wajah menyesal dan belum menerima setengah dari permintaan Flora. Dan kemudian, dia mengeluarkan kristal merah hampir sebesar kepalan dari saku dadanya.

「...... Benarkah ?」

Flora memandang pria vulgar itu dengan tatapan curiga.

「Ya, aku bersumpah」

Pria vulgar itu mengangguk tanpa sedikit pun keraguannya. Tapi--,

「...... Sejujurnya, aku tidak bisa mempercayai kata-katamu」

Flora tidak memiliki sedikit pun kepercayaan terhadap pria di depannya. Pertama-tama, mereka mungkin benar-benar membunuh anggota kru lainnya.

(Apa yang harus aku lakukan?)

Berbagai ekspresi muncul di wajahnya ketika pikirannya terhenti untuk memikirkan situasinya sendiri.

「Ha ha ha. Kalau begitu, apa yang harus aku lakukan? Apa yang bisa kau tawarkan di posisimu saat ini? Apa kau akan mempercayai aku atau tidak, itu adalah pilihanmu sendiri, tapi, kehidupan para kru termasuk yang ada di kapal-kapal sihir lainnya ada di tanganku. Jika kau tidak setuju di sini, aku benar-benar akan membunuhmu saat ini. Karena kau tampaknya bermasalah dengan itu, aku akan memberimu 3 detik. Jika kau tidak akan membuat keputusan, aku pasti akan membunuhmu. 3, 2―― 」

「Dipahami. Tunggu, tolong tunggu sebentar! Aku percaya kamu! Itu sebabnya, tolong ...... Berjanjilah padaku」

Flora setuju dengan panik ketika pria vulgar itu hampir menyelesaikan hitungan mundurnya. Dia tidak punya pilihan selain setuju bahkan jika dia tahu hasil akhirnya. Kemudian--,

「Ya, aku janji. Untuk menyelamatkan nyawa para kru」

Pria vulgar itu memberikan janjinya dengan suara yang jelas.

「...... Terima kasih banyak」

Flora mengucapkan terima kasih dan perlahan-lahan menurunkan tangannya. Dan kemudian dengan kepala tertunduk menunggu ajalnya sendiri. Pria vulgar itu mungkin mengingkari janjinya, tapi dia yakin pria itu pasti akan mengingkari janjinya jika dia menolak.

「Hahaha, benar-benar orang yang mulia. Kalau begitu, izinkan aku untuk memberimu sesuatu yang istimewa sebagai tambahan untuk menunjukkan rasa hormatku padamu. Jika kau beruntung, kau mungkin keluar dari situasi ini hidup-hidup, kau tahu?」

「Tam ...... Bahan?」

Flora menunjukkan ekspresi bingung ketika pria itu tertawa dalam suasana hati yang baik. Di saat selanjutnya―― 、

「Ini yang aku maksud《Teleport》

Pria vulgar melemparkan kristal merah ke arah Flora. Dan kemudian mengikutinya dengan melantunkan aria untuk sihir ruang. Tepat pada saat itu, ruang di sekitar kristal melengkung—,

「...... Eh?」

Flora yang masih bingung dengan situasi itu hilang dari tempat itu.

「...... Kasihan sekali. Dia akan mati dengan kematian yang lebih nyaman jika dia tidak menarik perhatianmu. Kemana kamu mengirimnya ?」

Pria sopan itu bertanya dengan nada kaku.

「Dia mungkin berada di sekitar hutan di utara kerajaan Paladia ?」

Pria vulgar itu menjawab dengan nada acuh tak acuh.

「Kerajaan Paladia ...... Kerajaan itu tepat di tengah-tengah zona perang yang kerajaanku dukung dengan benar. Dengan menyendiri, kau bahkan mengirim putri kerajaan Bertram tepat di depan musuh kerajaannya」

「Hal itu harus menjadi pengalaman yang baik baginya sebagai ganti kematian yang menyenangkan bukan? Bukankah kau juga ingin tahu tentang penampilan seperti apa yang akan dia tunjukkan pada kita di pertemuan kita berikutnya ?」

Pria yang sopan mengangkat bahu dengan ekspresi kecewa ketika pria vulgar itu tampak seperti berusaha mati-matian menahan tawanya.

「Karena rasa burukmu itulah kau terus membuat lebih banyak musuh」

「Dendam manusia adalah bumbu kehidupan, bukankah begitu? Kalau begitu, tidak ada yang tersisa untuk dilakukan di tempat ini, benar. Mari kita berurusan dengan yang lain. Panggil Itu sekarang」

「Tentu saja aku akan melakukannya tapi, bukankah kau berjanji untuk menyelamatkan nyawa para kru ?」

「Oioi, aku tidak pernah mengatakan bahwa aku akan mengampuni mereka semua. Bukankah kita akan menyisihkan satu kapal dari awal ?」

「Aku mengerti. Baiklah, mari kita kembali setelah aku memanggil Itu」

Setelah mengatakan itu, pria sopan itu berbalik.

「Ah kalau dipikir-pikir, kau baru saja mengatakan sesuatu yang menarik beberapa saat yang lalu. Bagaimana dengan orang yang mengetahui tentangku ?」

Pria vulgar itu juga mengikuti pria sopan itu dan menanyakan pertanyaan itu seolah-olah dia baru saja ingat.

「Ya, dia orang yang sangat kuat. Bahkan kombinasi Arein-tachi tidak bisa membuatnya berkeringat. Aku juga pernah bertarung dengannya sekali sebelumnya, bahkan aku tidak bisa melukainya. Yang lebih buruknya lagi, dia dikontrak oleh roh tipe manusia」

「........ Hou, terdengar seperti pria yang sangat menarik. Di mana dia sekarang ?」

「Terakhir kali dia bersama putri pertama kerajaan Bertram tapi, untuk saat ini aku tidak tahu di mana dia. Karena dia tahu tentang kedudukan resmiku dan aku memberinya informasi bahwa dia mungkin menemukanmu di utara, dia mungkin sudah berada di jalan ke utara」

「Aku mengerti ...... Yah, aku juga ingin melihat putri kita yang melarikan diri. Bagaimana kalau kita menuju ke Paladia dulu. Nah jika dia benar-benar mencariku, dia mungkin akan datang untuk menemukanku di Paladia」

「Kalau begitu, karena aku punya beberapa urusan di kerajaan Rubia, kita akan pergi bersama sampai setengah jalan」

Dan pembicaraan seperti itu di antara mereka seolah-olah mereka berjalan-jalan di taman.

Dan kemudian, beberapa menit kemudian, seekor binatang seperti naga penyerang armada. Armada pengawal dan kapal sihir, semua orang salah satu dari kapal itu dimusnahkan kecuali satu kapal sihir.
Load Comments
 
close